-
Menelusuri jejak Menguak Rahasia Mutiara Pulau Wawonii
Rona senja yang merarak langit di ufuk barat, ketika itu bola matahari yang terlihat sangat jelas. sinar yang semakin redup berwarna maron, hendak berjalan semu perlahan masuk kedalam peraduannya.
-
Dermaga Cinta
Ku mulai jalan ini mengayuh biduk bersama cahaya rembulan di tengah purnama, walau diantara buih meniti samudera dengan semangat yang melambung jauh untuk menggapai harapan, alangkah kerinduan dengan jiwa yang menepi laut tak kuasa untuk melangkah sampai tujuan.
-
SEKAPUR SIRIH ( PESAN PERKAWINAN )
Karena takdir sesuatu yang pasti akan terjadi Allah peruntukkan, entah kapan, dimana dan kepada siapa “ Jodoh “ itu Tuhan tunjukkan adalah sungguh menjadi rahasianya, namun itu pasti terjadi “
-
TAPUNO MASEKENO
Toponimi sebuah tempat atau daerah selalu mendasarkan pada inspirasi atau fenomena dari kejadian atau peristiwa yang ada didaerah tersebut untuk menjadi nama atau penyebutan sebuah daerah lazim menjadi tempat atau daerah penghunian.
-
Membangun Pariwisata Konawe Kepulauan Berbasis Budaya
Salah satu potensi yang sangat menjanjikan dalam rangka upaya menggali sumber-sumber pembiayaan pembangunan daerah di Kabupaten Konawe Kepulauan adalah sektor pariwisata.
REVOLUSI MENTAL KEPEMIMPINAN DAERAH KONAWE KEPULAUAN
Momentum Kebangkitan "WAWONII"
Perlunya Revitalisasi Kearifan Lokal Wawonii Dalam Pembangunan Daerah Konawe Kepulauan
Dalam era globalisasi yang banyak menawarkan gaya hidup pragmatis dan konsumtif, praktik hidup dengan gaya modern, glamour dan kebebasan berekspresi adalah hal yang mereduksi tata nilai budaya dan kearifan yang menjadi pusaka leluhur nenek moyang.Secara faktual dapat kita saksikan bagaimana kearifan lokal yang sarat kebijakan dan filosofi hidup nyaris tidak terimplementasikan dalam praktik hidup yang makin pragmatis. Kebiasaan-kebiasaan tradisi yang bernilai kesantunan sosial seakan terkikis dan mulai ditinggalkan secara perlahan.
Kearifan Lokal juga dapat di maknai sebagai Identitas dan Ideologi Bangsa, yang menuntun masyarakat kedalam hal pencapaian kemajuan dan keunggulan, etos kerja, serta keseimbangan dan keharmonisan alam dan sosial. Sehingga dalam banyak hal tentang etika masyarakat terkait sikap hidup yang mencerminkan akan nilai-nilai budaya dapat mengimplikasi moral ajakan semangat dan etos kerja untuk meraih keunggulan, juga dalam hal keharmonisan sosial dan alam. Budaya wawonii pun yang mengenal prinsip gotong royong dan toleransi termasuk kearifan lokal yang bersifat menjaga dan melestarikan alam sehingga alam atau hutan harus dapat dimanfaatkan seperlunya bukan untuk dikuras habis yang berakibat pada dampak lingkungan yang lebih besar dan menyebabkan manusia menjadi korbannya. Peristiwa-peristiwa alam seperti banjir, longsor dll merupakan bencana yang timbul karena tidak adanya keseimbangan alam yang terjadi atas ulah manusia yang mengesampingkan kearifan lokal sebagai falsafah hidupnya.
Pulau Wawonii yang memiliki potensi dengan sumber daya alam yang melimpah idealnya,Wawonii dalam kurun waktu tertentu harus menjadi daerah yang maju, dengan konsep membangun Kota yang ramah lingkungan dengan hutan akan tetap terjaga kelestariannya. Perlu di ingat bahwaWawonii hanyalah pulau kecil yang jika eksploitasi lingkungan terus dilakukan maka akan terjadi gradasi struktur lingkungan yang ekstrim dan pada gilirannya akan terjadi kehancuran habitat dan ekosistem makhluk hidup terutama berkurangnya debit sumber daya air yang menjadi kebutuhan dasar manusia. Hal ini perlu upaya pelestarian alam atau lingkungan dengan melakukan gerakan lestari alam yang bertujuan untuk menjaga sendi-sendi lingkungan agar tidak terjadi penghancuran termasuk merevitalisasi hutan mangrove sebagai penyangga pantai bagi kehidupan sumber daya pesisir.
Dalam masyarakat Wawonii sendiri sering terjadi aktifitas ekstrim yang mereduksi nilai-nilai toleransi dan kearifan. Pada konteks perubahan nilai sosiokultural juga terjadi pergeseran orientasi nilai. Masyarakat yang cenderung makin pragmatis dan berorientasi pada budaya uang serta terperangkap dalam gaya hidup konsumtif yang disodorkan kekuatan global kapitalisme.Secara ekstrem dapat dikatakan bahwa kearifan lokal yang kita miliki mirip benda pusaka, yang kita warisi dari leluhur, kita simpan dan kita pelihara, tetapi kita tidak mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan nyata sehingga pusaka tersebut sia-sia merespons tantangan zaman yang telah berubah. Dalam kaitannya dengan kearifan lokal dan realitas yang terjadi kini bahwa pembangunan di Indonesia yang terpaku pada pertumbuhan ekonomi semata telah mengabaikan kearifan lokal dan menimbulkan potensi konflik vertikal dan horizontal di kemudian hari.
Kearifan lokal adalah warisan masa lalu yang berasal dari leluhur, yang tidak hanya terdapat dalam sastra tradisional sebagai refleksi masyarakat penuturnya, tetapi terdapat dalam berbagai bidang kehidupan nyata, seperti filosofi dan pandangan hidup, kesehatan, dan arsitektur. Dalam dialektika hidup-mati (sesuatu yang hidup akan mati), tanpa pelestarian dan revitalisasi, kearifan lokal pun suatu saat akan mati. . Kearifan lokal acap kali terkalahkan oleh sikap masyarakat yang makin pragmatis, yang akhirnya lebih berpihak pada tekanan dan kebutuhan ekonomi
Kearifan lokal hanya akan abadi kalau kearifan lokal terimplementasikan dalam kehidupan konkret sehari-hari sehingga mampu merespons dan menjawab arus zaman yang telah berubah. Kearifan lokal juga harus terimplementasikan dalam kebijakan negara, misalnya dengan menerapkan kebijakan ekonomi yang berasaskan gotong royong dan kekeluargaan sebagai salah satu wujud kearifan lokal kita. Untuk mencapai itu, perlu implementasi ideologi dalam berbagai kebijakan negara.
Revitalisasi kearifan lokal dalam merespons berbagai persoalan akut bangsa dan negara ini, seperti korupsi, kemiskinan, dan kesenjangan sosial hanya akan berjalan dengan dukungan kebijakan negara dan keteladanan. Tanpa itu, kearifan lokal hanya merupakan aksesori budaya yang tidak bermakna. Kearifan lokal di banyak daerah pada umumnya mengajarkan budaya malu (jika berbuat salah). Akan tetapi, dalam realitas sekarang, budaya malu itu telah luntur.
Kita memiliki “aset spiritual” berupa kearifan lokal dan etika agama yang ada. Namun, dalam perjalanan sejarah, tampaknya daerah kita semakin terkooptasi oleh berbagai kepentingan ekonomi dan politik global yang didominasi oleh negara maju. Tanpa revitalisasi, kearifan lokal yang sesungguhnya juga merupakan identitas bangsa, kita akan semakin kehilangan jati diri di tataran nasional dan dunia.
Langara, 20 Maret 2016
WAWONII BERSINAR
WAWONII.....!!! Apanya yang menarik...?
Apanya yang menarik?
Oleh : Arief Gazali Sidek
Kalau kita perhatikan pada peta Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau-pulau nusantara akan terlihat sbuah pulau unik dan menarik berbentuk hati atau love, salah satu pulau unik di antara lima pulau di dunia yang menyerupai cinta dan pulau tersebut secara geografis berada di antara gugusan pulau-pulau di jazirah tenggara bagian timur pulau Sulawesi atau Sulawesi Tenggara. Pulau ini bernama pulau Wawonii yang sekarang telah menjadi cakupan wilayah kabupaten Konawe Kepulauan yang berdiri pada bulan Mei 2013.
Pulau Wawonii telah dikenal sejak lama sebagai salah satu pemerintahan kerajaan mandiri yang setara dengan kerajaan-kerajaan lai nusantara dengan pusat pemerintahannya bernama Tangkombuno sekitar 5 Km kearah utara dari Kelurahan Ladianta. Kerajaan Wawonii telah meninggalkan jejak sejarah yang ditandai dengan benteng Kerajaan yakni ; Benteng Kontara atau Tangkombuno, benteng Wawobuku, benteng Wawolelu, benteng Wawongkeuwatu, benteng Kontara II di Kecamatan Wawonii Selatan atau Bobolio dan Istana Raja yang megah dan artistik WATUNTINAPI diatas benteng TANGKOMBUNO. Tentu saja dengan melihat bentuknya pulau ini yang menyerupai love atau cinta telah menarik perhatian banyak orang untuk ingin mengetahuinya lebih dekat, apalagi pulau ini dahulu sangat terkenal karena image ilmu hitamnya yang memang terbukti sangat ampuh dan mumpuni sehingga kemudian pulau ini dinamai pulau GUNA-GUNA.
Tentang apa sesungguhnya yang ada dan menarik dibalik pulau ini tentunya telah menjadi bagian yang harus diungkap apalagi pulau wawonii memiliki potensi wisata yang tidak hanya menarik perhatian tetapi membuat decak kagum dunia para tourizm, karena ternyata pulau wawonii menyimpan galeri keindahan alam yang masih sangat perawan yang bisa di kembangkan sebagai destinasi wisata unggulan baik lokal maupun manca negara.
Pulau Wawonii yang berbentuk hati mengandung makna fiosofis bahwa pulai ini adalah pulau kecintaan atau pulau kebajikan dimana setiap manusia yang lahir dan berada di pulau ini akan memiliki kepribadian dan daya jiwa yang mencerminkan sikap-sikap yang rendah dan bijak, memiliki rasa kasih sayang terhadap sesama dan melahirkan inspirasi cinta pada alam dan lingkungan. Sungguhpun demikian manusia dalam berbagai aktifitasnya selalu menyimpang dari kondisi ideal tentang hakikat dan urgensi kehidupan, sehingga terjadi kerusakan lingkungan yang diakibatkan karena ulah manusia sendiri.
Apanya yang menarik !
Wawonii ibarat medan magnet yang dapat menangkap benda-benda logam disekitarnya, karena itu wawonii mendapat julukan sebagai pulau anugerah atau mustika yang terpendam “ The Greates eko island “. Banyak hal yang membuat pulau ini menjadi daya tarik mulai dari arsitektur alamnya yang eksotik dan indah,maupun potensi sumber daya alam yang terpendam untuk di kelola sebagai sumber-sumber pendapatan daerah. Disepanjang garis pantai pulau wawonii 178 Km merupakan spot-spot wisata yang menarik, karena itu pulau wawonii berpotensi menjadi surga bagi wisatawan.
Diantara spot-spot obyek wisata tersebut antara lain : Pantai Kampa, Air Terjun Tumburanao, Air Terjun Tiima dan Wonua Lelei di Dimba, pantai Kekea, Pantai Tengkera di Naambo jaya, Dermaga alam Dompo-dompo, Pantai Baku-baku, Pantai Sawaea, Pantai Wungkolo dan Telaga Air Panas Wungkolo, Air Terjun Kopea, Air Terjun Laa Wawonii, Pantai Oloa di Dimba serta Benteng Kerajaan Wawonii diTangkombuno. Dari sudut Sumber Daya Alam sejumlah potensi bahan tambang seperti nikel, pasir cromic, batubara, emas serta minyak bumi ada di pulau ini termasuk sumber daya lainnya seperti perikanan/kelautan, pertanian hortikultura, budaya dan pariwisata menjadi potensi yang sangat diharapkan menjadi potensi unggulan yang dapat memberi kontribusi sangat berarti untuk kemajuan bagi daerah ini. Pulau Wawonii menjadi lingkaran potensi emas yang kelak akan memberi sinar kesejahteraan. Dengan aset pembangunan yang ada akan mampu menjawab tantangan ketertinggalan bagi daerah ini sehingga masyarakat akan bisa menikmati kesejahteraan hidup dari potensi anugerah yang dimiliki pulau ini.
Kebijakan pemerintah pusat untuk membangun daerah tertinggal dan terpinggirkan adalah anugerah bagi Konawe Kepulauan sebagai daerah kepulauan adalah sangat tepat, karena memang tingkat sosial ekonomi masyarakat sangat rendah dan memungkinkan adanya keberpihakan pemerintah untuk melakukan upaya pengentasan kemiskinan di daerah ini. Untuk itu maka dibutuhkan kerjasama semua pihak baik pemerintah, unsur swasta dan masyarakat luas agar berjalan bersama dengan visi yang sama untuk menentukan cita-cita bersama.
Wawonii sebagai negeri impian yang menjanjikan akan memberi sinar hidup bagi setiap individu dan masyarakat dalam menentukan masa depan yang indah dan sejahtera.Disaat yang lalu sebelum wawonii mekar jadi kabupaten, pulau ini menjadi daerah yang terabaikan dan jarang mendapat perhatian, karena mungkin situasi kondisi wilayah yang amat sulit dijangkau. Di tambah dengan adanya image negatif yang telah menjadi label sejarah bahwa wawonii adalah daerah guna-guna, sehingga kemudian wawonii sangat jarang di kunjungi orang karena daerah ini tergolong sangat terisolir dan terpinggirkan. Namun kemudian berkah alam yang tuhan peruntukkan buat pulau ini dan menjadikannya sebagai daerah yang kaya akan potensi dan menjanjikan kesejahteraan bagi seluruhnya.
Orang tak perlu takut lagi ke wawonii karena berbagai image, ternyata Wawonii adalah surga yang di dambakan, negeri idaman bagi para pendewa dunia yang ingin menikmati hidupnya dengan santai. Walaupun pada tahun-tahun awal dimana daerah ini masih dalam proses mulai membangun sehingga hal-hal yang menjadi obsesi kenikmatan tidak akan instan untuk segera akan kita rasakan.
Dengan seabrek potensi yang dimiliki tentu amat logis jika pulau ini yang hanya berpenduduk kurang lebih 32.ooo jiwa, jika di kelola dengan bijak dan profesional tujuan untuk mewujudkan surga dalam kesejahteraan hidup akan dapat tercapai. Yang terpenting seluruh masyarkat dan pemerintah dapat menciptakan kondusifitas dan dinamika sosial yang sehat dalam membangun negeri ini kearah kemajuan.
AYO KE WAWONII,........ !
Langara, 18 Mey 2016
WAWONII BERSINAR
Tata Peradaban Masyarakat Wawonii Bagian Dari Visi Pembangunan Konawe Kepulauan
Menyadari akan hal itu tentu saja menjadi perhatian besar dan prioritas pimpinan daerah Kabupaten Konawe Kepulauan dalam rangka menyusun format kerangka acuan program dalam membangun Kabupaten Konawe Kepulauan sebagai daerah otonomi baru yang dihadapkan pada berbagai dimensi persoalan, terutama kemampuan sumber daya manusia dalam mengelola sumber daya alam sebagai bazis potensi pembangunan daerah. Sinergisitas antara pengembangan sumber daya manusia sebagai penggerak dinamika pembangunan disatu sisi dan langkah-langkah kongkrit kebijakan untuk mengeksplor sumber daya alam yang tersedia sebagai sumber daya ekonomi pembiayaan pembangunan di sisi yang lainnya, merupakan dua sisi ibarat mata uang yang dua-duanya sangat vital dan menentukan dalam rangka pengelolaan sumber daya pembangunan menuju perwujudan cita-cita masyarakat dan daerah yakni kemandirian terhadap belenggu keterbelakangan sesuai visi kepemimpinan daerah.
Berbagai strategi dan pendekatan tentu dapat dilakukan dalam upaya kearah itu, salah satu strategi prioritas yang harus dilakukan adalah Lintas pembangunan kawasan berbasis rantai ekonomi masyarakat. Hal itu tentu merupakan upaya pendekatan sosial ekonomi yang memiliki tujuan dan urgensi penting untuk menempatkan manusia sebagai komponen yang memiliki martabat dalam dimensi kesejahteraan.
Untuk menjamin tata peradaban masyarakat dalam transformasi budaya, kesejahteraan menjadi unsur yang memegang peranan penting, karena gerak dinamika perubahan dalam sebuah sistem sosial ternyata nilai-nilai ekonomi menjadi tolok ukur yang fantastik untuk menentukan gerak dinamika pembangunan masyarakat sebagai perubahan sosial. Hal ini tentu saja menjadi poin penting dalam memenuhi agenda-agenda pembangunan sosial masyarakat Wawonii menuju cita-cita semesta yakni mewujudkan lingkaran hati emas. Upaya kebijakan ekonomi lingkar kawasan oleh Pemerintah Daerah Konawe Kepulauan yang akan dituangkan dalam garis-garis kebijakan daerah merupakan strategi kebijakan yang memberi atensi pada peningkatan martabat sosial masyarakat Wawonii yang selama ini terkesan bukan hanya terbelenggu dan keterbelakangan tetapi lebih jauh masyarakat Wawonii telah mengalami marginalisasi, ketertindasan serta keterjajahan ekonomi dan sosial budaya.
Dalam pandangan filsafat sosial bahwa nilai manusia tergantung pada keberdayaan masyarakat dalam sebuah interaksi sosial dimana manusia memiliki martabat, harga diri, bebas dari keterkungkungan atau isolasi akses hidup yang bernilai ekonomi sosial. Oleh karena itu kesejahteraan ekonomi merupakan mainset perubahan sosial menuju upaya mewujudkan tata peradaban masyarakat dunia baru yang dicita-citakan bersama.
Masyarakat Wawonii sebagai pemilik sah budaya dan peradaban leluhur sepatutnya menjadi obyek pengembangan sendi-sendi spritualitas dan kulturalisme empirik tata nilai, sehingga seyogyanya masyarakat memiliki nilai-nilai martabat sebagai entitas sosial yang menentukan terhadap identitas jati diri dan bangsa. Maka untuk tegaknya perdaban masyarakat budaya menjadi pilar utama yang harus menjadi prioritas dalam pembangunan karakter bangsa. Masyarakat Wawonii adalah masyarakat heterogen pluralisme lokal yang menggambarkan kebinekaan berbagai suku dan berdiam menetap tersebar di tujuh kecamatan di pulau Wawonii. Untuk mengangkat harkat dan martabat terutama menyangkut kebutuhan dasar masyarakat dan akses mobilitas transportasi, jalan lingkar dan kelistrikan menjadi issu penting yang harus di prioritaskan terutama di wilayah Wawonii Selatan dan Tenggara. Kedua hal tersebut menjadi pemandangan kurang menarik yang selalu disuarakan masyarakat ketika berbicara soal peradaban. Masyarakat menjadi tidak elok dan santun dan bahkan mencibir kalau ketika berbicara tentang pembangunan wawonii, sementara jalan lingkar yang menjadi dambaan setiap orang masih saja menjadi persoalan. Namun demikian Pemerintah daerah telah menjadikan program jalan lingkar dan kelistrikan sebagai bagian pendekatan strategi yang harus dan segera di laksanakan.
Hal-hal menarik yang lain tentu masih sangat banyak menjadi perhatian Pemerintah daerah ini, namun harus disadari pula bahwa berbicara pembangunan itu sifatnya bertahap dan berkelanjutan. Visi misi program lima tahunan akan menjadi kerangka acuan pembangunan untuk menentukan arah, tujuan dan sasaran pembangunan yang akan dicapai sehingga kemudian issu strategis penting akan menjadi muatan program kegiatan dalam rangka menciptakan kondisi masyarakat menuju tatanan peradaban dengan nilai-nilai budaya yang beragam.
Langara, 5 Februari 2016
WAWONII BERSINAR
Membangun Pariwisata Konawe Kepulauan Berbasis Budaya
Langara, 18 Februari 2016
WAWONII BERSINAR
Wawonii
Karya : Arief Gazali Sidek
Wahai Saudara ku semua,
adalah entitas masyarakat dalam kesatuan yang bulat,
memiliki budaya dan adat istiadat yang utuh
hingga kita memiliki ketahanan peradaban yang kuat.
Marilah kita bersama bergerak melangkah dengan arah yang sama,
bersatu memikul beban dengan kekuatan bersama
dan menjalin persaudaraan dengan kepentingan bersama.
Kalau saja kita berbeda karena kepentingan yang berlainan
maka itu adalah rahmat diantara kita.
Karena itu perbedaan adalah kekuatan yang kita punya
untuk sebuah persatuan dalam mencapai keberhasilan.
Alangkah kita berbahagia semua,
Diantara kita adalah umat yang satu dan bersaudara.
Betapa diantara kita memiliki kepribadian dan jati diri yang utuh.
Tanpa sekat yang membedakan kita
karena kita pun adalah kesatuan dalam
persaudaraan yang sempurna.
Karena itu kita pupuk kebersamaan,
persatuan dan rasa persaudaraan yang tinggi
dengan prinsip SAMA SATU DARA
(bersama, bersatu dan bersaudara ) atau ASAREA KITA.
Kalau kita bersama karena kepentingan
maka pada saatnya nanti akan berpisah,
kalau kita bersatu karena kepentingan itu pun akan berakhir
tetapi kalau kita bina persaudaraan dalam segala kepentingan
niscaya itu akan ABADI.
Mengapa diantara kita harus berbeda dan berlainan,
berselisih dan bertikai,
bertentangan dan berlawanan,
berperang dan bermusuhan.
Kalau ternyata hidup itu indah kenapa harus bertikai.
Wahai Keluargaku semua,
saatnya kini kita mulai menata pembangunan
dengan kemampuan yang kita punya,
melahirkan ide serta gagasan yang kita miliki,
menyumbangkan karya yang kita ciptakan.
Karena itu berperang boleh saja
tapi perang dengan hasil karya pada pembangunan,
boleh berbeda dan berlainan
tapi terhadap perbedaan ide dan gagasan yang brilian,
bisa bertentangan dan berlawanan
tetapi berlomba dan bersaing dalam soal kinerja dan prestasi
yang gemilang untuk pembangunan daerah.
Oleh karena itu kita semua mestinya harus bangga
bahwa ternyata kita memiliki daerah yang kelak memakmurkan kita.
Seabrek potensi yang terpendam dalam bumi,
Laut terhampar dengan pantai yang eksotik nan indah.
Panorama alam gunung, air terjun dan sungai-sungai,
Semua adalah anugerah yang tercipta untuk kemaslahatan kita.
Pelihara lingkungan dan alam, jaga laut dan pantai
serta potensi pesisir yang ada.
jangan biarkan pulau ini rusak karena ulah tangan kita sendiri,
jaga hutan dan sumber air kita,
agar semua dapat terjaga dan menjadi bumi yang indah,
asri dan menyenangkan.
Nikmati hidup dengan alam dan lingkungan yang sehat dan Bersih, Elok, Ramah, Santun dan Indah agar tercipta rasa Nyaman dengan pemandangan yang Asri serta Religius ( BERSINAR ).
Sehingga akan tercipta nuansa kebatinan yang tinggi dan mulia
sebagai cita-cita bangsa.
Jikalau semua itu dapat dicapai
dalam wujud hakiki sebuah perjuangan
maka Negeri ini akan bersinar dalam berbagai aspek kehidupan
menuju kesejahteraan.
Intensitas karya adalah keharusan,
tuntutan mutlak dalam perubahan zaman.
Tanpa itu kita tidak bisa maju dan mandiri.
Mari semua singsingkan lengan baju dan berkarya untuk daerah ini,
agar kita memiliki harkat dan martabat dalam tata pergaulan bangsa.
Kelak kita memberi kontribusi berharga,
sumbangsih yang sarat nilai dan simbol kemuliaan
pada sendi-sendi kehidupan.
Inilah kenyataan dari sebuah cita-cita moral perjuangan,
perwujudan hakiki dari nilai-nilai aktual zaman baru.
Dan ini adalah pengejawantahan
atas kehendak rakyat yang dimiliki.
Gaung kan di seantero jagad,
buah karya anak bangsa yang patut kita persembahkan
yang tercatat sebagai sejarah abadi.
Langara, 27 Februari 2016
WAWONII BERSINAR
Wawonii Bersinar Sebagai Agen Of Change
Nilai-nilai budaya dan peradaban modern, konstruk dinamika berfikir ekstensif serta pandangan eksploratif milenium dunia baru menjadi piranti elaborasi akulturatif dalam faham ideologi zaman yang mengkultuskan perangkat teknologi informasi sebagai miniatur alam, menjadi pemandangan menarik pada tata kehidupan manusia, yang kemudian unsur-unsur moralitas dan etika harus hadir pula sebagai piranti pencerahan untuk membentuk watak, jiwa dan karakter dalam upaya membangun kepribadian dan tatanan kehidupan masyarakat dalam berbagai dimensi.
Kompleksitas persoalan yang dihadap manusia tersebut membutuhkan formula gagasan dan ide-ide kreatif untuk memberi solusi alternatif, agar masyarakat sebagai subyek pembangunan dapat memberi kontribusi positif yang terarah dan memiliki pencahayaan berfikir. Dalam upaya kearah itu maka WAWONII BERSINAR hadir sebagai identitas gerakan moral perubahan dalam aspek fundamental yang memiliki tujuan mulia dan mendasar. Gerakan ini tidak hanya pada tataran desain arus pemikiran global, konsep -konsep pragmatis dan ide-ide serta program pembangunan fisik material semata, akan tetapi lebih jauh bertujuan untuk membangun substansi tatanan suprastruktur sosial melalui gagasan dan mainset konstruk berfikir dinamis yang memberi pencerahan, watak dan karakter untuk melahirkan karya-karya sebagai produk entitas manusia dalam pembangunan moral bangsa atau carakter building.
Kehadiran Wawonii Bersinar sebagai cita-cita besar, memiliki arah dan haluan yang ingin dicapai dalam sebuah perspektif masa depan Wawonii, sehingga kemudian wawonii bersinar seyogyanya menjadi mainstream kebijakan strategis yang harus di implementasikan dalam bentuk gerakan moral yang melahirkan konsep-konsep pembangunan masyarakat khususnya pada tataran desain arsitektur pengembangan sumber daya manusia sebagai penggerak sumber daya pembangunan.
Dalam banyak hal dari setiap aspek persoalan yang dihadapi Konawe Kepulauan sebagai kabupaten baru tentu merupakan pekerjaan rumah yang tidak akan pernah selesai, sehingga membutuhkan partisipasi aktif dari banyak pihak, terutama hadirnya unsur masyarakat dan steckholder sebagai salah satu elemen penting dari sisi obyek penderita yang turut serta berafiliasi dalam pembangunan secara universal. Hal ini tentu saja dibutuhkan kontribusi banyak pihak terutama pada ruang-ruang praksis, tekhnis operasional, kompetitif, profesional dan berdaya saing serta memiliki kompetensi bidang yang mumpuni, layak dan terukur.
Langkah-langkah lebih maju dan elegan menjadi atensi besar yang dimiliki Wawonii Bersinar sebagai Gerakan membangun carakter bangsa. Sehingga seyogyanya Wawonii Bersinar menjadi AGEN OF CHANGE atau agen perubahan yang memiliki konsep serta formulasi gagasan program yang berlandaskan pada 3 (tiga) dimensi pokok yakni : MILENIUM, MAJU dan MANDIRI yang mendasarkan pada sendi-sendi budaya dan peradaban masyarakat.
Ketiga unsur tersebut menjadi landasan serta pijakan untuk membuat formulasi konsep gagasan untuk membangun Visi perspektif masa depan yakni “ MEWUJUDKAN WAWONII SATURNUS ISLAND “
Dari Inspirasi visi masa depan ini Wawonii Bersinar sebagai lembaga akan menyusun desain program kegiatan yang kemudian akan di implementasikan kepada masyarakat dan daerah sebagai manisfestasi nilai kreatifitas lembaga untuk aktif memberi andil dan harapan kemajuan dalam mencapai cita-cita luhur dan kesejahteraan masyarakat.
Ilustrasi tiga dimensi dasar pemikiran tersebut dapat diurai sbb :
MILENIUM
Membangun Wawonii berarti perspektif membangun masa depan,sebuah upaya membangun tatanan masa seribu tahun. Membangun Wawonii berarti membuat desain konsep formulasi tatanan yang kuat dan kokoh, sehingga ibarat membangun gedung seribu tingkat seyogyanya kita membuat fondasi dasar wawonii yang kokoh untuk masa seribu tahun yang akan datang. Sebuah konsep program spektakuler yang diletakan berdasarkan imajinasi dan impian masa depan yang mengilustrasi ketangguhan akan masa depan generasi untuk mencapai cita-cita emas menuju kemajuan, kemakmuran dan kesejahteraan.
Dalam konteks ini Wawonii Bersinar sebagai gerakan moral untuk MEWUJUDKAN WAWONII SATURNUS ISLAND “
Merupakan sebuah visi gambaran masa depan Wawonii yang memberi sinar pencahayaan pada berbagai aspek kehidupan masyarakat dengan pemberdayaan potensi sumber daya alam yang terkandung di bumi Wawonii untuk kepentingan kemaslahatan rakyat seluruhnya.
Visi ini bukanlah impian hampa tanpa kenyataan, bukan ide gila tanpa fakta, Tetapi sebuah inspirasi, dinamika konstruk berfikir yang tajam untuk membangunkan gagasan visioner terhadap pembangunan daerah Konawe Kepulauan yang dimulai dengan pembangunan infrastruktur dasar jalan lingkar pulau Wawonii sepanjang 134 KM. Kemudian menyusul pembangunan prasarana energi kelistrikan dengan membangun tiang lampu penerangan median jalan lingkar yang mengitari pulau ini. Sungguh menakjubkan yang ketika pesawat udara sedang melintasi pulau ini dimalam hari akan terlihat jelas sebuah fenomena alam yang terjadi, adanya pulau yang dilingkari cahaya berbentuk cincin seperti Planet Saturnus di alam jagad raya tata surya kita.
Sungguh fenomenal, ini sebuah fakta bukan mimpi. Ini sebuah kenyataan bukan khayalan seperti cerita yang digambarkan pada film-film animasi.
Pulau Wawonii telah nyata sebagai pulau Saturnus sebagai wilayah Kabupaten Konawe Kepulauan di jazirah Sulawesi Tenggara bagian timur.
Azas pandangan milenium terhadap gagasan dan ide-ide pembangunan merupakan poin penting yang menjadi dasar pemikiran untuk membuat program dan desain perspektif masa depan pulau Wawonii. Gagasan Wawonii Bersinar menjadi bluprint yang spektakuler untuk menjawab kemajuan zaman dengan teknologi serba canggih. Kita telah lahir diabad generasi teknologi mutakhir, yang seharusnya konsep-konsep brilian pembangunan harus diletakkan pada landasan teknologikal tanpa mengabaikan azas-azas budaya dan nilai peradaban masyarakat. Kita tidak hanya mendewakan ideologi kemajuan yang membutakan moral dan etika, elaborasi pemahaman tradisi, konsep budaya dan adat istiadat, namun azas kemajuan merupakan piranti pencerahan nuansa kebatinan dalam menata hidup menuju cita-cita kesejahteraan yang hakiki.
M A J U
Dimensi pragmatis aktualisasi perubahan baik pada perubahan fisik material maupun struktur dinamika sosial sebagai konsekwensi logis pembangunan. Pembangunan telah merubah sistem nilai tradisi masyarakat kedalam bingkai budaya dan peradaban.
Sebuah perubahan struktural yang terjadi adalah implikasi dan ekses kemajuan masyarakat dalam dimensi pembangunan.
Dalam konteks ini, masyarakat harus melakukan perubahan diri baik secara perlahan dalam bentuk evolusi nilai maupun dalam perubahan radikal revolusioner yang tajam. Ataupun perubahan yang terjadi untuk mereform kembali fungsi-fungsi struktur kelembagaan dan tatanan masyarakat sipil secara profesional dan proporsional atau yang disebut Reformasi.
Sistem perubahan yang terjadi demikian adalah sebuah proses dinamis yang menjadi tuntutan dinamika zaman dalam bentuk kemajuan berfikir masyarakat untuk mengapresiasi perkembangan kehidupan.
Maju menjadi faktor penting tututan dialektika perubahan dalam kancah modernisasi, sehingga manusia harus memiliki prinsip-prinsip modernitas untuk merobah kondisi zaman menjadi entitas hidup yang mampu membawa dirinya pada sebuah peradaban mutakhir. Bagi daerah Konawe Kepulauan sebagai bagian penting dari integrasi dunia adalah sebuah keharusan yang mutlak, agar bagaimana masyarakat memiliki wawasan terhadap pengembangan wilayah dalam rangka perubahan tata nilai masyarakat menjadi bangsa yang besar dan bermartabat.
Masyarakat harus memiliki sumber daya yang cerdas dan memiliki kompetensi yang cukup untuk bisa berdaya saing, sehingga daerah dengan seabrek potensinya tidak ketinggalan atau termarginalkan. Basis pandangan kemajuan merupakan faktoryang menentukan dalam upaya mensejajarkan diri pada konteks kemajuan pembangunan daerah. Oleh karena itu maka pengembangan SDM menjadi kata kunci dalam upaya pemberdayaan potensi menjadi sebuah
daerah yang maju dan mandiri.
Daerah seperti Konawe Kepulauan yang memiliki SDM terbatas perlu mendatangkan otak-otak bagus dan cerdas dan memelihara otak-otak bagus dan cerdas yang sudah ada dan terus melakukan upaya-upaya pengembangan SDM terhadap generasi dini, agar kelak dalam masa yang akan datang Konawe Kepulauan dapat memiliki sumber daya manusia yang handal untuk mengelola dan membawa daerah ini menjadi sebuah daerah yang maju dalam berbagai bidang.
Dalam kaonteks ini kemudian Wawonii Bersinar hadir mengambil peran positif, sebagai unsur lembaga elemen masyarakat yang akan memberi kontribusi ide serta gagasan untuk mendorong pengembangan Konawe Kepulauan dalam mencapai cita-cita harapan yang ingin diwujudkan.
MANDIRI
Substansi otonomi baru bukan hanya sebagai angin surga yang telah diberikan oleh pemerintah pusat kepada daerah, tetapi memiliki esensi makna kemandirian untuk mengelola daerah sendiri atas potensi yang dimiliki.
Tentu saja kemandirian memiliki urgensi kemampuan, kekuatan dan kesanggupan mengurusi daerah sendiri. Tetapi titik berat kemandirian dapat dipahami bahwa daerah harus memiliki kekuatan baik pada sumber daya manusia atau SDM maupun pada kemampuan SDA yang tersedia untuk membiayai sumber daya pembangunan daerah.
Konawe Kepulauan sebagai daerah otonomi baru memiliki sumber daya alam yang besar yang jika dikelola dengan baik akan memberi kesejahteraan bagi masyarakat, namun sebagai daerah baru yang memiliki SDM terbatas tentu merupakan kendala untuk mengelola SDA yang sekalipun melimpah.
Bagi pemerintah daerah tentunya harus memiliki kiat-kiat untuk mengelola aset-aset pembangunan yang ada dengan mengoptimalkan sumber daya pembangunan yang tersedia, agar kemudian pengelolaan pembangunan yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat dapat terwujud.
Berangkat dari ketiga azas tersebut telah menjadi landasan berfikir Wawonii Bersinar dalam membuat desain konsep, wawasan dinamika perubahan serta mindset orientasi kajian empirik terhadap persepsi pemahaman akulturasi budaya sebagai pilar utama kebangkitan Wawonii pada tataran global dunia.
Sehingga budaya dan peradaban menjadi mainstream pembangunan carakter bangsa yang menjadi perekat sistem nilai untuk keberlanjutan mentaliteit sumber daya pembangunan.
Sebagai wadah pengembangan kreatifitas yang bernama : Lembaga Sanggar Kreasi Ide WAWONII BERSINAR memiliki tujuan dan Program Kegiatan antara lain :
TUJUAN
o Mendukung program pemerintah dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat , dengan memberikan perhatian, dukungan, bantuan dan pengembangan pengetahuan, pendidikan serta wawasan dengan mengikut sertakan masyarakat secara aktif pada proses pembangunan nasional dan daerah dalam upaya meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat guna mewujudkan masa depan yang lebih baik
o Membina, meningkatkan dan mengembangkan sumber daya manusia (sdm) sehingga mampu mengaktualkan iman dan takwa (imtak) dan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dalam kehidupan sehari-hari, mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam (sda) secara lestari dan berkelanjutan.
o Merangsang tumbuhnya minat, bakat, ide serta gagasan generasi muda dan masyarakat untuk berkreasi dan mengembangkan potensi yang dimiliki dalam berbagai bidang, khususnya dalam bidang-bidang seni kreatif
o Menggali, melestarikan serta mengembangkan potensi seni dan budaya tradisional daerah wawonii yang sudah mulai punah
o Menginspirasi lahirnya elaborasi seni, budaya dan tradisi masyarakat dalam berbagai etnis/suku dan golongan sebagai potensi kearifan pluralisme lokal yang menjadi miniatur dunia
o Berpartisipasi aktif dalam membantu pemerintah daerah untuk melestarikan dan mengembangkan seni dan budaya wawonii menjadi kekayaan kearifan lokal nusantara
o Menginspirasi, menggali, melahirkan dan melestarikan serta mengembangkan bentuk kreatifitas generasi muda dan masyarakat dalam berbagai aspek potensi dalam rangka meningkatkan pembangunan dan kemajuan daerah kabupaten konawe kepulauan
PROGRAM KEGIATAN
o Melakukan penyuluhan tentang konservasi dan pelestarian lingkungan
o Mengembangkan sumber daya manusia dan merangsang ide-ide kreatif masyarakat
o Melakukan pendampingan kepada masyarakat guna mengembangkan potensi sumber daya pesisir, kelautan, perikanan serta pertanian
o Melakukan gerakan kegiatan sosial masyarakat
o Mengembangkan potensi ekonomi kreatif
o Melakukan penyuluhan tentang informasi hidup sehat dan pengobatan tradisional
o Mengembangkan nilai-nilai spritual dan religius
o Mengembangkan dan melestarikan nilai-nilai seni, budaya dan sastra
o Mengembangkan potensi wisata daerah dan olah raga rekreatif
o Mengembangkan dan melestarikan nilai-nilai kearifan lokal segala sesuatu dalam arti seluas-luasnya sepanjang tidak bertentangan dengan anggaran dasar
Dari azas tujuan dan program yang telah dicanangkan oleh Lembaga Wawonii Bersinar, perspektif budaya dan peradaban menjadi atensi besar titik kajian yang amat sangat perlu dikembangkan, karena budaya adalah RUH dan sumbu pencerah bagi identitas sebuah daerah atau bangsa.
Budaya adalah kepribadian dan jatidiri yang mencerminkan watak, jiwa dan karakter bagi sebuah daerah dan bangsa dalam tata pergaulan dunia yang beragam. Sehingga dengan melihat kondisi kekinian yang terjadi, Wawonii sebagai sebuah komunitas suku atau etnis yang dominan di daerah ini tak mampu mewarnai kondisi perubahan zaman, budaya wawonii tak mapu menjadi benteng yang kuat untuk sebuah hegemoni trend dunia baru dengan liberalisasi budaya dunia yang tajam. Karena alasan satu-satunya adalah budaya wawonii telah diambang kepunahan, budaya wawonii telah berada di titik nadir sebuah kehancuran, karena itu maka menjadi perhatian besar semua pihak, baik masyarakat awam, kelompok sektarian, kaum elitis dan terutama pemerintah harus dapat memberi ruang perhatian terhadap pelestarian dan pengembangan budaya sebagai sesuatu yang urgen dan prioritas.
Unsur budaya adalah mutlak dalam aspek pembangunan, karena manusia sebagai pemilik budaya dan subyek pembangunan harus memiliki karakter untuk mengelola pembangunan untuk kepentingannya sendiri. Tanpa itu kecuali sebuah pembangunan tidak akan bernilai apa-apa, tradisi perubahan sistem masyarakat akan menjadi pemandangan yang glamour tanpa moral dan etika. Masyarakat tidak memiliki adab kesantunan budaya sebagai warisan leluhur yang memiliki corak dan bentuk-bentuk kesantunan sosial, sehingga apa yang terjadi kemudian akan terbentuk sebuah kelompok pemerintahan GENG dimana masyarakat tidak lagi memiliki tata krama, sopan santun, etika serta moral.
Pada wilayah ini budaya menjadi faktor transenden yang harus memberi warna dasar, bazis upgrading pembinaan watak dan carakter untuk menemukan jatidiri, dalam konteks wawonii dalam memulai azas-azas kemajuan memberi perhatian besar pada pembangunan dimensi budaya sebagai bazis utama dalam rangka mewujudkan masyarakat yang bermartabat.
Hal ini menjadi catatan penting, apalagi Indonesia sedang menghadapi MEA ( Masyarakat Ekonomi Asia), perdagangan bebas dunia, yang tentu saja bukan hanya terjadi persaingan dalam bentuk kualitas produk perdagangan akan tetapi lebih jauh akan terjadi akulturasi budaya bangsa yang akan mempengaruhi carakter dan watak-watak masyarakat dalam pergaulan internasional.
Oleh karena itu pula maka Wawonii Bersinar hadir ditengah-tengah masyarakat Wawonii yang berbudaya bukan hanya mengembangkan ide serta gagasan kreatif semata dalam mengembangkan potensi daerah, tetapi juga melakukan penyuluhan, pendampingan dan pembinaan masyarakat dari sudut pandang spritualitas dan kearifan lokal. Urgensi nilai pemahaman filosofis Wawonii Bersinar akan memberi pencahayaan dan pencerahan semesta terhadap Wawonii dalam berbagai aspek potensial yang dimiliki, sehingga kemudian Wawonii akan tercipta sebagai daerah yang makmur dan memberi kesejahteraan yang membumi bagi masyarakat dalam sebuah cita-cita lingkaran hati emas.
FILOSOFI DASAR
Budaya dan peradaban sejatinya adalah pengejawantahan nilai-nilai dasar filosofis yang mencerminkan jiwa dan pandangan hidup masyarakat. Masyarakat seharusnya memiliki pedoman cita-cita hidup, pandangan arah pemikiran masa depan serta falsafah dasar dalam tata kehidupan bermasyarakat. Dalam banyak hal tentunya terhadap berbagai persoalan dan ekses yang timbul, masyarakat harus memiliki integritas kemapanan sosial yang dibingkai dalam sebuah Ideolodi Dasar yang memberi landasan pencapaian cita-cita masyarakat. Wawonii Bersinar memiliki konseptual gagasan moral cita-cita sebagai landasan filosofi dalam tatanan kehidupan masyarakat dan berbangsa “ KAI TORA INIA KATO TORA “ sebagai pandangan pemikiran yang logis rasional dan mengandung nilai-nilai dasar yang hakiki bagi kehidupan.
KAI TORA INIA memberi arti penegasan terhadap pentingnya rasa tanggung jawab, responsibility dan kewajiban setiap individu dan kelompok masyarakat untuk mengedepankan kepentingan daerah. Masyarakat menjadi subyek utama dalam upaya membangun daerah ini dengan berbagai potensi yang ada untuk kemaslahatan daerah agar kemudian daerah ini dapat HIDUP dan MENGHIDUPKAN. Frem KAI TORA INIA adalah kewajiban mutlak untuk , menjadikan daerah ini atau pulau Wawonii menjadi daerah yang makmur, daerah yang maju dan daerah yang mandiri. Sedangkan KATO TORA adalah konsepsi sosial dimana masyarakat menjadi obyek sasaran yang bernilai kesejahteraan. Masyarakat memiliki hak untuk hidup layak dan sejahtera, namun kita harus sadar bahwa kesejahteraan itu sendiri dapat kita peroleh melalui upaya-upaya yang kita lakukan terhadap keberdayaan dan kemandirian daerah ini untuk menghidupkan. Menjadi tanggung jawab dan tugas berat bagi kita semua tentunya sebagai masyarakat wawonii Konawe Kepulauan untuk berfikir lebih jauh tentang upaya-upaya konstruktif terhadap pembangunan daerah ini, baik pada perubahan fisik yang menjadi tanggung jawab pemerintah maupun pada sudut perubahan sosial yang masyarakat sendiri dapat mengambil peran untuk melakukannya.
KAI TORA INIA KATO TORA juga merupakan filosofi pembangunan. Sebuah upaya gerakan mengejawantahkan nila-nilai hidup kedalam proses berencana, bertahap dan berkesinambungan, karena Kai Tora Inia dapat di artikan sebagai kemakmuran Negeriatau usaha sungguh-sungguh yang dilakukan melalui proses program-program tahapan untuk menciptakan daya dukung wilayah dalam mencapai kemakmuran daerah. Hal ini tentu sesuai dengan amanah pemerintah untuk melakukan dimensi perubahan pada aspek kehidupan masyarakat berdasarkan rencana prioritas pembangunan.
Kato Tora merupakan cita-cita yang diharapkan bersama untuk menciptakan kesejahteraan hidup masyarakat, melalui program-program pemberdayaan yang menyentuh langsung masyarakat. Hal ini sejalan dengan hakikat perjuangan bangsa menuju pada cita-cita kesejahteraan rakyat yang ingin dicapai.
Meletakan tiga dimensi utama azas kemajuan MILENIUM, MAJU dan MANDIRI serta tujuan, program kegiatan dan pandangan filosofi dasar “ KAI TORA INIA KATO TORA “ Wawonii Bersinar menjadi wadah perjuangan moral yang memiliki integritas guna mewujudkan pulau Wawonii menjadi surga tiga dimensi dalam pencapaian cita-cita masyarakat. Tiga dimensi kebangkitan atau TRI MATRA POTENSI ( Matra Darat, Matra Laut dan Matra Udara) menjadi pilar utama dalam mengembangkan pulau Wawonii menjadi pulau Saturnus sesuai visi perspektif masa depan yang ingin dicapai oleh Wawonii Bersinar.
Langara, 21 Februari 2016
“WAWONII BERSINAR”
Menelusuri jejak Menguak Rahasia Mutiara Pulau Wawonii
WAWONII BERSINAR












