• Menelusuri jejak Menguak Rahasia Mutiara Pulau Wawonii

    Rona senja yang merarak langit di ufuk barat, ketika itu bola matahari yang terlihat sangat jelas. sinar yang semakin redup berwarna maron, hendak berjalan semu perlahan masuk kedalam peraduannya.

  • Dermaga Cinta

    Ku mulai jalan ini mengayuh biduk bersama cahaya rembulan di tengah purnama, walau diantara buih meniti samudera dengan semangat yang melambung jauh untuk menggapai harapan, alangkah kerinduan dengan jiwa yang menepi laut tak kuasa untuk melangkah sampai tujuan.

  • SEKAPUR SIRIH ( PESAN PERKAWINAN )

    Karena takdir sesuatu yang pasti akan terjadi Allah peruntukkan, entah kapan, dimana dan kepada siapa “ Jodoh “ itu Tuhan tunjukkan adalah sungguh menjadi rahasianya, namun itu pasti terjadi “

  • TAPUNO MASEKENO

    Toponimi sebuah tempat atau daerah selalu mendasarkan pada inspirasi atau fenomena dari kejadian atau peristiwa yang ada didaerah tersebut untuk menjadi nama atau penyebutan sebuah daerah lazim menjadi tempat atau daerah penghunian.

  • Membangun Pariwisata Konawe Kepulauan Berbasis Budaya

    Salah satu potensi yang sangat menjanjikan dalam rangka upaya menggali sumber-sumber pembiayaan pembangunan daerah di Kabupaten Konawe Kepulauan adalah sektor pariwisata.

Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

REVOLUSI MENTAL KEPEMIMPINAN DAERAH KONAWE KEPULAUAN

Reorientasi pemahaman politik, budaya kesantunan serta restorasi nilai-nilai aplikatif kepemimpinan daerah yang relevan dengan peradaban modern adalah trend baru kepemimpinan dunia mutakhir, hingga di banyak negara mengadopsi nilai-nilai kultural masa lalu yang ortodoks untuk melengkapi gaya-gaya kepemimpinan masa kini. Di negara manapun termasuk negara adidaya seperti Amerika dan Rusia telah menggali dan menemukan substansi gaya kepemimpinan ortodoks yang masih relevan dengan kondisi masa kini di era teknologikal dengan sistem dan perangkat yang canggih sekalipun. Jika kita menarik benang merahnya pada kepemimpinan kebanyakan yang terjadi sekarang justru menafikkan nilai-nilai budaya yang sungguh menjadi tradisi kepemimpinan yang berhasil membawa ketenteraman rakyat di masa lalu. Mestinya kita harus belajar pada episode sejarah bukan malah melupakan sejarah dan apa yang di praktekkan para pemimpin besar dunia seperti Jawaharlal Nehru, Napoleon Bonaparte sekalipun mereka datang dari abad yang tidak melek terhadap aksara tetapi memiliki wibawa dan kharisma yang besar terhadap rakyat, maka kemudian muncul Sukarno sebagai anak desa yang mencoba dengan inspirasi besar hingga membawa Indonesia ke kancah dunia dengan label nusantara. Alhasil negara dalam arti Indonesia di bawah panji-panji Bhineka Tunggal Ika mampu menyatukan keragaman Indonesia menjadi bangsa yang teduh, negara yang damai dengan revolusi mental Sukarno.

Wawonii di masa yang lalu juga pernah melahirkan kepemimpinan kharismatik yang bernilai budaya dan berhasil mencatatkan diri sebagai pemimpin yang tersohor dengan membangun peradaban Wawonii yang mentereng. Beliau adalah Lakino Wawonii ke 8 MBEOGA yang nota bene adalah sosok pemimpin yang bijak dengan gaya-gaya kepemimpinan islam kebanyakan. Tapi mengapa kita hari ini tak bisa mengadopsi gaya kepemimpinan beliau-beliau yang telah membawa negeri yang mereka pimpinan dapat berhasil dan sukses ? REVOLUSI MENTAL perlu hadir untuk pencerahan kepemimpinan daerah dan khususnya Konawe Kepulauan yang memiliki gaya kepemimpinan modern, dengan mengabaikan pada nilai-nilai budaya dan peradaban yang telah lama tumbuh dan berakar di bumi kelapa.

Mestinya kita malu pada moyang kita sendiri yang arwahnya dapat melihat kita setiap saat apa yang kita lakukan pada negeri ini, namun kita sendiri tidak mau belajar dan mau memahami tentang budaya kita yang mengandung nilai-nilai ajaran moralitas dan etika yang tinggi.Walau itu juga belum terlambat untuk kita mulai menata daerah ini dengan kepemimpinan yang bijak asal kita mau mendengar suara-suara rakyat yang telah terisi dengan nilai-nilai budaya yang sudah mapan. Sekedar mengingatkan kita kembali bahwa sebagai manusia biasa kadang terlupa bahwa budaya menjadi jiwa untuk menghidupkan kepemimpinan masyarakat, budaya adalah perikatan moral dan etika yang telah merasuk jiwa setiap masyarakat dalam pergaulan hidup sehari-hari sehingga sebuah kepemimpinan bisa tegak, bisa kuat dan bisa tangguh menghadapi segala tantangan zaman termasuk di Wawonii.
Share:

Momentum Kebangkitan "WAWONII"


MOMENTUM KEBANGKITAN WAWONII

Hari ini Rabu Tanggal, 17 Februari 2016 Jam. 10 pagi adalah sebuah peristiwa sejarah kebangkitan Wawonii yang ditandai dengan pelantikan Bupati Konawe Kepulauan terpilih H. Amrullah dan Andi Muh. Lutfi di Kantor Gubernur Sultra bersamaan pelantikan Bupati terpilih beberapa daerah lainnya. Bagi daerah otonomi Konawe Kepulauan khususnya masyarakat Wawonii merupakan peristiwa sejarah yang spektakuler karena disamping pelantikan sebagai Bupati baru devinitif juga H. Amrullah merupakan orang Wawonii pertama yang menjadi Bupati dalam sejarah panjang pemerintahan dan kancah perpolitikan daerah. Hal ini tentu adalah angin segar bagi pulau Wawonii terutama upaya pengembanagan daerah otonomi Kabupaten Konawe Kepulauan sebagai daerah baru yang memiliki potensi sumber daya alam yang besar untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat.
Momentum hari ini merupakan titik start menentukan bukan hanya dijadikan euforia politik belaka, yang sekalipun luapan gembira dan suasana bahagia masyarakat terutama para pendukung dan Tim sukses yang mengatur strategi kemenangan juga akan tertumpah ruah. Betapa suara gemuruh memenuhi jagad raya mengumandangkan pekikan suara-suara kemenangan.
Di hari ini pula seluruh luapan perasaan akan membahana hingga segala fikiran subyektif tendensius bernuansa negatif akan larut dan mencair bak gunung es yang runtuh, rapuh dan mengalir, menyatu dalam suasana bahagia dan kerinduan untuk saling menyapa antar keluarga besar wawonii. Sebuah rahmat dari hikmah perbedaan melahirkan anugerah kebersamaan, sebuah persatuan dan entitas persaudaraan yang tinggi untuk menyatukan moral, integritas serta kekuatan, agar Wawonii yang kita junjung bersama bisa besar dan jaya. Wawonii adalah kekuatan prinsip dan ideologi yang mampu mempersatukan tujuan dan cita-cita kita, marilah kita sambut kemenangan ini sebagai kemenangan bersama, kemenangan yang mampu mengikat kita untuk mencapai tujuan dan cita-cita bersama.
Hari ini segala yang terjadi dan membuat sekat dan perbedaan diantara kita telah selesai, segala pikiran negatif yang membuat permusuhan diantara keluargapun telah berakhir. Yang ada dan tertinggal dihati kita adalah penyadaran tentang pentingnya sebuah persatuan untuk mendukung Bupati baru terpilih untuk mempersiapkan program-program pembangunan untuk kepentingan kita, untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat Wawonii seluruhnya.
Hari ini merupakan momentum kebangkitan Wawonii. Suasana sumringah untuk menata masa depan itu lebih penting ketimbang mengumbar suara yang kurang bermanfaat untuk sebuah propaganda yang dapat memecah belah persatuan, persaudaraan dan kekeluargaan. Tidakkah kita menyadari bahwa demokrasi itu adalah sebuah pilihan bukan perbedaan, sebuah sistem yang mengayomi bukan melahirkan permusuhan, sebuah seni kepemerintahan bukan pembantaian hak azasi. Sehingga esensi demokrasi sesungguhnya memberi pelayanan pada hak-hak rakyat dalam suatu sistem yang diemban oleh rakyat untuk mewujudkan tujuan dan cita-cita rakyat menuju kesejaahteraan bersama. Hal ini tentu saja bagi daerah otonomi Konawe Kepulauan yang baru saja menentukan pemimpinnya untuk memulai menata sebuah sestem pemerintahan daerah dan masyarakat, seyogyanya kita beri suport yang tinggi agar kemudian Konawe Kepulauan dapat memacu ketertinggalan pembangunan bahkan melaju lebih cepat menyaingi daerah-daerah lain yang telah duluan maju.
Mari bersama dengan momentum kebangkitan ini, kita tidak hanya diam dan apatis tetapi dapat memberi masukan, ide serta gagasan-gagasan program untuk kemajuan daerah ini, agar setiap kita sebagai anak wawonii dapat turut serta berperan dalam membangun daerah pulau Wawonii yang kita cintai. Kita telah mengantarkan demokrasi dengan sukses untuk memilih pemimpin bagi masa depan kita, namun tugas kita belum selesai karena kita harus memberi dukungan penuh kepada pemimpin kita untuk berkiprah menjadi Nakhoda, melayarkan bahtera pulau Wawonii menuju cita-cita yang ingin dicapai yakni mewujudkan Wawonii yang bersinar dalam berbagai aspek kehidupan menuju kesejahteraan yang hakiki.
Memang amat sangat disadari bahwa menuju kearah itu tidaklah mudah karena itu pula dibutuhkan kekompakan seluruh komponen daerah ini untuk saling bahu membahu, menjinjit beban bersama,melangkah dalam satu arah. Dengan itu tentu diharapkan kita semua untuk colling dawn meraptkan barisan, memikul tanggung jawab daerah ini yang telah kita perjuangkan dengan susah payah tanpa kecuali.
Sebagai masyarakat yang berbudaya mari kita junjung tinggi nilai-nilai martabat sosial yang tumbuh untuk menjadi pencerah etika dan moral, karena Wawonii sebagai jiwa kita sepatutnya menjadi falsafah yang hidup ditengah-tengah keluarga kita untuk sebuah persatuan. Oleh karena itu mari BERSAMA, BERSATU DAN BERSAUDARA, dalam menata Wawonii Konawe Kepulauan menjadi daerah yang hidup dan menghidupkan kita. KAI TORA INIA KATO TORA, Kemakmuran negeri kesejahteraan kita.


Langara, 17 Februari 2016
WAWONII BERSINAR

Share:

Perlunya Revitalisasi Kearifan Lokal Wawonii Dalam Pembangunan Daerah Konawe Kepulauan

PERLUNYA REVITALISASI KEARIFAN LOKAL WAWONII DALAM PEMBANGUNAN DAERAH KONAWE KEPULAUAN

Oleh : Abdul Mutalib Taslim

Kearifan lokal sebagai suatu kekayaan budaya lokal dapat dimaknai sebagai filosofi hidup, pandangan cita-cita hidup yang mengakomodasi kebijakan dan kearifan akan nila-nilai hidup. Di Wawonii yang terdiri dari banyak suku dan etnis dan telah berinteraksi dan hidup bersama sejak lama berlapis generasi dapat dianggap sebagai miniatur peradaban holistik dan pluralisme Nusantara karena adanya berbagai suku dan interaksi sosial yang memiliki watak dan karakter dengan elaborasi budaya yang beragam sehingga kearifan lokal itu tidak hanya berlaku pada budaya atau etnik tertentu, tetapi dapat dikatakan bersifat lintas budaya atau lintas etnik yang membentuk nilai budaya yang bersifat elaborasi kebinekaan Indonesia.Walaupun suku Wawonii masih merupakan suku dominan atau suku asli yang memiliki bahasa, adat istiadat, budaya dan kearifan lokal yang secara turun-temurun menjadi warisan leluhur.

Dalam era globalisasi yang banyak menawarkan gaya hidup pragmatis dan konsumtif, praktik hidup dengan gaya modern, glamour dan kebebasan berekspresi adalah hal yang mereduksi tata nilai budaya dan kearifan yang menjadi pusaka leluhur nenek moyang.Secara faktual dapat kita saksikan bagaimana kearifan lokal yang sarat kebijakan dan filosofi hidup nyaris tidak terimplementasikan dalam praktik hidup yang makin pragmatis. Kebiasaan-kebiasaan tradisi yang bernilai kesantunan sosial seakan terkikis dan mulai ditinggalkan secara perlahan.

Kearifan Lokal juga dapat di maknai sebagai Identitas dan Ideologi Bangsa, yang menuntun masyarakat kedalam hal pencapaian kemajuan dan keunggulan, etos kerja, serta keseimbangan dan keharmonisan alam dan sosial. Sehingga dalam banyak hal tentang etika masyarakat terkait sikap hidup yang mencerminkan akan nilai-nilai budaya dapat mengimplikasi moral ajakan semangat dan etos kerja untuk meraih keunggulan, juga dalam hal keharmonisan sosial dan alam. Budaya wawonii pun yang mengenal prinsip gotong royong dan toleransi termasuk kearifan lokal yang bersifat menjaga dan melestarikan alam sehingga alam atau hutan harus dapat dimanfaatkan seperlunya bukan untuk dikuras habis yang berakibat pada dampak lingkungan yang lebih besar dan menyebabkan manusia menjadi korbannya. Peristiwa-peristiwa alam seperti banjir, longsor dll merupakan bencana yang timbul karena tidak adanya keseimbangan alam yang terjadi atas ulah manusia yang mengesampingkan kearifan lokal sebagai falsafah hidupnya.

Pulau Wawonii yang memiliki potensi dengan sumber daya alam yang melimpah idealnya,Wawonii dalam kurun waktu tertentu harus menjadi daerah yang maju, dengan konsep membangun Kota yang ramah lingkungan dengan hutan akan tetap terjaga kelestariannya. Perlu di ingat bahwaWawonii hanyalah pulau kecil yang jika eksploitasi lingkungan terus dilakukan maka akan terjadi gradasi struktur lingkungan yang ekstrim dan pada gilirannya akan terjadi kehancuran habitat dan ekosistem makhluk hidup terutama berkurangnya debit sumber daya air yang menjadi kebutuhan dasar manusia. Hal ini perlu upaya pelestarian alam atau lingkungan dengan melakukan gerakan lestari alam yang bertujuan untuk menjaga sendi-sendi lingkungan agar tidak terjadi penghancuran termasuk merevitalisasi hutan mangrove sebagai penyangga pantai bagi kehidupan sumber daya pesisir.

Dalam masyarakat Wawonii sendiri sering terjadi aktifitas ekstrim yang mereduksi nilai-nilai toleransi dan kearifan. Pada konteks perubahan nilai sosiokultural juga terjadi pergeseran orientasi nilai. Masyarakat yang cenderung makin pragmatis dan berorientasi pada budaya uang serta terperangkap dalam gaya hidup konsumtif yang disodorkan kekuatan global kapitalisme.Secara ekstrem dapat dikatakan bahwa kearifan lokal yang kita miliki mirip benda pusaka, yang kita warisi dari leluhur, kita simpan dan kita pelihara, tetapi kita tidak mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan nyata sehingga pusaka tersebut sia-sia merespons tantangan zaman yang telah berubah. Dalam kaitannya dengan kearifan lokal dan realitas yang terjadi kini bahwa pembangunan di Indonesia yang terpaku pada pertumbuhan ekonomi semata telah mengabaikan kearifan lokal dan menimbulkan potensi konflik vertikal dan horizontal di kemudian hari.

Kearifan lokal adalah warisan masa lalu yang berasal dari leluhur, yang tidak hanya terdapat dalam sastra tradisional sebagai refleksi masyarakat penuturnya, tetapi terdapat dalam berbagai bidang kehidupan nyata, seperti filosofi dan pandangan hidup, kesehatan, dan arsitektur. Dalam dialektika hidup-mati (sesuatu yang hidup akan mati), tanpa pelestarian dan revitalisasi, kearifan lokal pun suatu saat akan mati. . Kearifan lokal acap kali terkalahkan oleh sikap masyarakat yang makin pragmatis, yang akhirnya lebih berpihak pada tekanan dan kebutuhan ekonomi

Kearifan lokal hanya akan abadi kalau kearifan lokal terimplementasikan dalam kehidupan konkret sehari-hari sehingga mampu merespons dan menjawab arus zaman yang telah berubah. Kearifan lokal juga harus terimplementasikan dalam kebijakan negara, misalnya dengan menerapkan kebijakan ekonomi yang berasaskan gotong royong dan kekeluargaan sebagai salah satu wujud kearifan lokal kita. Untuk mencapai itu, perlu implementasi ideologi dalam berbagai kebijakan negara.

Revitalisasi kearifan lokal dalam merespons berbagai persoalan akut bangsa dan negara ini, seperti korupsi, kemiskinan, dan kesenjangan sosial hanya akan berjalan dengan dukungan kebijakan negara dan keteladanan. Tanpa itu, kearifan lokal hanya merupakan aksesori budaya yang tidak bermakna. Kearifan lokal di banyak daerah pada umumnya mengajarkan budaya malu (jika berbuat salah). Akan tetapi, dalam realitas sekarang, budaya malu itu telah luntur.

Kita memiliki “aset spiritual” berupa kearifan lokal dan etika agama yang ada. Namun, dalam perjalanan sejarah, tampaknya daerah kita semakin terkooptasi oleh berbagai kepentingan ekonomi dan politik global yang didominasi oleh negara maju. Tanpa revitalisasi, kearifan lokal yang sesungguhnya juga merupakan identitas bangsa, kita akan semakin kehilangan jati diri di tataran nasional dan dunia.

Langara, 20 Maret 2016
WAWONII BERSINAR
Share:

WAWONII.....!!! Apanya yang menarik...?

WAWONII....!!!!

Apanya yang menarik?


Oleh : Arief Gazali Sidek

Kalau kita perhatikan pada peta Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau-pulau nusantara akan terlihat sbuah pulau unik dan menarik berbentuk hati atau love, salah satu pulau unik di antara lima pulau di dunia yang menyerupai cinta dan pulau tersebut secara geografis berada di antara gugusan pulau-pulau di jazirah tenggara bagian timur pulau Sulawesi atau Sulawesi Tenggara. Pulau ini bernama pulau Wawonii yang sekarang telah menjadi cakupan wilayah kabupaten Konawe Kepulauan yang berdiri pada bulan Mei 2013.

Pulau Wawonii telah dikenal sejak lama sebagai salah satu pemerintahan kerajaan mandiri yang setara dengan kerajaan-kerajaan lai nusantara dengan pusat pemerintahannya bernama Tangkombuno sekitar 5 Km kearah utara dari Kelurahan Ladianta. Kerajaan Wawonii telah meninggalkan jejak sejarah yang ditandai dengan benteng Kerajaan yakni ; Benteng Kontara atau Tangkombuno, benteng Wawobuku, benteng Wawolelu, benteng Wawongkeuwatu, benteng Kontara II di Kecamatan Wawonii Selatan atau Bobolio dan Istana Raja yang megah dan artistik WATUNTINAPI diatas benteng TANGKOMBUNO. Tentu saja dengan melihat bentuknya pulau ini yang menyerupai love atau cinta telah menarik perhatian banyak orang untuk ingin mengetahuinya lebih dekat, apalagi pulau ini dahulu sangat terkenal karena image ilmu hitamnya yang memang terbukti sangat ampuh dan mumpuni sehingga kemudian pulau ini dinamai pulau GUNA-GUNA.

Tentang apa sesungguhnya yang ada dan menarik dibalik pulau ini tentunya telah menjadi bagian yang harus diungkap apalagi pulau wawonii memiliki potensi wisata yang tidak hanya menarik perhatian tetapi membuat decak kagum dunia para tourizm, karena ternyata pulau wawonii menyimpan galeri keindahan alam yang masih sangat perawan yang bisa di kembangkan sebagai destinasi wisata unggulan baik lokal maupun manca negara.

Pulau Wawonii yang berbentuk hati mengandung makna fiosofis bahwa pulai ini adalah pulau kecintaan atau pulau kebajikan dimana setiap manusia yang lahir dan berada di pulau ini akan memiliki kepribadian dan daya jiwa yang mencerminkan sikap-sikap yang rendah dan bijak, memiliki rasa kasih sayang terhadap sesama dan melahirkan inspirasi cinta pada alam dan lingkungan. Sungguhpun demikian manusia dalam berbagai aktifitasnya selalu menyimpang dari kondisi ideal tentang hakikat dan urgensi kehidupan, sehingga terjadi kerusakan lingkungan yang diakibatkan karena ulah manusia sendiri.



Apanya yang menarik !

Wawonii ibarat medan magnet yang dapat menangkap benda-benda logam disekitarnya, karena itu wawonii mendapat julukan sebagai pulau anugerah atau mustika yang terpendam “ The Greates eko island “. Banyak hal yang membuat pulau ini menjadi daya tarik mulai dari arsitektur alamnya yang eksotik dan indah,maupun potensi sumber daya alam yang terpendam untuk di kelola sebagai sumber-sumber pendapatan daerah. Disepanjang garis pantai pulau wawonii 178 Km merupakan spot-spot wisata yang menarik, karena itu pulau wawonii berpotensi menjadi surga bagi wisatawan.

Diantara spot-spot obyek wisata tersebut antara lain : Pantai Kampa, Air Terjun Tumburanao, Air Terjun Tiima dan Wonua Lelei di Dimba, pantai Kekea, Pantai Tengkera di Naambo jaya, Dermaga alam Dompo-dompo, Pantai Baku-baku, Pantai Sawaea, Pantai Wungkolo dan Telaga Air Panas Wungkolo, Air Terjun Kopea, Air Terjun Laa Wawonii, Pantai Oloa di Dimba serta Benteng Kerajaan Wawonii diTangkombuno. Dari sudut Sumber Daya Alam sejumlah potensi bahan tambang seperti nikel, pasir cromic, batubara, emas serta minyak bumi ada di pulau ini termasuk sumber daya lainnya seperti perikanan/kelautan, pertanian hortikultura, budaya dan pariwisata menjadi potensi yang sangat diharapkan menjadi potensi unggulan yang dapat memberi kontribusi sangat berarti untuk kemajuan bagi daerah ini. Pulau Wawonii menjadi lingkaran potensi emas yang kelak akan memberi sinar kesejahteraan. Dengan aset pembangunan yang ada akan mampu menjawab tantangan ketertinggalan bagi daerah ini sehingga masyarakat akan bisa menikmati kesejahteraan hidup dari potensi anugerah yang dimiliki pulau ini.

Kebijakan pemerintah pusat untuk membangun daerah tertinggal dan terpinggirkan adalah anugerah bagi Konawe Kepulauan sebagai daerah kepulauan adalah sangat tepat, karena memang tingkat sosial ekonomi masyarakat sangat rendah dan memungkinkan adanya keberpihakan pemerintah untuk melakukan upaya pengentasan kemiskinan di daerah ini. Untuk itu maka dibutuhkan kerjasama semua pihak baik pemerintah, unsur swasta dan masyarakat luas agar berjalan bersama dengan visi yang sama untuk menentukan cita-cita bersama.

Wawonii sebagai negeri impian yang menjanjikan akan memberi sinar hidup bagi setiap individu dan masyarakat dalam menentukan masa depan yang indah dan sejahtera.Disaat yang lalu sebelum wawonii mekar jadi kabupaten, pulau ini menjadi daerah yang terabaikan dan jarang mendapat perhatian, karena mungkin situasi kondisi wilayah yang amat sulit dijangkau. Di tambah dengan adanya image negatif yang telah menjadi label sejarah bahwa wawonii adalah daerah guna-guna, sehingga kemudian wawonii sangat jarang di kunjungi orang karena daerah ini tergolong sangat terisolir dan terpinggirkan. Namun kemudian berkah alam yang tuhan peruntukkan buat pulau ini dan menjadikannya sebagai daerah yang kaya akan potensi dan menjanjikan kesejahteraan bagi seluruhnya.

Orang tak perlu takut lagi ke wawonii karena berbagai image, ternyata Wawonii adalah surga yang di dambakan, negeri idaman bagi para pendewa dunia yang ingin menikmati hidupnya dengan santai. Walaupun pada tahun-tahun awal dimana daerah ini masih dalam proses mulai membangun sehingga hal-hal yang menjadi obsesi kenikmatan tidak akan instan untuk segera akan kita rasakan.

Dengan seabrek potensi yang dimiliki tentu amat logis jika pulau ini yang hanya berpenduduk kurang lebih 32.ooo jiwa, jika di kelola dengan bijak dan profesional tujuan untuk mewujudkan surga dalam kesejahteraan hidup akan dapat tercapai. Yang terpenting seluruh masyarkat dan pemerintah dapat menciptakan kondusifitas dan dinamika sosial yang sehat dalam membangun negeri ini kearah kemajuan.

AYO KE WAWONII,........ !


Langara, 18 Mey 2016

WAWONII BERSINAR
Share:

Tata Peradaban Masyarakat Wawonii Bagian Dari Visi Pembangunan Konawe Kepulauan

Tata Peradaban Masyarakat Wawonii Bagian Dari Visi Pembangunan Konawe Kepulauan

Daerah otonomi Kabupaten Konawe Kepulauan yang diperoleh berdasarkan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2013 adalah anugerah tertinggi dari hasil yang telah dicapai oleh seluruh masyarakat Wawonii melalui perjuangan panjang selama 6 Tahun 3 bulan 12 Hari. Perjuangan yang menguras energi dan sangat melelahkan itu akan mengantarkan kepada sebuah pencapaian cita-cita masyarakat Wawonii untuk melepaskan diri dari belenggu keterbelakangan sosial ekonomi dan sosial budaya. Dapat dipahami dari pikiran setiap kepala orang Wawonii terkait belenggu keterbelakangan sosial ekonomi dan budaya bahwa masyarakat Wawonii belum memiliki kemandirian dalam mengelola dan memanfaatkan sumber-sumber ekonomi sendiri sementara itu pulau Wawonii memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar yang jika dikelola dengan baik tentu akan memberi kesejahteraan hidup bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, sehingga kemudian dengan kondisi masyarakat yang sejahtera akan merobah tatanan peradaban masyarakat Wawonii antara lain dalam pemenuhan kebutuhan dasar baik sandang, pangan maupun papan serta kelayakan dalam memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan.

Menyadari akan hal itu tentu saja menjadi perhatian besar dan prioritas pimpinan daerah Kabupaten Konawe Kepulauan dalam rangka menyusun format kerangka acuan program dalam membangun Kabupaten Konawe Kepulauan sebagai daerah otonomi baru yang dihadapkan pada berbagai dimensi persoalan, terutama kemampuan sumber daya manusia dalam mengelola sumber daya alam sebagai bazis potensi pembangunan daerah. Sinergisitas antara pengembangan sumber daya manusia sebagai penggerak dinamika pembangunan disatu sisi dan langkah-langkah kongkrit kebijakan untuk mengeksplor sumber daya alam yang tersedia sebagai sumber daya ekonomi pembiayaan pembangunan di sisi yang lainnya, merupakan dua sisi ibarat mata uang yang dua-duanya sangat vital dan menentukan dalam rangka pengelolaan sumber daya pembangunan menuju perwujudan cita-cita masyarakat dan daerah yakni kemandirian terhadap belenggu keterbelakangan sesuai visi kepemimpinan daerah.

Berbagai strategi dan pendekatan tentu dapat dilakukan dalam upaya kearah itu, salah satu strategi prioritas yang harus dilakukan adalah Lintas pembangunan kawasan berbasis rantai ekonomi masyarakat. Hal itu tentu merupakan upaya pendekatan sosial ekonomi yang memiliki tujuan dan urgensi penting untuk menempatkan manusia sebagai komponen yang memiliki martabat dalam dimensi kesejahteraan.

Untuk menjamin tata peradaban masyarakat dalam transformasi budaya, kesejahteraan menjadi unsur yang memegang peranan penting, karena gerak dinamika perubahan dalam sebuah sistem sosial ternyata nilai-nilai ekonomi menjadi tolok ukur yang fantastik untuk menentukan gerak dinamika pembangunan masyarakat sebagai perubahan sosial. Hal ini tentu saja menjadi poin penting dalam memenuhi agenda-agenda pembangunan sosial masyarakat Wawonii menuju cita-cita semesta yakni mewujudkan lingkaran hati emas. Upaya kebijakan ekonomi lingkar kawasan oleh Pemerintah Daerah Konawe Kepulauan yang akan dituangkan dalam garis-garis kebijakan daerah merupakan strategi kebijakan yang memberi atensi pada peningkatan martabat sosial masyarakat Wawonii yang selama ini terkesan bukan hanya terbelenggu dan keterbelakangan tetapi lebih jauh masyarakat Wawonii telah mengalami marginalisasi, ketertindasan serta keterjajahan ekonomi dan sosial budaya.

Dalam pandangan filsafat sosial bahwa nilai manusia tergantung pada keberdayaan masyarakat dalam sebuah interaksi sosial dimana manusia memiliki martabat, harga diri, bebas dari keterkungkungan atau isolasi akses hidup yang bernilai ekonomi sosial. Oleh karena itu kesejahteraan ekonomi merupakan mainset perubahan sosial menuju upaya mewujudkan tata peradaban masyarakat dunia baru yang dicita-citakan bersama.

Masyarakat Wawonii sebagai pemilik sah budaya dan peradaban leluhur sepatutnya menjadi obyek pengembangan sendi-sendi spritualitas dan kulturalisme empirik tata nilai, sehingga seyogyanya masyarakat memiliki nilai-nilai martabat sebagai entitas sosial yang menentukan terhadap identitas jati diri dan bangsa. Maka untuk tegaknya perdaban masyarakat budaya menjadi pilar utama yang harus menjadi prioritas dalam pembangunan karakter bangsa. Masyarakat Wawonii adalah masyarakat heterogen pluralisme lokal yang menggambarkan kebinekaan berbagai suku dan berdiam menetap tersebar di tujuh kecamatan di pulau Wawonii. Untuk mengangkat harkat dan martabat terutama menyangkut kebutuhan dasar masyarakat dan akses mobilitas transportasi, jalan lingkar dan kelistrikan menjadi issu penting yang harus di prioritaskan terutama di wilayah Wawonii Selatan dan Tenggara. Kedua hal tersebut menjadi pemandangan kurang menarik yang selalu disuarakan masyarakat ketika berbicara soal peradaban. Masyarakat menjadi tidak elok dan santun dan bahkan mencibir kalau ketika berbicara tentang pembangunan wawonii, sementara jalan lingkar yang menjadi dambaan setiap orang masih saja menjadi persoalan. Namun demikian Pemerintah daerah telah menjadikan program jalan lingkar dan kelistrikan sebagai bagian pendekatan strategi yang harus dan segera di laksanakan.

Hal-hal menarik yang lain tentu masih sangat banyak menjadi perhatian Pemerintah daerah ini, namun harus disadari pula bahwa berbicara pembangunan itu sifatnya bertahap dan berkelanjutan. Visi misi program lima tahunan akan menjadi kerangka acuan pembangunan untuk menentukan arah, tujuan dan sasaran pembangunan yang akan dicapai sehingga kemudian issu strategis penting akan menjadi muatan program kegiatan dalam rangka menciptakan kondisi masyarakat menuju tatanan peradaban dengan nilai-nilai budaya yang beragam.

Langara, 5 Februari 2016
WAWONII BERSINAR
Share:

Membangun Pariwisata Konawe Kepulauan Berbasis Budaya

Membangun Pariwisata Konawe Kepulauan Berbasis Budaya

Salah satu potensi yang sangat menjanjikan dalam rangka upaya menggali sumber-sumber pembiayaan pembangunan daerah di Kabupaten Konawe Kepulauan adalah sektor pariwisata. Panorama alam pulau Wawonii yang indah dan eksotik merupakan anugerah Tuhan yang diperuntukkan pada daerah ini untuk menjadi aset alam berharga bagi pembiayaan daerah jika benar-benar potensi ini dapat dikembangkan menjadi sektor andalan selain sektor yang lainnya. Namun demikian untuk membangun pariwisata di Konawe Kepulauan bukanlah perkara mudah, karena pariwisata tidak berdiri sendiri selain harus ada inter koneksi antar berbagai sektor juga yang paling penting adanya political will pemerintah daerah untuk fokus membangun sektor wisata sebagai salah satu sektor prioritas yang akan memberi kontribusi pendapatan daerah.

Berbicara tentang pariwisata juga bukan hanya pada obyek keindahan alam atau spot-spot panorama yang menjadi daya tarik tourizm, namun harus terkait dengan faktor-faktor lain yang juga ikut menentukan. Misalnya penerapan kegiatan pariwisata berbasis budaya seperti yang telah ditunjukkan beberapa daerah lain seperti Provinsi Bali, DIY dan daerah-daerah lain yang telah mencanangkan sebagai daerah destinasi wisata yang berbasis budaya. Untuk melakukan hal tersebut tentu bagi Kabupaten Konawe Kepulauan sebagai daerah otonomi baru sangat tidak mudah, karena harus didukung dengan infrastruktur dan fasilitas yang memadai, agenda event-event wisata yang sudah terprogram, dukungan seni budaya serta optimalisasi pemasaran program, sehingga hasilnya akan terlihat sebagai sektor yang akan mampu memberi dukungan dan suport yang akan menentukan laju pembangunan daerah Konawe Kepulauan.

Wisata berbasis budaya adalah bagian kegiatan pariwisata yang menggunakan kebudayaan sebagai objeknya.Wisata seperti ini merupakan salah satu jenis wisata yang dapat menarik wisatawan karena disamping dapat mengenal budaya setempat yang menjadi tujuan wisatawan juga dapat memberi hiburan tersendiri yang dapat memuaskan seorang touris, karena memiliki kekhasan budaya dan kearifan lokal.

Hal ini tentu menjadi persoalan penting dan mendasar bagi pengembangan sektor Pariwisata di Kabupaten Konawe Kepulauan, karena masyarakat Wawonii yang dahulu dikenal memiliki banyak keragaman budaya dan tradisi lokal sebagai pilar utama dalam pengembangan pariwisata, kini hanya tinggal kenangan masa lalu belaka. Bentuk-bentuk tradisi, adat istiadat budaya setempat telah tergerus oleh zaman, hanyut terbawa arus transformasi perkembangan dunia yang mendewakan glamour dan kebebasan. Untuk memulainya kembali bukan tidak mungkin tetapi memerlukan waktu lama dan menguras energi yang sangat besar. Disamping itu diperlukan kerjasama antar semua pihak terutama Pemerintah sebagai pemegang kendali kebijakan serta regulasi untuk menggali kembali, melestarikan dan mengembangkan sektor budaya sebagai sumbu-sumbu pencerahan bagi masyarakat.

Pemerintah harus melakukan sebuah gerakan budaya dengan memulai membentuk sanggar-sanggar seni dan budaya di setiap kecamatan atau desa. Sanggar seni dan budaya akan menjadi wadah berhimpun masyarakat untuk melakukan kegiatan seni khususnya menggali kembali tarian-tarian tradisional yang sudah mulai punah dan melahirkan kreasi-kreasi baru dibidang musik serta tarian tradisional. Sehingga kemudian kegiatan seni budaya akan menjadi rutinitas masyarakat terutama bagi generasi dini mulai dari anak usia SD sampai SMA dan pada akhirnya nanti akan menjadi gerakan sosial yang tumbuh dan berkembang untuk membentuk jiwa, watak dan karakter masyarakat secara global.

Upaya pengembangan seni dan budaya menjadi modal dasar pengembangan pariwisata secara umum, karena kebudayaan menjadi unsur utama pembentuk nilai-nilai etika dan moral dalam sebuah interaksi sosial. Paling tidak ada 12 unsur kebudayaan yang dapat menarik kedatangan wisatawan di suatu daerah atau tempat yaitu:

Ø Bahasa
Ø Masyarakat
Ø Kerajinan Tangan
Ø Makanan/ Minuman khas
Ø Seni musik tradisional
Ø Sejarah dan Toponimi suatu tempat
Ø Cara Kerja dan Teknologi
Ø Agama dan Kepercayaan
Ø Bentuk dan karakteristik daerah tujuan wisata
Ø Tata cara berpakaian penduduk setempat
Ø Sistem Pendidikan
Ø Aktivitas pada waktu senggang

Objek-objek tersebut menjadi perhatian serius dalam penyajiannya agar lebih menarik dan merangsang kedatangan para touris. Dalam hal ini kemudian menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua sebagai warga dan pemerhati budaya wawonii paling tidak memberikan input kepada pemerintah daerah agar dalam melakukan program pembangunan sektor budaya dan pariwisata menjadi bagian penting yang harus diperhatikan.

Langara, 18 Februari 2016

WAWONII BERSINAR
Share:

Wawonii

Wawonii

Karya : Arief Gazali Sidek

Wahai Saudara ku semua,
adalah entitas masyarakat dalam kesatuan yang bulat,
memiliki budaya dan adat istiadat yang utuh
hingga kita memiliki ketahanan peradaban yang kuat.

Marilah kita bersama bergerak melangkah dengan arah yang sama,
bersatu memikul beban dengan kekuatan bersama
dan menjalin persaudaraan dengan kepentingan bersama.
Kalau saja kita berbeda karena kepentingan yang berlainan
maka itu adalah rahmat diantara kita.

Karena itu perbedaan adalah kekuatan yang kita punya
untuk sebuah persatuan dalam mencapai keberhasilan.
Alangkah kita berbahagia semua,
Diantara kita adalah umat yang satu dan bersaudara.
Betapa diantara kita memiliki kepribadian dan jati diri yang utuh.
Tanpa sekat yang membedakan kita
karena kita pun adalah kesatuan dalam
persaudaraan yang sempurna.

Karena itu kita pupuk kebersamaan,
persatuan dan rasa persaudaraan yang tinggi
dengan prinsip SAMA SATU DARA
(bersama, bersatu dan bersaudara ) atau ASAREA KITA.

Kalau kita bersama karena kepentingan
maka pada saatnya nanti akan berpisah,
kalau kita bersatu karena kepentingan itu pun akan berakhir
tetapi kalau kita bina persaudaraan dalam segala kepentingan
niscaya itu akan ABADI.

Mengapa diantara kita harus berbeda dan berlainan,
berselisih dan bertikai,
bertentangan dan berlawanan,
berperang dan bermusuhan.
Kalau ternyata hidup itu indah kenapa harus bertikai.

Wahai Keluargaku semua,
saatnya kini kita mulai menata pembangunan
dengan kemampuan yang kita punya,
melahirkan ide serta gagasan yang kita miliki,
menyumbangkan karya yang kita ciptakan.

Karena itu berperang boleh saja
tapi perang dengan hasil karya pada pembangunan,
boleh berbeda dan berlainan
tapi terhadap perbedaan ide dan gagasan yang brilian,
bisa bertentangan dan berlawanan
tetapi berlomba dan bersaing dalam soal kinerja dan prestasi
yang gemilang untuk pembangunan daerah.

Oleh karena itu kita semua mestinya harus bangga
bahwa ternyata kita memiliki daerah yang kelak memakmurkan kita.
Seabrek potensi yang terpendam dalam bumi,
Laut terhampar dengan pantai yang eksotik nan indah.
Panorama alam gunung, air terjun dan sungai-sungai,

Semua adalah anugerah yang tercipta untuk kemaslahatan kita.
Pelihara lingkungan dan alam, jaga laut dan pantai
serta potensi pesisir yang ada.
jangan biarkan pulau ini rusak karena ulah tangan kita sendiri,
jaga hutan dan sumber air kita,
agar semua dapat terjaga dan menjadi bumi yang indah,
asri dan menyenangkan.

Nikmati hidup dengan alam dan lingkungan yang sehat dan Bersih, Elok, Ramah, Santun dan Indah agar tercipta rasa Nyaman dengan pemandangan yang Asri serta Religius ( BERSINAR ).
Sehingga akan tercipta nuansa kebatinan yang tinggi dan mulia
sebagai cita-cita bangsa.

Jikalau semua itu dapat dicapai
dalam wujud hakiki sebuah perjuangan
maka Negeri ini akan bersinar dalam berbagai aspek kehidupan
menuju kesejahteraan.

Intensitas karya adalah keharusan,
tuntutan mutlak dalam perubahan zaman.
Tanpa itu kita tidak bisa maju dan mandiri.
Mari semua singsingkan lengan baju dan berkarya untuk daerah ini,
agar kita memiliki harkat dan martabat dalam tata pergaulan bangsa.

Kelak kita memberi kontribusi berharga,
sumbangsih yang sarat nilai dan simbol kemuliaan
pada sendi-sendi kehidupan.
Inilah kenyataan dari sebuah cita-cita moral perjuangan,
perwujudan hakiki dari nilai-nilai aktual zaman baru.

Dan ini adalah pengejawantahan
atas kehendak rakyat yang dimiliki.
Gaung kan di seantero jagad,
buah karya anak bangsa yang patut kita persembahkan
yang tercatat sebagai sejarah abadi.


Langara, 27 Februari 2016

WAWONII BERSINAR
Share:

Wawonii Bersinar Sebagai Agen Of Change

WAWONII BERSINAR SEBAGAI AGEN OF CHANGE


Nilai-nilai budaya dan peradaban modern, konstruk dinamika berfikir ekstensif serta pandangan eksploratif milenium dunia baru menjadi piranti elaborasi akulturatif dalam faham ideologi zaman yang mengkultuskan perangkat teknologi informasi sebagai miniatur alam, menjadi pemandangan menarik pada tata kehidupan manusia, yang kemudian unsur-unsur moralitas dan etika harus hadir pula sebagai piranti pencerahan untuk membentuk watak, jiwa dan karakter dalam upaya membangun kepribadian dan tatanan kehidupan masyarakat dalam berbagai dimensi.

Kompleksitas persoalan yang dihadap manusia tersebut membutuhkan formula gagasan dan ide-ide kreatif untuk memberi solusi alternatif, agar masyarakat sebagai subyek pembangunan dapat memberi kontribusi positif yang terarah dan memiliki pencahayaan berfikir. Dalam upaya kearah itu maka WAWONII BERSINAR hadir sebagai identitas gerakan moral perubahan dalam aspek fundamental yang memiliki tujuan mulia dan mendasar. Gerakan ini tidak hanya pada tataran desain arus pemikiran global, konsep -konsep pragmatis dan ide-ide serta program pembangunan fisik material semata, akan tetapi lebih jauh bertujuan untuk membangun substansi tatanan suprastruktur sosial melalui gagasan dan mainset konstruk berfikir dinamis yang memberi pencerahan, watak dan karakter untuk melahirkan karya-karya sebagai produk entitas manusia dalam pembangunan moral bangsa atau carakter building.

Kehadiran Wawonii Bersinar sebagai cita-cita besar, memiliki arah dan haluan yang ingin dicapai dalam sebuah perspektif masa depan Wawonii, sehingga kemudian wawonii bersinar seyogyanya menjadi mainstream kebijakan strategis yang harus di implementasikan dalam bentuk gerakan moral yang melahirkan konsep-konsep pembangunan masyarakat khususnya pada tataran desain arsitektur pengembangan sumber daya manusia sebagai penggerak sumber daya pembangunan.

Dalam banyak hal dari setiap aspek persoalan yang dihadapi Konawe Kepulauan sebagai kabupaten baru tentu merupakan pekerjaan rumah yang tidak akan pernah selesai, sehingga membutuhkan partisipasi aktif dari banyak pihak, terutama hadirnya unsur masyarakat dan steckholder sebagai salah satu elemen penting dari sisi obyek penderita yang turut serta berafiliasi dalam pembangunan secara universal. Hal ini tentu saja dibutuhkan kontribusi banyak pihak terutama pada ruang-ruang praksis, tekhnis operasional, kompetitif, profesional dan berdaya saing serta memiliki kompetensi bidang yang mumpuni, layak dan terukur.

Langkah-langkah lebih maju dan elegan menjadi atensi besar yang dimiliki Wawonii Bersinar sebagai Gerakan membangun carakter bangsa. Sehingga seyogyanya Wawonii Bersinar menjadi AGEN OF CHANGE atau agen perubahan yang memiliki konsep serta formulasi gagasan program yang berlandaskan pada 3 (tiga) dimensi pokok yakni : MILENIUM, MAJU dan MANDIRI yang mendasarkan pada sendi-sendi budaya dan peradaban masyarakat.

Ketiga unsur tersebut menjadi landasan serta pijakan untuk membuat formulasi konsep gagasan untuk membangun Visi perspektif masa depan yakni “ MEWUJUDKAN WAWONII SATURNUS ISLAND “

Dari Inspirasi visi masa depan ini Wawonii Bersinar sebagai lembaga akan menyusun desain program kegiatan yang kemudian akan di implementasikan kepada masyarakat dan daerah sebagai manisfestasi nilai kreatifitas lembaga untuk aktif memberi andil dan harapan kemajuan dalam mencapai cita-cita luhur dan kesejahteraan masyarakat.


Ilustrasi tiga dimensi dasar pemikiran tersebut dapat diurai sbb :


MILENIUM


Membangun Wawonii berarti perspektif membangun masa depan,sebuah upaya membangun tatanan masa seribu tahun. Membangun Wawonii berarti membuat desain konsep formulasi tatanan yang kuat dan kokoh, sehingga ibarat membangun gedung seribu tingkat seyogyanya kita membuat fondasi dasar wawonii yang kokoh untuk masa seribu tahun yang akan datang. Sebuah konsep program spektakuler yang diletakan berdasarkan imajinasi dan impian masa depan yang mengilustrasi ketangguhan akan masa depan generasi untuk mencapai cita-cita emas menuju kemajuan, kemakmuran dan kesejahteraan.

Dalam konteks ini Wawonii Bersinar sebagai gerakan moral untuk MEWUJUDKAN WAWONII SATURNUS ISLAND “

Merupakan sebuah visi gambaran masa depan Wawonii yang memberi sinar pencahayaan pada berbagai aspek kehidupan masyarakat dengan pemberdayaan potensi sumber daya alam yang terkandung di bumi Wawonii untuk kepentingan kemaslahatan rakyat seluruhnya.

Visi ini bukanlah impian hampa tanpa kenyataan, bukan ide gila tanpa fakta, Tetapi sebuah inspirasi, dinamika konstruk berfikir yang tajam untuk membangunkan gagasan visioner terhadap pembangunan daerah Konawe Kepulauan yang dimulai dengan pembangunan infrastruktur dasar jalan lingkar pulau Wawonii sepanjang 134 KM. Kemudian menyusul pembangunan prasarana energi kelistrikan dengan membangun tiang lampu penerangan median jalan lingkar yang mengitari pulau ini. Sungguh menakjubkan yang ketika pesawat udara sedang melintasi pulau ini dimalam hari akan terlihat jelas sebuah fenomena alam yang terjadi, adanya pulau yang dilingkari cahaya berbentuk cincin seperti Planet Saturnus di alam jagad raya tata surya kita.

Sungguh fenomenal, ini sebuah fakta bukan mimpi. Ini sebuah kenyataan bukan khayalan seperti cerita yang digambarkan pada film-film animasi.

Pulau Wawonii telah nyata sebagai pulau Saturnus sebagai wilayah Kabupaten Konawe Kepulauan di jazirah Sulawesi Tenggara bagian timur.

Azas pandangan milenium terhadap gagasan dan ide-ide pembangunan merupakan poin penting yang menjadi dasar pemikiran untuk membuat program dan desain perspektif masa depan pulau Wawonii. Gagasan Wawonii Bersinar menjadi bluprint yang spektakuler untuk menjawab kemajuan zaman dengan teknologi serba canggih. Kita telah lahir diabad generasi teknologi mutakhir, yang seharusnya konsep-konsep brilian pembangunan harus diletakkan pada landasan teknologikal tanpa mengabaikan azas-azas budaya dan nilai peradaban masyarakat. Kita tidak hanya mendewakan ideologi kemajuan yang membutakan moral dan etika, elaborasi pemahaman tradisi, konsep budaya dan adat istiadat, namun azas kemajuan merupakan piranti pencerahan nuansa kebatinan dalam menata hidup menuju cita-cita kesejahteraan yang hakiki.


M A J U

Dimensi pragmatis aktualisasi perubahan baik pada perubahan fisik material maupun struktur dinamika sosial sebagai konsekwensi logis pembangunan. Pembangunan telah merubah sistem nilai tradisi masyarakat kedalam bingkai budaya dan peradaban.

Sebuah perubahan struktural yang terjadi adalah implikasi dan ekses kemajuan masyarakat dalam dimensi pembangunan.

Dalam konteks ini, masyarakat harus melakukan perubahan diri baik secara perlahan dalam bentuk evolusi nilai maupun dalam perubahan radikal revolusioner yang tajam. Ataupun perubahan yang terjadi untuk mereform kembali fungsi-fungsi struktur kelembagaan dan tatanan masyarakat sipil secara profesional dan proporsional atau yang disebut Reformasi.

Sistem perubahan yang terjadi demikian adalah sebuah proses dinamis yang menjadi tuntutan dinamika zaman dalam bentuk kemajuan berfikir masyarakat untuk mengapresiasi perkembangan kehidupan.

Maju menjadi faktor penting tututan dialektika perubahan dalam kancah modernisasi, sehingga manusia harus memiliki prinsip-prinsip modernitas untuk merobah kondisi zaman menjadi entitas hidup yang mampu membawa dirinya pada sebuah peradaban mutakhir. Bagi daerah Konawe Kepulauan sebagai bagian penting dari integrasi dunia adalah sebuah keharusan yang mutlak, agar bagaimana masyarakat memiliki wawasan terhadap pengembangan wilayah dalam rangka perubahan tata nilai masyarakat menjadi bangsa yang besar dan bermartabat.

Masyarakat harus memiliki sumber daya yang cerdas dan memiliki kompetensi yang cukup untuk bisa berdaya saing, sehingga daerah dengan seabrek potensinya tidak ketinggalan atau termarginalkan. Basis pandangan kemajuan merupakan faktoryang menentukan dalam upaya mensejajarkan diri pada konteks kemajuan pembangunan daerah. Oleh karena itu maka pengembangan SDM menjadi kata kunci dalam upaya pemberdayaan potensi menjadi sebuah
daerah yang maju dan mandiri.

Daerah seperti Konawe Kepulauan yang memiliki SDM terbatas perlu mendatangkan otak-otak bagus dan cerdas dan memelihara otak-otak bagus dan cerdas yang sudah ada dan terus melakukan upaya-upaya pengembangan SDM terhadap generasi dini, agar kelak dalam masa yang akan datang Konawe Kepulauan dapat memiliki sumber daya manusia yang handal untuk mengelola dan membawa daerah ini menjadi sebuah daerah yang maju dalam berbagai bidang.

Dalam kaonteks ini kemudian Wawonii Bersinar hadir mengambil peran positif, sebagai unsur lembaga elemen masyarakat yang akan memberi kontribusi ide serta gagasan untuk mendorong pengembangan Konawe Kepulauan dalam mencapai cita-cita harapan yang ingin diwujudkan.

MANDIRI

Substansi otonomi baru bukan hanya sebagai angin surga yang telah diberikan oleh pemerintah pusat kepada daerah, tetapi memiliki esensi makna kemandirian untuk mengelola daerah sendiri atas potensi yang dimiliki.

Tentu saja kemandirian memiliki urgensi kemampuan, kekuatan dan kesanggupan mengurusi daerah sendiri. Tetapi titik berat kemandirian dapat dipahami bahwa daerah harus memiliki kekuatan baik pada sumber daya manusia atau SDM maupun pada kemampuan SDA yang tersedia untuk membiayai sumber daya pembangunan daerah.

Konawe Kepulauan sebagai daerah otonomi baru memiliki sumber daya alam yang besar yang jika dikelola dengan baik akan memberi kesejahteraan bagi masyarakat, namun sebagai daerah baru yang memiliki SDM terbatas tentu merupakan kendala untuk mengelola SDA yang sekalipun melimpah.

Bagi pemerintah daerah tentunya harus memiliki kiat-kiat untuk mengelola aset-aset pembangunan yang ada dengan mengoptimalkan sumber daya pembangunan yang tersedia, agar kemudian pengelolaan pembangunan yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat dapat terwujud.

Berangkat dari ketiga azas tersebut telah menjadi landasan berfikir Wawonii Bersinar dalam membuat desain konsep, wawasan dinamika perubahan serta mindset orientasi kajian empirik terhadap persepsi pemahaman akulturasi budaya sebagai pilar utama kebangkitan Wawonii pada tataran global dunia.

Sehingga budaya dan peradaban menjadi mainstream pembangunan carakter bangsa yang menjadi perekat sistem nilai untuk keberlanjutan mentaliteit sumber daya pembangunan.

Sebagai wadah pengembangan kreatifitas yang bernama : Lembaga Sanggar Kreasi Ide WAWONII BERSINAR memiliki tujuan dan Program Kegiatan antara lain :

TUJUAN

o Mendukung program pemerintah dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat , dengan memberikan perhatian, dukungan, bantuan dan pengembangan pengetahuan, pendidikan serta wawasan dengan mengikut sertakan masyarakat secara aktif pada proses pembangunan nasional dan daerah dalam upaya meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat guna mewujudkan masa depan yang lebih baik

o Membina, meningkatkan dan mengembangkan sumber daya manusia (sdm) sehingga mampu mengaktualkan iman dan takwa (imtak) dan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dalam kehidupan sehari-hari, mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam (sda) secara lestari dan berkelanjutan.


o Merangsang tumbuhnya minat, bakat, ide serta gagasan generasi muda dan masyarakat untuk berkreasi dan mengembangkan potensi yang dimiliki dalam berbagai bidang, khususnya dalam bidang-bidang seni kreatif

o Menggali, melestarikan serta mengembangkan potensi seni dan budaya tradisional daerah wawonii yang sudah mulai punah

o Menginspirasi lahirnya elaborasi seni, budaya dan tradisi masyarakat dalam berbagai etnis/suku dan golongan sebagai potensi kearifan pluralisme lokal yang menjadi miniatur dunia

o Berpartisipasi aktif dalam membantu pemerintah daerah untuk melestarikan dan mengembangkan seni dan budaya wawonii menjadi kekayaan kearifan lokal nusantara

o Menginspirasi, menggali, melahirkan dan melestarikan serta mengembangkan bentuk kreatifitas generasi muda dan masyarakat dalam berbagai aspek potensi dalam rangka meningkatkan pembangunan dan kemajuan daerah kabupaten konawe kepulauan


PROGRAM KEGIATAN
o Melakukan penyuluhan tentang konservasi dan pelestarian lingkungan
o Mengembangkan sumber daya manusia dan merangsang ide-ide kreatif masyarakat
o Melakukan pendampingan kepada masyarakat guna mengembangkan potensi sumber daya pesisir, kelautan, perikanan serta pertanian
o Melakukan gerakan kegiatan sosial masyarakat
o Mengembangkan potensi ekonomi kreatif
o Melakukan penyuluhan tentang informasi hidup sehat dan pengobatan tradisional
o Mengembangkan nilai-nilai spritual dan religius
o Mengembangkan dan melestarikan nilai-nilai seni, budaya dan sastra
o Mengembangkan potensi wisata daerah dan olah raga rekreatif
o Mengembangkan dan melestarikan nilai-nilai kearifan lokal segala sesuatu dalam arti seluas-luasnya sepanjang tidak bertentangan dengan anggaran dasar

Dari azas tujuan dan program yang telah dicanangkan oleh Lembaga Wawonii Bersinar, perspektif budaya dan peradaban menjadi atensi besar titik kajian yang amat sangat perlu dikembangkan, karena budaya adalah RUH dan sumbu pencerah bagi identitas sebuah daerah atau bangsa.


Budaya adalah kepribadian dan jatidiri yang mencerminkan watak, jiwa dan karakter bagi sebuah daerah dan bangsa dalam tata pergaulan dunia yang beragam. Sehingga dengan melihat kondisi kekinian yang terjadi, Wawonii sebagai sebuah komunitas suku atau etnis yang dominan di daerah ini tak mampu mewarnai kondisi perubahan zaman, budaya wawonii tak mapu menjadi benteng yang kuat untuk sebuah hegemoni trend dunia baru dengan liberalisasi budaya dunia yang tajam. Karena alasan satu-satunya adalah budaya wawonii telah diambang kepunahan, budaya wawonii telah berada di titik nadir sebuah kehancuran, karena itu maka menjadi perhatian besar semua pihak, baik masyarakat awam, kelompok sektarian, kaum elitis dan terutama pemerintah harus dapat memberi ruang perhatian terhadap pelestarian dan pengembangan budaya sebagai sesuatu yang urgen dan prioritas.

Unsur budaya adalah mutlak dalam aspek pembangunan, karena manusia sebagai pemilik budaya dan subyek pembangunan harus memiliki karakter untuk mengelola pembangunan untuk kepentingannya sendiri. Tanpa itu kecuali sebuah pembangunan tidak akan bernilai apa-apa, tradisi perubahan sistem masyarakat akan menjadi pemandangan yang glamour tanpa moral dan etika. Masyarakat tidak memiliki adab kesantunan budaya sebagai warisan leluhur yang memiliki corak dan bentuk-bentuk kesantunan sosial, sehingga apa yang terjadi kemudian akan terbentuk sebuah kelompok pemerintahan GENG dimana masyarakat tidak lagi memiliki tata krama, sopan santun, etika serta moral.

Pada wilayah ini budaya menjadi faktor transenden yang harus memberi warna dasar, bazis upgrading pembinaan watak dan carakter untuk menemukan jatidiri, dalam konteks wawonii dalam memulai azas-azas kemajuan memberi perhatian besar pada pembangunan dimensi budaya sebagai bazis utama dalam rangka mewujudkan masyarakat yang bermartabat.


Hal ini menjadi catatan penting, apalagi Indonesia sedang menghadapi MEA ( Masyarakat Ekonomi Asia), perdagangan bebas dunia, yang tentu saja bukan hanya terjadi persaingan dalam bentuk kualitas produk perdagangan akan tetapi lebih jauh akan terjadi akulturasi budaya bangsa yang akan mempengaruhi carakter dan watak-watak masyarakat dalam pergaulan internasional.

Oleh karena itu pula maka Wawonii Bersinar hadir ditengah-tengah masyarakat Wawonii yang berbudaya bukan hanya mengembangkan ide serta gagasan kreatif semata dalam mengembangkan potensi daerah, tetapi juga melakukan penyuluhan, pendampingan dan pembinaan masyarakat dari sudut pandang spritualitas dan kearifan lokal. Urgensi nilai pemahaman filosofis Wawonii Bersinar akan memberi pencahayaan dan pencerahan semesta terhadap Wawonii dalam berbagai aspek potensial yang dimiliki, sehingga kemudian Wawonii akan tercipta sebagai daerah yang makmur dan memberi kesejahteraan yang membumi bagi masyarakat dalam sebuah cita-cita lingkaran hati emas.

FILOSOFI DASAR

Budaya dan peradaban sejatinya adalah pengejawantahan nilai-nilai dasar filosofis yang mencerminkan jiwa dan pandangan hidup masyarakat. Masyarakat seharusnya memiliki pedoman cita-cita hidup, pandangan arah pemikiran masa depan serta falsafah dasar dalam tata kehidupan bermasyarakat. Dalam banyak hal tentunya terhadap berbagai persoalan dan ekses yang timbul, masyarakat harus memiliki integritas kemapanan sosial yang dibingkai dalam sebuah Ideolodi Dasar yang memberi landasan pencapaian cita-cita masyarakat. Wawonii Bersinar memiliki konseptual gagasan moral cita-cita sebagai landasan filosofi dalam tatanan kehidupan masyarakat dan berbangsa “ KAI TORA INIA KATO TORA “ sebagai pandangan pemikiran yang logis rasional dan mengandung nilai-nilai dasar yang hakiki bagi kehidupan.

KAI TORA INIA memberi arti penegasan terhadap pentingnya rasa tanggung jawab, responsibility dan kewajiban setiap individu dan kelompok masyarakat untuk mengedepankan kepentingan daerah. Masyarakat menjadi subyek utama dalam upaya membangun daerah ini dengan berbagai potensi yang ada untuk kemaslahatan daerah agar kemudian daerah ini dapat HIDUP dan MENGHIDUPKAN. Frem KAI TORA INIA adalah kewajiban mutlak untuk , menjadikan daerah ini atau pulau Wawonii menjadi daerah yang makmur, daerah yang maju dan daerah yang mandiri. Sedangkan KATO TORA adalah konsepsi sosial dimana masyarakat menjadi obyek sasaran yang bernilai kesejahteraan. Masyarakat memiliki hak untuk hidup layak dan sejahtera, namun kita harus sadar bahwa kesejahteraan itu sendiri dapat kita peroleh melalui upaya-upaya yang kita lakukan terhadap keberdayaan dan kemandirian daerah ini untuk menghidupkan. Menjadi tanggung jawab dan tugas berat bagi kita semua tentunya sebagai masyarakat wawonii Konawe Kepulauan untuk berfikir lebih jauh tentang upaya-upaya konstruktif terhadap pembangunan daerah ini, baik pada perubahan fisik yang menjadi tanggung jawab pemerintah maupun pada sudut perubahan sosial yang masyarakat sendiri dapat mengambil peran untuk melakukannya.

KAI TORA INIA KATO TORA juga merupakan filosofi pembangunan. Sebuah upaya gerakan mengejawantahkan nila-nilai hidup kedalam proses berencana, bertahap dan berkesinambungan, karena Kai Tora Inia dapat di artikan sebagai kemakmuran Negeriatau usaha sungguh-sungguh yang dilakukan melalui proses program-program tahapan untuk menciptakan daya dukung wilayah dalam mencapai kemakmuran daerah. Hal ini tentu sesuai dengan amanah pemerintah untuk melakukan dimensi perubahan pada aspek kehidupan masyarakat berdasarkan rencana prioritas pembangunan.

Kato Tora merupakan cita-cita yang diharapkan bersama untuk menciptakan kesejahteraan hidup masyarakat, melalui program-program pemberdayaan yang menyentuh langsung masyarakat. Hal ini sejalan dengan hakikat perjuangan bangsa menuju pada cita-cita kesejahteraan rakyat yang ingin dicapai.

Meletakan tiga dimensi utama azas kemajuan MILENIUM, MAJU dan MANDIRI serta tujuan, program kegiatan dan pandangan filosofi dasar “ KAI TORA INIA KATO TORA “ Wawonii Bersinar menjadi wadah perjuangan moral yang memiliki integritas guna mewujudkan pulau Wawonii menjadi surga tiga dimensi dalam pencapaian cita-cita masyarakat. Tiga dimensi kebangkitan atau TRI MATRA POTENSI ( Matra Darat, Matra Laut dan Matra Udara) menjadi pilar utama dalam mengembangkan pulau Wawonii menjadi pulau Saturnus sesuai visi perspektif masa depan yang ingin dicapai oleh Wawonii Bersinar.


Langara, 21 Februari 2016

“WAWONII BERSINAR”
Share:

Menelusuri jejak Menguak Rahasia Mutiara Pulau Wawonii




Rona senja yang merarak langit di ufuk barat, ketika itu bola matahari yang terlihat sangat jelas. sinar yang semakin redup berwarna maron, hendak berjalan semu perlahan masuk kedalam peraduannya. awan kelabupun berjalan perlahan pula hendak menutupi binar-binar cahaya di lengkung alam sebelah barat dari separuh pulau ini. Seraya dengan sebuah pikiran jernih dan imajinasi yang panjang mencoba merajut khayal pada layar yang mengembang damai, untaian nada- nada syahdu dari gemuruh jeritan alam tak pernah surut mengurai duka dengan dunia yang terbentang luas, bias – bias lentara pertapaan dari sederet ilusi dan khayal mengusung inspirasi megah di pulau ini, pulau sebiji kelapa atau Pulau Wawonii.

Betapa pikiran ini pun terbelah dan mengembang jauh, hendak kemana harus berjalan menyelami lubuk-lubuk yang indah, hingga akhirnya menemukan ngarai dilembah yang dalam untuk menatap asa. Betapa pemandangan dari panorama alam yang indah dan asri di Pulau ini, telah menyentakkan seluruh pesona dari kembang-kembang mutiara yang terhampar panjang, seraya menyatakan kekaguman yang wah.. sungguh luar biasa dan menakjubkan. Disana terpancar sinar keagungan yang melilit jiwaku dengan menyuburkan batang-batang usiaku yang tumbuh dan menjulang.
Dari segenap rasa haru dengan sebongkah keyakinan Cinta dari buai-buai harapan, akan kupersembahkan pada negeri yang teduh.

Pulau seribu air terjun yang menggetarkan jiwa dengan liku-liku perjalanan yang mengayun segala fikiran dan khayal diatas bahari nan indah. Sungguh sebuah imajinasi cinta telah mengantarkanku kemari untuk menetapkan sang waktu, dimana akupun harus tunduk pada lapis-lapis kemegahan, yang mengiringi langkah-langkah kecilku untuk menyertai hidupku dengan ranah tanah tepi yang membekas kakiku dengan tapak-tapak yang lebar.

Alangkah bahagianya hati ini, menatap alam penuh bintang dengan senyum-senyum menatap kehangatan di pulau sebiji kelapa, dimana akupun legah bahagia ketika kaki ini terperosok dalam di bumi yang menghampar luas dengan nyiur melambai jauh ditiup angin segar oleh laut indah nan dalam. Aku terkejut hampa, walau akhirnya aku sadar kalau aku telah terdiam lama pada sudut-sudut megah dengan panorama yang indah dan menakjubkan.
Riuh gemulai nan indah hingga tanpa terasa bibir pantai pelabuhan Langara pun seakan menyulap arah pandangan dengan mata terbuka untuk menatap lebih lama, pesona menarik dari pemandangan di pulau ini. Aku tidak hanya sekedar menatap bebatuan dari sebuah latar relief yang indah dan panorama yang asri, namun perlahan fikiranku melangkah serta dengan kaki yang keram karena terlalu lama duduk menikmati wisata perjalanan diatas bahari dengan kapal penyeberangan KM. SEMUMU.
Sungguh menakjubkan ketika mata memandang jauh dengan menyaksikkan fenomena nyata yang menyurut sabda alam untuk sebuah persembahan abadi di perjalanan waktu.

Inikah yang namanya pulau kelapa atau sebiji kelapa ? Inikah tanda keabadian yang indah ! atau inikah sebuah surga dari tiga dimensi alam yang layaknya negeri panorama dengan imajinasi yang kerap memancarkankan cahaya keindahan semerbak wangi, dengan suasana asri dan eksotik dari atas puncak yang rata atau gunung Waworete !.

Tak kuasa hingga pikiran ini melambung jauh dengan menapaki gairah dan semangat untuk memberi motivasi. Aku bingung dan akhirnya akupun berdiri sejenak disimpang tiga dekat Rujab Bupati. Pikiranku terbawa arus pada cerita orang tentang keindahan Pantai Kampa, Air terjun Tumburano dan Dermaga alam Tanjung Dompo-dompo yang konon merupakan magnet, daya tarik obyek wisata di pulau kelapa alias pulau Wawonii.

Aku harus kearah mana lebih dulu. Apakah harus kearah selatan menuju Tanjung Dompo-dompo ataukah saya mau kearah Tumburano untuk menyaksikan obyek wisata yang menjadi saksi bisu dari sebuah Legenda masa lalu. Namun kemudian sayapun memutuskan untuk memulainya dari pantai Kampa, karena disamping lebih dekat juga mengingat sisa waktu yang hari sudah menghampiri sore.

Waw.........! demikian indah panorama alam pulau ini yang Tuhan cipta, ini adalah surga bagi para pendewa kemegahan. Ranah yang asri untuk sebuah titipan hamba-hamba alam untuk berjalan mengitari sang waktu. Namun tanpa harus banyak membuang asa dengan sisa waktu yang berlalu, aku berusaha untuk dapat segera menyaksikan keindahan pantai Kampa, dengan perjalanan yang hanya memakan waktu 15 menit. Dan akhirnya akupun tiba bersama teman-teman dengan naik kendaraan roda dua atau ojek. Luar biasa... dan sungguh menakjubkan.

“ Nggai gampa yiru “ kata seorang teman dari komunitas etnis masyarakat Bajo mengistilahkannya. Yang artinya tidak gampang itu atau luar biasa itu. Pantai Kampa ternyata adalah sebuah permata indah, hamparan dari butiran mustika harapan yang menyentak dan merangsang setiap mata dan pikiran manusia untuk selalu berkunjung ke pulau ini. Pantai Kampa telah merubah pikiran dan alam khayal setiap orang untuk berimajinasi bak taman surga yang indah yang membuat harus tinggal lebih lama dan menetap.

Entah kenapa ....., hati ini terpaut jauh untuk menyelami keping-keping indah berserakan, serpihan mutiara dari cangkang anugerah yang tertanam diperut bumi pulau ini, namun seharusnya kita patut bersyukur dan berterima kasih pada Tuhan yang mencipta keindahan alam ini.

Pantai Kampa telah membius pikiran manusia, indah, eksotik dengan panorama bibir pantai yang memutih terseret ombak. Terumbu karang yang tersasak rapi menghias menawan diantara tumbuhan lunak coral yang mengibas pemandangan sepanjang garis pantai.

Alangkah bahagianya hati ini tatkala angin laut sepoi-sepoi basah berhembus kencang, angin yang membawa pesan keindahan dengan bias-bias kecintaan yang mencengkeram jiwa ini untuk tidak beranjak dari pembaringan.

Dari sederet agenda yang mestinya meminta untuk segera melangkah namun amat terasa sebuah kenikmatan yang sempurna telah menggenggam jiwaku sepenuhnya dan membawa ke alam bawa sadar dan halusinasi bahwa kita telah mencapai nirwana dan kesempurnaan, kita telah menikmati surga abadi tanpa beranjak selangkahpun dari pantai ini.

Walau demikian, Wawonii bukan hanya kampa. Masih terlalu banyak hal dari fenomena alam yang tercipta disini yang membuat orang takjub, sepanjang dari garis pantai 178 Km mengitari pulau ini, wawonii terlalu banyak menyimpan mustika, berkilau membias cahaya hingga Wawonii bersinar menerangi alam raya ibarat matahari. 

Menuju ke Pantai Utara 

Wawonii adalah benar-benar SURGA dari TIGA DIMENSI “ alam nyata, negeri panorama yang indah dan sangat menakjubkan, sehingga aku harus berjalan menyusuri pantai kearah utara untuk menemukan banyak rahasia tersembunyi dibalik alam pulau nan megah ini. Disana aku menemukan gua tengkorak tepatnya disuatu tempat yang namanya Laa Nangi. Dibawah telaga yang biru dengan air yang tenang dan jernih, konon telaga itu adalah milik seorang pendekar sakti di zaman kerajaan Wawonii tempo dulu yang bernama TIWOLU.

Tiwolu adalah sosok manusia raksasa yang tingginya kurang lebih 3 (tiga) meter dan suaranya menggelegar kayak petir menyambar angkasa. Ini luar biasa dan sangat menakjubkan. Betapa bisikan gaib telah mengantarkan ku untuk berkunjung di pulau ini, pulau anugerah yang tidak hanya pada potensi kandungan alamnya diperut bumi sesuai yang digambarkan beberapa teman, seperti tambang dan batuan serta komoditi yang lain. 

Namun pulau inipun adalah salah satu destinasi wisata terindah yang pernah saya datangi. Geliat untuk melihat lebih jauh tentang potensi rahasia yang ada dibalik pulau ini ternyata semakin membumbung, saya mencoba menelusuri pantai dan kampung tua hingga akhirnya saya memutuskan untuk segera ke salah satu obyek wisata paling menakjubkan dan mendunia. Letaknya di Desa Lansilowo Kecamatan Wawonii Utara ke arah selatan sekitar kurang lebih 5 Km.

Obyek wisata tersebut adalah Icon wisata satu-satunya yang memiliki cerita atau legenda masa lalu tentang kisah cinta sepasang kekasih yang tidak direstui orang tua dan terpaksa mengakhiri hidupnya dengan terjun ke jurang yang amat dalam bernama “ Air Terjun TUMBURANO “

Sungguh luar biasa, ini ibarat mimpi dalam cerita-cerita khayal imajinasi. Ini sebuah penggambaran nyata dan fakta alam sesungguhnya, dalam kisah-kisah penjelmaan gaib. karena itu kemudian membuat tempat ini menjadi legendaris ketika setiap orang sedang bercerita tentang kisah masa lalunya dari sebuah perjalanan cinta yang tak sampai. 

Tiba di Timur Laut 

Hari yang semakin cerah, mentari telah sepenggalan naik. Udara panas hingga membuat badan ini gerah kepayahan. Walau demikian tak membuat semangat untuk berjalan menelusuri jejak cerita keindahan wawoniipun menjadi surut. Memandangi biru angkasa dengan awan putih berjalan perlahan seakan berbicara dan meyakinkan untuk saya harus berjalan terus. Sehingga sekalipun dengan kaki yang tertatih-tatih dari sisa tenaga yang aku punya akhirnya melalui beberapa kampung akupun tiba pada sebuah desa yang amat bersejarah bernama LADIANTA. Desa tersebut adalah desa tua yang menjadi pusat pemerintahan kerajaan Wawonii dari Tangkombuno, sepeninggalnya Raja Wawonii ke VIII MBEOGA, yang di kuburkan di pinggir pantai DIMBA. 
Pantai Dimba

Di desa Dimba dan Ladianta ternyata banyak menyimpan situs peninggalan sejarah masa lampau ketika dahulu Wawonii masih berstatus sebagai kerajaan mandiri yang ibukota atau pusat pemerintahannya terletak di benteng Tangkombuno dengan istanya yang megah bernama Watuntinapi atau Batu yang bersusun.

Di dua Desa ini menjadi pusat budaya dan peradaban wawonii masa lalu setelah ada perintah untuk mengosongkan benteng Tangkombuno dan masyarakat atau sara harus memulai kehidupan dipinggir pantai dengan alasan bahwa negeri Wawonii sudah aman dari ancaman musuh oleh orang-orang Tobelo dan Belanda. Salah satu Tokoh terkenal ketika itu adalah BONTO LANDEHI. Beliaulah yang menginisiasi agar mayat Raja MBEOGA harus di semayamkan dipinggir pantai Dimba karena pertimbangan bahwa dengan turunnya masyarakat atau sara Tangkombuno ke pinggir pantai akan membuka wawasan berfikir baru masyarakat untuk berkomunikasi dengan pihak luar, agar Wawonii sebagai daerah pulau akan mudah berkembang dan maju. Alhasil ketika mayat sang raja MBEOGA turun dan ditetapkannya sekolompok masyarakat untuk tinggal menetap menunggu kuburan sang raja, maka kemudian masyarakat berangsur turun dan membentuk sebuah komunitas besar dan akhirnya menjadi kampung yang namanya DIMBA. Jadi Dimba menjadi kampung pertama yang berada di pinggir pantai yang ditandai dengan adanya kuburan Lakino Wawonii ke VIII atau Raja Wawonii.

Memang bicara wawonii terkait budaya, peradaban serta potensi pariwisata tidak ada habisnya, namun fokus pada hal-hal yang otentik tentang bukti-bukti sejarah sebagai warisan budaya tentu membutuhkan waktu dan kajian-kajian spesisifik oleh para ahli dibidang itu. Tentunya menjadi tugas dan tanggung jawab dari semua pihak terutama pemerintah untuk menggali, melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai budaya wawonii menjadi jati diri dan martabat orang-orang wawonii sebagai bagian dari masyarakat budaya nusantara.

Selain benteng Kontara atau Tangkombuno ada pula benteng Wawolelu dan benteng Wawobuku yang menjadi benteng pertahanan pengintaian musuh yang datang dari laut. Semua itu menjadi potensi wisata arkeologi yang menjadi daya tarik dan perhatian tourizm baik lokal, nasional, regional bahkan manca negara. Bagi negara-negara yang pernah menjajah Indonesia seperti Belanda dan Jepang wawonii bukanlah daerah yang asing bagi mereka, karena mereka menetap lama terutama bangsa Jepang yang pernah tinggal di Munse sebagai pusat pemerintahan Distrik masa itu.

Ketika itu Wawonii di pimpin oleh Distrik ke 2 H. ISMAIL LAASADANA peralihan dari masa pemerintahan Distrik I (Pertama) H. Muhammad Gazali Taslim seorang ulama besar Wawonii dan pernah tercatat sebagai Lakino Wawonii ke X. yang dilantik oleh Belanda di Kesultanan Buton pada tahun 1901 yang ketika itu Wawonii masih berada dibawah kekuasaan Onder Afdelling Buton.

Potensi-potensi arkeologi yang ada tersebut merupakan bukti peradaban masa lampau sejak zaman pra sejarah, hal itu telah membuktikan bahwa sejak dahulu kala telah di temukan pola-pola kehidupan yang mengindikasi adanya permulaan peradaban sebelum manusia mengenal tulisan, yang ditandai dengan bukti-bukti peninggalan sejarah di kaki pegunungan Waworete, yakni tepatnya di ULU LAA atau Hulu Sungai.

Beberapa Toponimi dari tempat-tempat sakral yang menjadi bukti sejarah antara lain: “ TAPAWAWI (Tempat panggang babi), TIIMA ( Tempat turunnya manusia-manusia kayangan atau bidadari ) dan WAWODINI ( Bukit atau Tempat bersembahyangnya para JIN )“.

Sejumlah fosil telah mulai terkuak dan banyak ditemukan antara lain : fosil manusia purba, fosil bambu, fosil kelapa, fosil kayu hitam dll.

Fosil-fosil tersebut telah mulai terkuak perlahan, setelah orang ramai-ramai mencari batu akik yang kelak dijadikan permata cincin ataupun liontin. 

“ Kunci pintu” Benteng Tangkombuno" 

Dari sejumlah fenomena yang ada dan sempat diketemukan ada yang lebih menakjubkan dan menjadi sangat penting untuk diketahui yakni sebuah benda dari batu yang berbentuk Pulau Wawonii. Secara filosofis Benda tersebut dimaknai sebagai “ kunci pembuka “ pintu masuk Benteng Tangkombuno.

Benda tersebut juga merupakan ilustrasi makna cinta hakiki yang menyatu dari perpaduan rasa seorang laki-laki dan seorang perempuan, merupakan simbolitas perkawinan dari dua insan yang sedang memadu rasa cinta dan kasih sayang, sehingga tidak salah kalau pulau Wawoniipun melambangkan cinta atau Love, yang kemudian pulau ini dikenal dengan sebutan Pulau HATI atau Pulau Kebajikan. 

Pulau Wawonii adalah pulau yang banyak memiliki gelar antara lain : Pulau kelapa karena bentuknya yang menyerupai sebiji kelapa dan pulau inipun banyak ditumbuhi kelapa, pulau hati atau pulau cinta karena bentuknya pula seperti hati atau love, pulau akar tambang karena banyak memilki tambang, pulau anugerah karena banyak memiliki potensi sumber daya alam, pulau seribu air terjun karena banyak memiliki air terjun, pulau seribu sungai karena banyak memiliki sungai, pulau angker atau negeri guna-guna atau pulau titipan para dewa karena banyak memiliki ilmu-ilmu gaib. 

Mengungkap berbagai hal terhadap fenomena unik yang ada di Pulau Wawonii memerlukan waktu dan energi yang besar pula, namun KUNCI TANGKOMBUNO merupakan pembuka awal untuk berjalan membuka tabir rahasia alam di pulau ini.

Kunci itulah kemudian yang akan membuka tabir-tabir kealaman gaib yang ada di istana WATUNTINAPI dan Benteng TANGKOMBUNO sebagai warisan leluhur yang tersimpan sejak lama.

Sejarah telah mencatat pula bahwa untuk tegak dan majunya suatu bangsa atau negara, budaya dan peradaban menjadi pilar utama.

Jati diri sebuah bangsa terletak dari konstruk sistem budaya dan peradabannya. Karena itu untuk membangun sebuah bangsa dimulai dan berawal dari pembangunan budaya dan peradaban manusia atau bangsa itu sendiri.

Kita boleh melihat negara dan bangsa besar di dunia dapat berkembang pesat dan maju karena mempertahankan nilai-nilai budaya dan peradaban masyarakat dalam membangun bangsanya, seperti Amerika, Rusia, Inggeris, Jerman, Cina, Jepang, Korea, India, Mesir dll.

Hal tersebut menjadi referensi penting untuk membangun kebesaran Wawonii yang akan datang, karena Wawonii dimasa lalu merupakan sebuah kerajaan mandiri yang menyimpan banyak nilai-nilai budaya kebesaran yang dapat menandingi bukti-bukti kebesaran dari kerajaan yang ada dijagad ini. Sederet fenomena indah yang menghampar maupun potensi alam yang masih menjadi rahasia tersembunyi Wawonii ternyata menyimpan dan memiliki potensi anugerah wisata yang komplit dan mengundang decak kagum oleh sejumlah peneliti sejarah dan arkeolog. 

Dari sejumlah situs dan artefak yang sempat ditemukan menunjukkan bahwa dibumi Wawonii telah ada kehidupan masa lampau pada zaman pra sejarah atau zaman Neoliticum. Segala bentuk bukti peninggalan sejarah, budaya dan peradaban masa lampau baik sebelum maupun dimasa pemerintahan kekuasaan Kerajaan Wawonii masih tersimpan rapi di dalam benteng Tangkombuno, masih memerlukan waktu dan serangkaian syarat - syarat ritual adat untuk mengangkat sejumlah benda atau bukti sejarah tersebut. Namun yang menjadi persoalan adalah perlu segera dilakukan pelembagaan adat dan budaya asli wawonii dengan tidak mengadopsi budaya lain, sehingga kemudian akan mengangkat nilai-nilai kebesaran budaya dan masyarakat wawonii sebagai salah satu dari komunitas budaya nusantara yang memiliki martabat. 

Langara, 17 Februari 2016

WAWONII BERSINAR


Share:

Recent Posts

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *