• Menelusuri jejak Menguak Rahasia Mutiara Pulau Wawonii

    Rona senja yang merarak langit di ufuk barat, ketika itu bola matahari yang terlihat sangat jelas. sinar yang semakin redup berwarna maron, hendak berjalan semu perlahan masuk kedalam peraduannya.

  • Dermaga Cinta

    Ku mulai jalan ini mengayuh biduk bersama cahaya rembulan di tengah purnama, walau diantara buih meniti samudera dengan semangat yang melambung jauh untuk menggapai harapan, alangkah kerinduan dengan jiwa yang menepi laut tak kuasa untuk melangkah sampai tujuan.

  • SEKAPUR SIRIH ( PESAN PERKAWINAN )

    Karena takdir sesuatu yang pasti akan terjadi Allah peruntukkan, entah kapan, dimana dan kepada siapa “ Jodoh “ itu Tuhan tunjukkan adalah sungguh menjadi rahasianya, namun itu pasti terjadi “

  • TAPUNO MASEKENO

    Toponimi sebuah tempat atau daerah selalu mendasarkan pada inspirasi atau fenomena dari kejadian atau peristiwa yang ada didaerah tersebut untuk menjadi nama atau penyebutan sebuah daerah lazim menjadi tempat atau daerah penghunian.

  • Membangun Pariwisata Konawe Kepulauan Berbasis Budaya

    Salah satu potensi yang sangat menjanjikan dalam rangka upaya menggali sumber-sumber pembiayaan pembangunan daerah di Kabupaten Konawe Kepulauan adalah sektor pariwisata.

Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan

WAWONII.....!!! Apanya yang menarik...?

WAWONII....!!!!

Apanya yang menarik?


Oleh : Arief Gazali Sidek

Kalau kita perhatikan pada peta Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau-pulau nusantara akan terlihat sbuah pulau unik dan menarik berbentuk hati atau love, salah satu pulau unik di antara lima pulau di dunia yang menyerupai cinta dan pulau tersebut secara geografis berada di antara gugusan pulau-pulau di jazirah tenggara bagian timur pulau Sulawesi atau Sulawesi Tenggara. Pulau ini bernama pulau Wawonii yang sekarang telah menjadi cakupan wilayah kabupaten Konawe Kepulauan yang berdiri pada bulan Mei 2013.

Pulau Wawonii telah dikenal sejak lama sebagai salah satu pemerintahan kerajaan mandiri yang setara dengan kerajaan-kerajaan lai nusantara dengan pusat pemerintahannya bernama Tangkombuno sekitar 5 Km kearah utara dari Kelurahan Ladianta. Kerajaan Wawonii telah meninggalkan jejak sejarah yang ditandai dengan benteng Kerajaan yakni ; Benteng Kontara atau Tangkombuno, benteng Wawobuku, benteng Wawolelu, benteng Wawongkeuwatu, benteng Kontara II di Kecamatan Wawonii Selatan atau Bobolio dan Istana Raja yang megah dan artistik WATUNTINAPI diatas benteng TANGKOMBUNO. Tentu saja dengan melihat bentuknya pulau ini yang menyerupai love atau cinta telah menarik perhatian banyak orang untuk ingin mengetahuinya lebih dekat, apalagi pulau ini dahulu sangat terkenal karena image ilmu hitamnya yang memang terbukti sangat ampuh dan mumpuni sehingga kemudian pulau ini dinamai pulau GUNA-GUNA.

Tentang apa sesungguhnya yang ada dan menarik dibalik pulau ini tentunya telah menjadi bagian yang harus diungkap apalagi pulau wawonii memiliki potensi wisata yang tidak hanya menarik perhatian tetapi membuat decak kagum dunia para tourizm, karena ternyata pulau wawonii menyimpan galeri keindahan alam yang masih sangat perawan yang bisa di kembangkan sebagai destinasi wisata unggulan baik lokal maupun manca negara.

Pulau Wawonii yang berbentuk hati mengandung makna fiosofis bahwa pulai ini adalah pulau kecintaan atau pulau kebajikan dimana setiap manusia yang lahir dan berada di pulau ini akan memiliki kepribadian dan daya jiwa yang mencerminkan sikap-sikap yang rendah dan bijak, memiliki rasa kasih sayang terhadap sesama dan melahirkan inspirasi cinta pada alam dan lingkungan. Sungguhpun demikian manusia dalam berbagai aktifitasnya selalu menyimpang dari kondisi ideal tentang hakikat dan urgensi kehidupan, sehingga terjadi kerusakan lingkungan yang diakibatkan karena ulah manusia sendiri.



Apanya yang menarik !

Wawonii ibarat medan magnet yang dapat menangkap benda-benda logam disekitarnya, karena itu wawonii mendapat julukan sebagai pulau anugerah atau mustika yang terpendam “ The Greates eko island “. Banyak hal yang membuat pulau ini menjadi daya tarik mulai dari arsitektur alamnya yang eksotik dan indah,maupun potensi sumber daya alam yang terpendam untuk di kelola sebagai sumber-sumber pendapatan daerah. Disepanjang garis pantai pulau wawonii 178 Km merupakan spot-spot wisata yang menarik, karena itu pulau wawonii berpotensi menjadi surga bagi wisatawan.

Diantara spot-spot obyek wisata tersebut antara lain : Pantai Kampa, Air Terjun Tumburanao, Air Terjun Tiima dan Wonua Lelei di Dimba, pantai Kekea, Pantai Tengkera di Naambo jaya, Dermaga alam Dompo-dompo, Pantai Baku-baku, Pantai Sawaea, Pantai Wungkolo dan Telaga Air Panas Wungkolo, Air Terjun Kopea, Air Terjun Laa Wawonii, Pantai Oloa di Dimba serta Benteng Kerajaan Wawonii diTangkombuno. Dari sudut Sumber Daya Alam sejumlah potensi bahan tambang seperti nikel, pasir cromic, batubara, emas serta minyak bumi ada di pulau ini termasuk sumber daya lainnya seperti perikanan/kelautan, pertanian hortikultura, budaya dan pariwisata menjadi potensi yang sangat diharapkan menjadi potensi unggulan yang dapat memberi kontribusi sangat berarti untuk kemajuan bagi daerah ini. Pulau Wawonii menjadi lingkaran potensi emas yang kelak akan memberi sinar kesejahteraan. Dengan aset pembangunan yang ada akan mampu menjawab tantangan ketertinggalan bagi daerah ini sehingga masyarakat akan bisa menikmati kesejahteraan hidup dari potensi anugerah yang dimiliki pulau ini.

Kebijakan pemerintah pusat untuk membangun daerah tertinggal dan terpinggirkan adalah anugerah bagi Konawe Kepulauan sebagai daerah kepulauan adalah sangat tepat, karena memang tingkat sosial ekonomi masyarakat sangat rendah dan memungkinkan adanya keberpihakan pemerintah untuk melakukan upaya pengentasan kemiskinan di daerah ini. Untuk itu maka dibutuhkan kerjasama semua pihak baik pemerintah, unsur swasta dan masyarakat luas agar berjalan bersama dengan visi yang sama untuk menentukan cita-cita bersama.

Wawonii sebagai negeri impian yang menjanjikan akan memberi sinar hidup bagi setiap individu dan masyarakat dalam menentukan masa depan yang indah dan sejahtera.Disaat yang lalu sebelum wawonii mekar jadi kabupaten, pulau ini menjadi daerah yang terabaikan dan jarang mendapat perhatian, karena mungkin situasi kondisi wilayah yang amat sulit dijangkau. Di tambah dengan adanya image negatif yang telah menjadi label sejarah bahwa wawonii adalah daerah guna-guna, sehingga kemudian wawonii sangat jarang di kunjungi orang karena daerah ini tergolong sangat terisolir dan terpinggirkan. Namun kemudian berkah alam yang tuhan peruntukkan buat pulau ini dan menjadikannya sebagai daerah yang kaya akan potensi dan menjanjikan kesejahteraan bagi seluruhnya.

Orang tak perlu takut lagi ke wawonii karena berbagai image, ternyata Wawonii adalah surga yang di dambakan, negeri idaman bagi para pendewa dunia yang ingin menikmati hidupnya dengan santai. Walaupun pada tahun-tahun awal dimana daerah ini masih dalam proses mulai membangun sehingga hal-hal yang menjadi obsesi kenikmatan tidak akan instan untuk segera akan kita rasakan.

Dengan seabrek potensi yang dimiliki tentu amat logis jika pulau ini yang hanya berpenduduk kurang lebih 32.ooo jiwa, jika di kelola dengan bijak dan profesional tujuan untuk mewujudkan surga dalam kesejahteraan hidup akan dapat tercapai. Yang terpenting seluruh masyarkat dan pemerintah dapat menciptakan kondusifitas dan dinamika sosial yang sehat dalam membangun negeri ini kearah kemajuan.

AYO KE WAWONII,........ !


Langara, 18 Mey 2016

WAWONII BERSINAR
Share:

Akankah Keadilan Dan Kesejahteraan Tegak Di Bumi Kelapa

Akankah Keadilan dan Kesejahteraan Tegak di Bumi Kelapa..?



Salah satu issu penting yang diusung oleh pemerintahan baru Konawe Kepulauan adalah keadilan dan kesejahteraan dalam pengelolaan Sumber Daya Alam yang melimpah di pulau wawonii. Pulau yang kaya dengan sumber daya alam yang tersedia memberi jaminan mutlak bahwa masyarakat Wawonii yang hanya kurang lebih 32.000 jiwa kelak akan membawa daerah dan masyarakat Konawe Kepulauan mencapai cita-cita emasnya yakni Kesejahteraan yang berkeadilan dalam segala aspek kehidupan nyata. Dengan limpahan potensi sumber daya alam yang tersedia diperut bumi wawonii khususnya kawasan pesisir dan perairan laut, kawasan hutan, pertanian dan perkebunan darat serta bahan tambang/ mineral yang tersedia secara melimpah akan membawa negeri ini “ Merdeka “ bebas dari belenggu keterbelakangan untuk maju bersaing dengan daerah-daerah lain yang ada di sekitarnya.

Sungguh sebuah cita-cita luar biasa jika hal ini mampu dilakukan secara ideal berdasarkan keinginan-keinginan dasar pemerintahan untuk memberi kesajahteraan dan keadilan rakyat secara menyeluruh. Namun untuk mewujudkan cita-cita besar ini pula tidaklah mudah karena Konawe Kepulauan telah dihadapkan pada berbagai problem sosial yang secara struktural telah menjadi karakter dan budaya sosial yang mengakar bagi masyarakat sejak lama, antara lain sifat apatisme masyarakat dalam menemukan gagasan dan ide-ide kreatif terhadap pembangunan, budaya kemalasan serta sistem primordialisme dan kesenjangan sosial yang terjadi. Hal ini tentu tidak hanya berdampak pada pelayanan publik yang idealnya pemerintah bukan semata-mata menjadi suplier dan unsur penyedia akan tetapi masyarakat harus hadir sebagai unsur yang melayani dirinya sendiri dalam sistem pelayanan publik global. Sebagai contoh dalam sebuah sistem tata kelola pemerintahan yang baik harus mengedepankan kehadiran unsur masyarakat untuk memberi peran sistem pelayanan yang baik, agar tercipta kondisi di mana masyarakat harus menyadari bahwa kualiatas kesehatan masyarakat bukan dilihat pada tingkat kuantitas pelayanan dalam arti ketersediaan sarana prasarana dalam jumlah besar akan tetapi tingkat pemahaman masyarakat terhadap pentingnya hidup sehat sehingga masyarakat itu dapat menjaga diri dan lingkungannya terhadap kondisi kualitas hidup yang sehat pula. Lebih-lebih terkait masalah keadilan dan kesejahteraan masyarakat yang selalu menjadi bahan propagandisme politik semata yang sulit diwujudkan.

Keadilan dan kesejahteraan adalah dua mata rantai yang saling mengikat dan tak dapat dipisahkan, keduanya memiliki urgensi yang sama dan substansial terhadap masyarakat. Di mana keduanya adalah tagline atau ungkapan cita-cita moral yang selalu dijadikan visi pembangunan oleh setiap pemimpin bangsa namun keduanya hanya merupakan slogan yang sulit mewujudkannya. Kedua mata rantai ini hanya propagandais program dengan upaya-upaya pendekatan pembangunan yang dilakukan terus menerus sebagai alat untuk mengkooptasi kepentingan masyarakat dalam usaha mencapai tujuan politik pembangunan. Dalam pandangan ideologi greedy yang menempatkan manusia sebagai pemilik keserakahan kebendaan memang teramat sulit menciptakan kondisi untuk mencapai rasa keadilan masyarakat yang hakiki, karena keadilan dan kesejahteraan hanya konsumsi elitis yang memiliki kekuasaan hirarkis baik dari sudut pandang politik maupun ekonomi. Sehingga sesungguhnya masyarakat kecil marhaenis merupakan sasaran propagandais program yang selalu mencuat dan tak pernah selesai.

Bagi daerah baru tentunya seperti Konawe Kepulauan yang sebagian besar masyarakatnya memiliki tingkat ekonomi di bawah standar rata-rata menjadi obyek sasaran program pengentasan kemiskinan sehingga isu-isu kesejahteraan dan keadilan menjadi trend dan selalu diangkat kepermukaan.

Dalam kondisi demikian “ Akankah keadilan dan kesejahteraan tegak berdiri di bumi kelapa ? “ jawabannya nanti kita tunggu pada eksis pemerintahan baru dengan berbagai kebijakan pembangunan yang akan dilakukan melalui pendekatan-pendekatan strategis yang pro masyarakat bawah.

Langara, 6 Februari 2016

WAWONII BERSINAR

Share:

Recent Posts

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *