• Menelusuri jejak Menguak Rahasia Mutiara Pulau Wawonii

    Rona senja yang merarak langit di ufuk barat, ketika itu bola matahari yang terlihat sangat jelas. sinar yang semakin redup berwarna maron, hendak berjalan semu perlahan masuk kedalam peraduannya.

  • Dermaga Cinta

    Ku mulai jalan ini mengayuh biduk bersama cahaya rembulan di tengah purnama, walau diantara buih meniti samudera dengan semangat yang melambung jauh untuk menggapai harapan, alangkah kerinduan dengan jiwa yang menepi laut tak kuasa untuk melangkah sampai tujuan.

  • SEKAPUR SIRIH ( PESAN PERKAWINAN )

    Karena takdir sesuatu yang pasti akan terjadi Allah peruntukkan, entah kapan, dimana dan kepada siapa “ Jodoh “ itu Tuhan tunjukkan adalah sungguh menjadi rahasianya, namun itu pasti terjadi “

  • TAPUNO MASEKENO

    Toponimi sebuah tempat atau daerah selalu mendasarkan pada inspirasi atau fenomena dari kejadian atau peristiwa yang ada didaerah tersebut untuk menjadi nama atau penyebutan sebuah daerah lazim menjadi tempat atau daerah penghunian.

  • Membangun Pariwisata Konawe Kepulauan Berbasis Budaya

    Salah satu potensi yang sangat menjanjikan dalam rangka upaya menggali sumber-sumber pembiayaan pembangunan daerah di Kabupaten Konawe Kepulauan adalah sektor pariwisata.

KEMILAU CINTA DITIMUR MATAHARI



KEMILAU CINTA
DITIMUR MATAHARI
Oleh : Arief Gazali Sidek


Pagi yang cerah,
 ketika itu mentari pagi sepenggalan naik.
Anugerah kebebasan sedang menyelimuti jiwa
yang memandang jauh pada lubuk-lubuk kerinduan
 dengan panorama indah, surut ketepian tanpa batas
 pada samudera kehidupan ini.

Setetes embun pagi
diatas dedaunan yang menghampar hijau
menjadi saksi kesejukan jiwaku
yang sedang menanti belaian asmara yang tumbuh,
namun kehangatan dari kemilau matahari
telah memberi spirit
 untuk bangkit menelusuri lorang-lorong waktu
dikala senja berlalu dipangkuan hatiKu,

walau sekedar cerita
hati yang bersemi bagai bunga yang melepas wangi
oleh kembang merekah disebuah taman firdausmu.
Maha suci Allah
 menciptakan pesona dalam lirik-lirik senandung bahagia
pada dinding-dinding sukma
dari belaian kasih seorang bidadari cintaku.

Betapa eksotik maha karya alam yang Tuhan cipta,
sebagai lambang anugerah
 dihati orang-orang sang pendewa kemegahan.
Seterang matahari
 Allah menjadikan jiwa ini
untuk menguping langgam-langgam tua
dengan suara seruling yang menggema blantika
meraut kelembutan dalam mimpi-mimpi yang indah
dari kebekuan ilusi
 yang sedang mengembara ditajuk penantian,

sebongkah mutiara hati yang tersembunyi
pada perangai bersimbah rembulan purnama,
hingga terasa lengkung batas-batas kecintaan
 telah sampai merajut kelesuan
dari geliat kerinduan berjalan diatas harapan.

Hari ini dengan sejuta pesona
 menggiring nafas-nafas berkah dari tautan jiwaku
untuk berjalan mengitari angkasa,
kesebuah lembah hidup dimana kau berada
hingga kemilau cinta diTimur Matahari
bersinar terang pada dinding-dinding fatamorga
untuk melukiskan asmara jiwamu
 dalam tempaan mahligai alam yang sempurna.

Dewa-dewa langit yang menjelma diatas kayangan
hendak memberi bayangan megah
 untuk berkata pada lembayung,
akankah pelangi antar nusa memberi titian indah
 untuk sekedar berjalan sampai ke ufuk ?

Tak mengapa cinta ini berlarut senja
Anugerah dari bibir-bibir berkah menghiasi pertapaan
alunan mesra dari seribu impian purnama
Dilaut sejati dalam samudera abadi
Untuk menyelami berlian berpilin pada tahta-tahta keagungan
Yang tersimpul pada keyakinan sang waktu
Dihati sang pencinta diufuk samudera

Walau semua itu
Hanya sekedar imajinasi dalam perekatan hakiki
Namun jiwaku telah mempertautkan harapan
Diatas kesungghan demi kau
Yang kupuja dan kusanjung selamanya
demi cintaku
Yang menebar api-api kehangatan
Sebagai kemilau cinta di Timur Matahari

Perlahan kuberjalan menyusuri pantai yang indah
Betapa keagungan menempa usiaku yang beranjak jauh
Dibawah kaki-kaki lembah yang dalam
Kucatat dan kutuliskan sebagai berita gembira
Pada lukisan mesra di selaku

Alangkah bahagianya hatiku
Saat angin sepoi basah meniup kelembutan
Membisikkan suara membius keharuan
Menerpa kerinduan hingga aku terduduk lunglai
Dibawah bintang rembulan dwi warna

Terseok-seok kumelangkah dengan kaki yang patah
Mengejar bayangan dilintas cakrawala
Namun hanya kudapati kepulan asap
Dilembah sunyi nan jauh disana
Seuntai mutiara dari gugus-gugus penantian
Hatiku berkata pada angkasa
Adakah seutas tali menggantung cintaku
Walau itu tak pasti
Tapi aku butuh keyakinan tempat berteduh
Di hatimu seindah kemilau cinta
Di Timur Matahari

WAWONII BERSINAR
Share:

LUPA



L  U  P  A
Oleh : Arief Gazali Sidek


Mengapa manusia lupa pada kejadian
Mengapa kita lupa pada esistensi hidup kita
Mengapa kita lupa pada perjalanan panjang yang kita hadapi dan
 mengapa kita lupa pada alam sempit tempat kita berasal

Manusia LUPA bahwa dia datang tanpa apa-apa
LUPA bahwa dia dihidupkan untuk memegang amanah
DIA LUPA  bahwan dia hidup untuk memberi hidup pada orang lain
Dan DIA LUPA kalau hidupnya hanya diberi sesaat lalu dimatikan kembali

Tapi mengapa manusia sombong, latah dan angkuh
Mengapa manusia egois dan serakah
Mengapa manusia tak peduli dan menghardik anak yatim
Karena manusia LUPA bahwa dia diberi Tanggung Jawab dan Amanah
Dia harus memberi kebahagiaan pada sesamanya

Banyak diantara manusia yang menderita dan sengsara
Hidup dari alas dedaunan kering
Tinggal digubuk dengan atap gardus yang sekedar menutupi matahari
Walau ketika hujan ia harus basah kuyup kedinginan

Mereka itu tanggung jawab siapa
Mereka adalah titipan amanah yang harus diangkat
Tapi lag-lagi manusia LUPA pada amanah yang diembannya
Manusia lupa pada asal kejadian dirinya yang tanpa apa-apa
Manusia memang murka,
Allah laknat pada manusia biadab tak bermoral

Allah memberi kekuasaan dan uang
Allah memberi harta berlimpah
Allah memberi ilmu pengetahuan
Allah memberi iman dan kesadaran
Agar manusia lebih bijak, lebih faham dan lebih arif
Bahwa sesungguhnya ia juga memiliki kasih sayang dan cinta
Ia harus mencintai sesamanya
Ia harus melindungi sesamanya dari kelemahan
Maka seyogyanya ia tidak LUPA pada hakikat kejadiannya sendiri

Maha suci Allah yang telah menjadikan sesuatu
Dan dia adalah hakikatnya
Dia menciptakan manusia untuk cinta sesamanya
untuk memberi perlindungan dan kekuatan sesamanya
dan memberi hidup dan penghidupan sesamanya
Share:

KEHILANGAN JATIDIRI



KEHILANGAN JATIDIRI
Oleh  : Arief Gazali Sidek

Angin berhembus dipagi yang cerah,
 awan mendung kelabu isyarat akan datangnya hujan.
 Segenap dari muka angkasa tertutupi,
oleh hitam pekat warna langit yang menghalangi pandangan
 seakan memberi sinyal akan datangnya musibah besar.

Halilintar menyemburkan cahaya meliputi alam
dan petir bergemuruh tiada henti
menyambar  bumi dengan suara dentuman keras,
 hingga manusia memeras nalar
berfikir tentang apa yang sedang terjadi

 Sebuah fenomena alam raya yang Tuhan perlihatkan,
fakta empiris yang Tuhan tunjukkan
 terhadap gejala peristiwa alam yang terjadi.
Apakah ini sebuah tanda-tanda kiamat
 yang sedang terjadi dialam ini?

Manusia panik, galau dan cemas,
 entah kemana harus berjalan mencari perlindungan.
 Semua tak peduli,
masing-masing hanya bisa mengurusi dirinya sendiri.
 Anak, saudara dan keluarga serta handai tolan
 tak ada lagi dipikiran mereka
termasuk kekayaan dan harta benda yang melimpahpun ditinggalkan.
 Semua luput dan tak ada lagi di ingatan kita
 Semua telah kehilangan Jatidiri !

Mestinya manusia tenang, tegar dan kuat menghadapinya
Karena Allah menaruh akal, hati dan jiwa
 pada tubuh yang sempurna
Allah meletakan RUH dan NYAWA pada DIRI yang Utuh
Allah menyimpan AMANAH pada Raga yang lengkap
Allah memberi sinar dan cahaya IMAN dalam QALBU yang suci
Mengapa harus kehilangan Jatidiri

Seyogyanya kita ikhlas dan berdoa
Allah Maha Tahu akan ketetapan yang dibuatnya
Saat mana manusia harus diuji
Manusia harus mampu tegak dengan titipan amanah
Dengan JATIDIRI yang sempurna
Share:

Satu Wajah Nusantara



SATU WAJAH NUSANTARA
Oleh   :  Arief Gazali Sidek

Kutatap alam dari tanah seberang
setitik anugerah mengapung damai diatas samudera.
   ketika buih yang memutih  surut terhempas,
dibawah kaki-kaki langit yang melingkar jagad raya

Api yang menyala dari perapian negeri
 cahaya yang gemerlap diatas angkasa
 oleh spirit yang tajam memberi sinar yang mencerah dunia
diantara nusa dalam gugus kepulauan nusantara
Itulah wujud kesatuan Indonesia

dari ujung Timur di tanah Papua
sampai ke Barat Nangro Aceh Darusalam
mulai utara ke pulau Miangas hingga keselatan di Pulau Rote
adalah satu kesatuan Indonesia yang jaya
   
satu atap langit menyatukan nusantara
dari tujuh kearifan yang membumi anugerah
seraya dedaunan kering berguguran
menadahkan doa diantara ranting-ranting yang patah

 tangan-tangan basah peluh bercucuran
menetes ketanah membumi dan menyerap
 mengharap tumbuh dengan biji yang sempurna
diatas tanah leluhur yang sakti

hamparan ngarai menghijau dilembah
Rona dwipa yang menghampar jauh membiru
   gugus pulau yang asri ditengah bahari
 ditaman laut nusantara nan indah
yang menunjukkan kesatuan Indonesia

berbagai suku, bangsa yang berdiam diatas negeri ini
budaya, adat istiadat yang tumbuh dan beragam
satu keragaman dalam kesatuan Indonesia
itulah wajah nusantara
Share:

Recent Posts

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *