• Menelusuri jejak Menguak Rahasia Mutiara Pulau Wawonii

    Rona senja yang merarak langit di ufuk barat, ketika itu bola matahari yang terlihat sangat jelas. sinar yang semakin redup berwarna maron, hendak berjalan semu perlahan masuk kedalam peraduannya.

  • Dermaga Cinta

    Ku mulai jalan ini mengayuh biduk bersama cahaya rembulan di tengah purnama, walau diantara buih meniti samudera dengan semangat yang melambung jauh untuk menggapai harapan, alangkah kerinduan dengan jiwa yang menepi laut tak kuasa untuk melangkah sampai tujuan.

  • SEKAPUR SIRIH ( PESAN PERKAWINAN )

    Karena takdir sesuatu yang pasti akan terjadi Allah peruntukkan, entah kapan, dimana dan kepada siapa “ Jodoh “ itu Tuhan tunjukkan adalah sungguh menjadi rahasianya, namun itu pasti terjadi “

  • TAPUNO MASEKENO

    Toponimi sebuah tempat atau daerah selalu mendasarkan pada inspirasi atau fenomena dari kejadian atau peristiwa yang ada didaerah tersebut untuk menjadi nama atau penyebutan sebuah daerah lazim menjadi tempat atau daerah penghunian.

  • Membangun Pariwisata Konawe Kepulauan Berbasis Budaya

    Salah satu potensi yang sangat menjanjikan dalam rangka upaya menggali sumber-sumber pembiayaan pembangunan daerah di Kabupaten Konawe Kepulauan adalah sektor pariwisata.

SETANGKAI CEMARA YANG PATAH



SETANGKAI CEMARA
YANG PATAH

Oleh  : Karmila Mahmud

Sehelai senyum merekah ketika di malam hari, telah membawa impianku  perlahan  menatap rembulan purnama. Namun seuntai jiwa yang mengelus rinduku terbang membahana mendekap kesunyian malam, hingga dalam tidurku terbayang mimpi-mimpi indah oleh sekejap angin berlalu, menghembus kelembutan untuk menanti mu di ujung penantian batas akhir perjalanan hasratku. Sungguh dengan malam yang terpisah oleh laut, rasa dingin yang menyelimuti jiwaku seakan berkata pada kasih dan cintaku, betapa kerinduan di balik nestapa membelai asmara yang jauh diseberang sana, walau akhirnya hatiku tetap menanti kedatanganmu untuk menghangatkan ragaku dari rasa kerinduan yang telah lama terpisah oleh lamunan sang waktu.
Semangat yang mengenang sebuah keyakinan untuk lebih lama bertahan, menandai jiwaku agar kau bisa mengerti bahwa hatiku telah lama merana dalam lubuk-lubuk kerinduan yang kadang memaksaku untuk harus mendengar suaramu. Kutelusuri jalanku dengan sekeping cinta yang bertahta, kupuja kasih sayang dengan selangit harapan untuk mengenang mu selalu. Detak jantungku berdebar melukis ingatan keharuan yang menggema atas jiwaku, entah apa yang terjadi namun sebuah kekhawatiran menyentak nyali untuk mengenang dirimu yang berada jauh disana tanpa aku disisimu.
Walau aku tidak mengerti, mengapa keyakinanku mencetus api cemburu karena perasaan yang telah lama terbebani dengan kerinduan. Sungguh sebuah rasa yang padat untuk menggenggam juwitamu seakan tidak mau melepasmu pergi, walau akupun menyadari bahwa kepergianmu adalah cahaya untuk mendapatkan pencerahan dari sebuah kegelapan yang selama ini  membuat buram pada pandanganku. Aku tidak ingin terlepas dari sentuhan-sentuhan nuranimu hingga aku bangkit dari mencari jalan yang terang untuk mewujudkan segala impianku, sampai hingar bingar cahaya pelita  mengantarkan hasrat ku untuk kembali bersamamu.
Tuhan...! sesungguhnya aku tak kuasa lagi untuk menerima ini semua sebagai cobaanmu, namun aku tak cukup memiliki kekuatan untuk beranjak dari meraup romantika yang melilit diriku. Laut yang dalam untuk melintasi tanah seberang, ombak dan gelombang yang menggoyang hingga kepalaku pening, rasanya tak mampu bertahan untuk selalu beriring besamamu. Biarkanlah aku tinggal mengidap perasaan ini sampai bahtera melaju kebatas haluan yang kutuju, demi merajut keyakinan untuk segera merapat pada dermaga cinta yang kita bangun bersama.  
Memang, amat jauh terasa sebuah perjalanan yang membuat kita hingga sampai ketujuan dan walau apa yang kuterima dalam penantian hasratku untuk selalu berkumpul bersamamu adalah keniscayaan yang harus pula kuterima. Kau pergi untuk mengejar harapan abadi, kau pergi menelusuri cahaya dan cita-cita. Sekalipun aku rela dan pasrah pada keadaan yang Tuhan beri sebagai kodratku, namun kau harus mengenang diriku yang tabah menantimu hingga batas penantian sang waktu demi mempertahankan cinta kita.
Aku terengus dengan suara desiran angin yang menghempas ranting cemara yang patah, dedaunan kering berguguran hingga tersasak rapi ketanah yang basah. Sebuah pertanda yang mungkin Tuhan sedang menasbihkan kesabaran, dari diri orang-orang yang taat menghamba, aku terima itu semua atas ujian yang Tuhan persembahkan walaupun derita yang menyayat perasaanku  sungguh  sangat memberatkan diriku. Demi jiwaku yang menatap langit untuk membuka tangan ini, menadahkan doa-doa munajat agar terlepas dari beban tanggung jawab yang kupikul dengan sebuah pengorbanan yang tulus untukmu. Asal kamu tahu bahwa tiada malam tanpa aku lepas dari mengurusi semuanya, sementara kau sendiri tenang bersantai tanpa beban apa-apa kecuali hanya menunaikan tugan dan pekerjaan mu setiap harinya.
Wahai Tuhan...dengarlah rintihanku, lihatlah suara hatiku dari lubuk sukmaku yang dalam. Jika benar kata-kataku ini, maka atas hakmu memberi tiupan kesadaran pada hambamu agar beban ini mudah terlupakan.  
Oleh angin yang berhembus kencang hingga ranting cemara yang patah, apakah ini sebuah alamat yang kelak Allah perlihatkan ?, bahwa betapa ketulusan pada jiwaku akan Allah beri hikmah yang besar untuk kemaslahatan hidupku ? Allah maha tahu, apa-apa sesungguhnya yang ada di balik alam ini sebagai ciptaannya.       
Aku akan selalu berdoa agar kau dapat beroleh berkah dan rezeki yang banyak, hingga hidup kita nanti menjadi bahagia untuk selamanya. Seuntai harapan selembut mesra dari iring-iringan doaku akan selalu menyertaimu, seraya memohon kepada yang kuasa agar kita mendapat naungan dan perlindungan hingga kelak dalam perjalanan cinta dan kasih kita abadi selamanya.
Walau seberat rindu bersemayam pada jiwaku, namun aku tabah menantimu hingga bahtera kesejukan dapat membawa kita pada puncak kejayaan, yang disana terpancar sinar keagungan untuk mendapatkan cinta suci dan abadi.
Ditanah datar yang Tuhan cipta, kumohon angin segar dari tanah seberang, semoga engkau kembali dengan perasaan bahagia seindah purnama yang kau persembahkan untukku. Disisimu aku berharap selalu dengan doa-doa bersamamu.
Salam kekal untukmu............ kasihku

Kambut, 10 April 2016
Share:

TAMBATAN KASIH KU



TAMBATAN KASIH KU

Oleh : Haikal Primawangsa Taslim

Laut menghampar biru yang seakan memberi nuansa keharuan untuk melangkah dengan senyum menawan mencari jejak-jejak harapan,dari kaki-kaki langit penuh bintang  gemerlap membahana menerangi seluruh alam seraya suara gemuruh dari balik angkasa menggema hendak berkata pada sang penghamba “ Adakah sebongkah batu di alam ini untuk mengikat seutas tali kerinduan yang selalu menghantuiku “?,  walau hanya sekedar mempersembahkan jiwa yang sedang bersimpuh pada sebuah titian pertautan cinta ditengah belantara duka.
Oleh kemilau yang mencerah kearifan, memberi warna dan membangkitkan semangat  untuk memaknai hidup dalam sebuah cakrawala yang diam. Alangkah indahnya  cinta yang menghias jiwaku untuk menatap lebih lama tentang keindahan, dari  pertautan sukma berjalan menempuh asmara melewati  titian waktu untuk menemukan tempat berlabuh di taman hati sang kekasih. Dengan keyakinan yang utuh melihat kelembutan yang tersingkap pada sikap –sikap kepribadian  yang rendah, mencerminkan ketulusan dari permata jiwa yang tumbuh pada nuraniku, seyogyanya memberi kesantunan agar hidupku tegak berdiri menjunjung ketulusan yang hendak mengokohkan prinsip terpendam dalam ragaku.
Angin yang berhembus basah, di pagi yang menghidupkan suasana bersemi dengan liku-liku khayal yang melambung jauh, terasa kehalusan dari suara-suara menggema dialam raya, membawa berita gembira dengan sayup-sayup kemegahan, hingga jiwa ini tertanam pada lubuk-lubuk kecintaan sang bidadari awan yang muncul pada lembah ngarai sukmaku. Namun mendung kelabu telah memberi isyarat bahwa hatiku gegabah untuk menyatakan naif kerinduan yang menerpa hingga semangat untuk menggapai cinta, rebah di bumi tempat aku berpijak untuk menatap harapan.
Sungguh semangat yang tegar telah mulai lesu dengan sosok raga yang berdiri tanpa jiwa, aur yang menetapkan  keyakinan dengan suara seruling yang menggaung dunia milikku, tak pantas untuk aku tertunduk pilu pada lembah datar tak bersemangat. Karena didepan mataku terbentang asa yang melukiskan kebahagiaan yang akan kurajut dengan benang-benang sejati milik sang pendewa asmara.
Wahai dewa pencipta ketulusan yang melintasi jagad raya, dengarkanlah rintihan jiwa ini, kelak yang akan kupersembahkan selamanya buat tambatan kasihku. Mimpi-mimpi indah yang tercipta dalam imajinasi cintaku, hendak mengurai segenap keyakinan untuk mengisahkan rasa kesedihan yang terpendam lama dalam  dinding-dinding kalbuku. Dengan jerih perlahan, nafas yang beranjak dari peraduan jiwa melepas janji ikatan kesucian untuk memulai jalannya dengan ratap-ratap kepedihan, walau anugerah yang indah menancap pada nalar untuk menguatkan keyakinan agar raga ini tegak berdiri kokoh dengan sempurna.
Griya kemegahan yang membawa hasratku untuk menyatakan keagungan yang tinggi, melukiskan kemasyhuran untuk menggenapkan segenap dunia ini menjadi mahligai yang indah dalam pertapaan kecintaan yang abadi. Dan sejatinya buah anugerah dari kedamaian jiwaku telah tercipta, memberi tempat yang tulus bagi sang kekasih untuk meletakan impian tahta harapan bagi pendewa keagungan cinta menuju titian kalbu, Tambatan Kasihku bersamamu.

Langara, 7 April  2016

WAWONII BERSINAR  

Share:

WAWONII BUKAN YANG LAIN



Oleh  : Alfard Dirgantara Taslim

Ranah tanah tepi yang membuat kita tegak berdiri,
di bawah langit dengan panas terik mentari kita memulai jalan ini,
 dengan semangat yang tinggi dan berapi-api
untuk memberi harapan
  agar masyarakat dapat merasakan kenikmatan
hingga beroleh bahagia pada anugerah di pulau ini.

 Dengan perjuangan yang tak kenal lelah dan capek,
 tenaga yang sudah terkuras habis
oleh semangat yang membumbung tinggi,
 hingga usaha yang membebani jiwa untuk sebuah ketulusan

demi bumi yang sudah terinjak-injak
 oleh segenap kekerasan prinsip
 yang ketika dahulu
 kita berjuang untuk kita mau merdeka dan mandiri.

Wahai kita semua,….
 Wawonii adalah identitas dan jatidiri kita,
 hendaknya kita hidup dalam bingkai WAWONII bukan yang lain,
karena kita pemilik pulau ini yang sah,
 suku, bahasa, budaya dan adat istiadat yang sah,
 memiliki karakter, peradaban dan kearifan lokal yang khas
 Wawonii bukan yang lain atau Konawe Kepulauan.

Semua itu kita perjuangkan
 bukan hanya diberi begitu saja tanpa pengorbanan,
bukan hadiah atau pemberian penguasa,
makanya tidak ada jalan lain
 kecuali kita kembali pada Kittah perjuangan pemekaran,
 kita kembali memiliki jati diri dengan identitas yang asli
 yakni memiliki nama Kabupaten yang ideal
  Wawonii bukan Konawe Kepulauan.

Oleh semangat dan integritas yang kita junjung tinggi,
 marilah kita bersama membangun daerah dengan visi yang sama,
 dengan tujuan serta kehendak yang sama,
 tanpa itu tujuan untuk mewujudkan harapan Wawonii
 menjadi “ surga” bagi kita tak akan tercapai.
  
Karena itu kita harus menjaga kedamaian,
keteduhan berfikir dimana kita harus memulai jalan ini
menuju cita-cita abadi yakni kesejahteraan yang hakiki.

Wawonii adalah semangat dan jiwa kita,
 wawonii adalah ruh dan nafas yang menghidupkan kita,
 agar Wawonii bisa memiliki jatidiri, memiliki karakter untuk membangun,
seharusnya kita mulai bangkit dengan menegakkan budaya
 sebagai label bangsa yang melekat pada khas pepribadian Wawonii.
  
Tugas yang berat sedang kita hadapi kedepan
Namun kita pasti bisa asal kita bersatu
Kita akan besar dan jaya asal kita tetap bersama
Kita akan kuat karena ikatan kesatuan persaudaraan
 Wawonii bukan yang lain

Karena itu
DIBAWAH BENDERA WAWONII
Kita bangkit dan melaju menuju haluan cita-cita
Sebuah lingkaran hati emas kesejahteraan
Yang memberi cahaya kerifan
Hingga terwujud
WAWONII YANG BERSINAR
Dalam berbagai aspek kehidupan nyata


Langara, 3  April  2016

WAWONII BERSINAR
Share:

SEKILAS TENTANG WAWORETE



SEKILAS TENTANG WAWORETE

 Oleh  : Haikal Primawangsa Taslim

Menyebut nama Waworete orang pasti teringat dengan salah satu Kecamatan yang dulu ada di wawonii bagian timur ketika Wawonii masih terbagi 2 kecamatan yakni Kecamatan Wawonii yang kini menjadi Wawonii Barat dengan Ibukota Langara dan Kecamatan Waworete yang kini bernama Wawonii Timur dengan Ibukotanya Munse. Penamaan Waworete dulu sebagai kecamatan terinspirasi dengan nama gunung Waworete, satu-satunya gunung yang ada di Pulau Wawonii artinya banyak tempat ketinggian yang berarti wawo atau diatas (bukit/gunung) yang menunjukkan ketinggian atau  gunung seperti Wawongkeuwatu, Wawolelu, Wawolangi, Wawodini, Wawompehulua, Wawobuku, Wawolaa, Wawobili dll, namun diantara wawo-wawo tersebut tidak ada yang setara dengan Waworete untuk bisa di kategorikan sebagai gunung. Wawo-wawo tersebut hanya bisa diartikan sebagai bukit atau lengkung relief struktur bumi yang yang ada diantara lembah sehingga terdapat bagian yang menunjuk ketinggian sebagai perbukitan. Waworete terdiri dari penggalan kata Wawo dan Rete. Wawo berarti bukit atau gunung sedangkan Rete artinya rata atau sejajar. Jadi Waworete artinya gunung yang rata atau tingkat derajat yang sejajar.
Dalam kaitan ini Waworete menyimpan sekelumit sejarah tentang suku asli pulau ini yang ada di kaki gunung waworete yakni To Waworete (suku Torete) atau To Ulu Laa ( hulu sungai atau orang yang berada di Hulu sungai ) yang selama ini menjadi misteri dan perlu diungkap sebagai bagian dari peristiwa sejarah Wawonii masa lalu. Berbicara orang asli atau suku asli di pulau wawonii hanya ada 2 komunitas asli yang mendiami pulau ini antara lain : Suku Wawonii atau To Wawonii yang berada di Laa Wawonii atauTangkombuno dan suku To Rete atau To Ulu Laa yang ada di kaki gunung Waworete.
Cerita tentang Waworete banyak memiliki catatan peristiwa yang bisa dihubungkan dengan kesejarahan Wawonii, baik dalam pengungkapan terhadap misteri kegaiban tempat yang konon menyingkap cerita terhadap toponimi sebuah tempat atau legenda sebuah tempat yang memiliki cerita kejadian seperti WAWODINI (bukit Jin), TIIMA (tempat turunnya para bidadari dari kayangan) dan TAPAWAWI ( tempat pemanggangan babi ). Tempat-tempat tersebut menunjukkan adanya kesan peristiwa masa lalu menyangkut aktifitas sosial yang terjadi sebelum manusia yang ada di pulau ini mengenal agama.  Hal ini kemudian terjadi interaksi komunal, peristiwa budaya dan peradaban pada komunitas generasi secara turun temurun di sebuah suku yang di kenal dengan sebutan suku To Rete  atau To Ulu Laa.
Suku To Rete yang berdiam di Waworete tidak bertahan begitu lama, hanya memiliki turunan beberapa generasi lalu melakukan pengungsian ke daerah Soropia, pulau Torete, Mata/sorue dan Lahundape (Kemaraya). Peristiwa pengungsian tersebut disebabkan karena adanya wabah siput putih penyebab penyakit yang menimpa pada suku torete tersebut, sehingga kemudian mengakibatkan adanya peristiwa perpindahan atau migrasi  yang cepat padsa komunitas Torete tersebut dari Pulau Wawonii.
Dalam artikulasi bahasa To Rete berarti orang yang memiliki kesamaan derajat, artinya bahwa dalam komunitas tersebut tidak ada Raja atau Penguasa dan tidak ada pula budak atau masyarakat  yang di perintah. Semuanya memiliki status dan derajat yang sama dalam tataran hidup sosial. Kata Torete ini juga merupakan pembeda, karena di Lawawonii atau Tangkombuno ada komunitas yang kemudian menjadi penguasa karena memiliki kecerdasan yang tinggi untuk membentuk sebuah sistem pemerintahan yang berpusat di Tangkombuno dengan  istana kerajaan yang bernama WATUNTINAPI. Kerajaan tersebut adalah Kerajaan Wawonii dengan rajanya yang terkenal bernama MBEOGA. Beliaulah yang memiliki istana dan memiliki kekuasaan pada masa kejayaan masuknya islam di Wawonii hingga Raja Lakidende pun belajar islam di Kerajaan Wawonii saat itu
Menyingkap tentang waworete ada banyak hal yang perlu ditelusuri terutama menyangkut potensi kekayaan alam wawonii yang selama ini telah menjadi buah bibir para pemerhati pulau Wawonii baik kalangan peneliti, dunia usaha, budayawan, tourizm maupun orang yang hanya sekedar melancong menikmati keindahan alam. Ada beberapa fenomena alam unik yang ada di waworete yakni adanya Danau di tengah-tengah gunung waworete dan ditengah danau tersebut terdapat sebuah pulau yang ditumbuhi pohon kelapa berwarna kuning. Dan disekeliling danau tersebut ditumbuhi pohon peropah atau pedada yang sama dengan pohon peropah yang ada di pinggir laut. Disamping itu juga di gunung waworete terdapat padang ilalang yang menjadi habitat kerbau sejauh mata memandang, yang kadang orang dapat menyaksikan saat mencari rotan di hutan Waworete . Kerbau tersebut adalah kepunyaan LAKINO WAWONII KE X, H. MUHAMMAD GAZALI TASLIM sebagai hadiah atau gaji pertama dari Belanda saat pelantikan beliau sebagai Distrik I (Pertama) Tahun 1911 di Kesultanan Buton. Setelah beliau meninggal dunia kerbau tersebut kemudian lari ke hutan dan berkembang biak yang sampai hari ini masih merupakan misteri dan belum di ketemukan kembali. Konon kerbau tersebut telah disembunyikan para jin sepeninggal tuannya.
Disamping itu juga ada fenomena menarik lain yang telah di perbincangkan banyak kalangan terutama para peneliti. Sebuah mitos besar yang telah berkembang dari zaman dahulu bahwa di tengah-tengah gunung Waworete terdapat seekor kerbau emas yang jika pada malam hari memancarkan cahaya yang amat terang keudara. Konon kerbau emas dimaksud adalah Permata raksasa atau intan yang selalu memancarkan sinar kegaiban untuk menerangi alam raya hingga kelangit tempat bersemayamnya para Bidadari. Dari penyaksian beberapa orang yang ketika sedang memancing di laut tentang cahaya tersebut memberi isyarat bahwa Pulau Wawonii sesungguhnya adalah Pulau titipan para dewa yang menjadi misteri sampai hari ini. Artinya bahwa ada mutiara terpendam di pulau wawonii yang hingga kini belum terungkap baik pada hal-hal yang menyangkut gaib maupun pada potensi alam berharga yang masih tersembunyi di bumi Wawonii berupa bahan tambang dan potensi lainnya. Sebagai salah satu contoh misal yang terjadi adanya tambang emas di Wawonii yang ketika hasil sampel benar-benar akurat berdasarkan hasil Lab namun setelah di eksplorasi ternyata hasilnya hanya berupa belerang. Hal ini menunjukkan bahwa pulau wawonii sesungguhnya ada yang menguasainya secara gaib.  Untuk mengungkap rahasia ini lebih jauh memerlukan waktu dan metode yang berdasarkan pada dimensi mistisisme supranatural melalui para sesepuh pulau ini yang mendapat wangsit untuk mengungkap rahasia tersebut.
Walaupun demikian hal-hal lain yang menyangkut tentang panorama alam, sebagai potensi yang mengundang banyak orang dari sektor wisata akan terus dilakukan dalam rangka menjadikan pulau Wawonii sebagai salah satu destinasi penting yang patut diandalkan. Menjadi tugas kita semua terutama para pemerhati wisata, agar mencari solusi pengembangan daerah melalui promosi spot-spot wisata unggulan sehingga pihak-pihak pemangku kepentingan dapat segera menjadikan Wawonii sebagai daerah tujuan atau destinasi wisata yang menjanjikan.

Kendari, 3 April  2016

WAWONII BERSINAR
Share:

Recent Posts

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *