• Menelusuri jejak Menguak Rahasia Mutiara Pulau Wawonii

    Rona senja yang merarak langit di ufuk barat, ketika itu bola matahari yang terlihat sangat jelas. sinar yang semakin redup berwarna maron, hendak berjalan semu perlahan masuk kedalam peraduannya.

  • Dermaga Cinta

    Ku mulai jalan ini mengayuh biduk bersama cahaya rembulan di tengah purnama, walau diantara buih meniti samudera dengan semangat yang melambung jauh untuk menggapai harapan, alangkah kerinduan dengan jiwa yang menepi laut tak kuasa untuk melangkah sampai tujuan.

  • SEKAPUR SIRIH ( PESAN PERKAWINAN )

    Karena takdir sesuatu yang pasti akan terjadi Allah peruntukkan, entah kapan, dimana dan kepada siapa “ Jodoh “ itu Tuhan tunjukkan adalah sungguh menjadi rahasianya, namun itu pasti terjadi “

  • TAPUNO MASEKENO

    Toponimi sebuah tempat atau daerah selalu mendasarkan pada inspirasi atau fenomena dari kejadian atau peristiwa yang ada didaerah tersebut untuk menjadi nama atau penyebutan sebuah daerah lazim menjadi tempat atau daerah penghunian.

  • Membangun Pariwisata Konawe Kepulauan Berbasis Budaya

    Salah satu potensi yang sangat menjanjikan dalam rangka upaya menggali sumber-sumber pembiayaan pembangunan daerah di Kabupaten Konawe Kepulauan adalah sektor pariwisata.

DERMAGA CINTA


DERMAGA CINTA

Oleh : Arief Gazali Sidek



Ku mulai jalan ini

mengayuh biduk bersama cahaya rembulan di tengah purnama,

walau diantara buih meniti samudera

dengan semangat yang melambung jauh untuk menggapai harapan,

alangkah kerinduan dengan jiwa yang menepi laut

tak kuasa untuk melangkah sampai tujuan.


Seraya langit mengepul

Dengan awan putih membatasi pandangan

untuk memaknai angkasa oleh cakrawala yang diam,

entah mengapa pula yang membuat kaki ini tak dapat beranjak

membawa iring-iringan duka kelembah ngarai

dengan beban pikiran yang menumpuk khayal

di bawah kolong langit tanpa bintang.


Aku dengan setengah berani

nyali tak sempurna,

hendak mengarungi alam gelap tanpa rembulan.

Walau dimana aku berada hendak menasbihkan hati ini

untuk meraup cahaya,


namun dunia tanpa suara akan memberi isyarat pasti

bahwa perjalanan masih jauh

untuk menambatkan tali

dari ikatan kerinduan yang sedang bergelora.


Jiwa yang pipih mengelus rasa dengan spirit yang tajam,

tanpa harus mengeluh,

meratap dengan impian suci

aku berdoa

untuk mendapatkan berkah di tepi lautan.

Hingga pada saatnya

aku akan menemukan jalan dengan layar terkembang

untuk menggapai harapan di pantai bahagia

pada sebuah dermaga cinta.


Dari pertautan yang huharap

akan terikat pada simpul yang kuat,

kucoba dengan semangat yang berapi-api

namun terjatuh pula kelembah

hingga aku tak kuasa bangkit menemukan jalan baru.


Hiruk pikuk yang ketika jiwa menatap alam hampa

Tanpa apa-apa sebercik cahaya

menatap langit yang luas dan megah

Ku melangkah di tengah gurun pasir hingga kaki terkulai

Dari panas terik yang menyengat basah

Dengan keringat bercucuran mengurai tubuh


Alangkah dengan hati iba

telah kutancap hati ini dengan sangat kuat

Untuk melepaskan duka di atas dermaga

Walau harapan yang ku punya telah hanyut bersama zaman

Raib tanpa bekas

oleh berita kesedihan yang mendera duka



Pada dinding-dinding cakrawala yang berarak senja

Damai yang melukis akan keindahan nuraniku

Berkata untuk meraih kerinduan sang waktu

Yang berjalan menunjuk kehendak atas fatwa alam

Akankah kesedihan ini kulepas begitu saja

Sementara pertautan dari dua sisi kerinduan akan berlabuh

Untuk menetapkan kepastian dari rangkaian cerita

Asmara yang tumbuh di lubuk yang dalam

Dengan kisah-kisah sedih

membawa keharuan yang merundung kelabu


Tak dapat kubayangkan yang seketika perasaan ini terbawa pergi

Mengembara di alam raya tanpa batas

Mengayuh bahtera cinta di tengah badai gurun

Untuk menemukan pelabuhan terakhir

Sampai dengan kaki yang tertatih-tatih ku coba melangkah

Melewati belantara luas tak berujung

Hingga menemukan perintang yang menghalangi jalanku

Namun dengan semangat yang kuat

telah kutancap kan harapan

Menuju titian asa yang menyelimuti jiwa terkembang

Pada samudera alam yang kutuju


Wahai dengan api-api yang membakar semangatku

Untuk melintasi perjalan panjang tak berujung

Tak pelak dengan hamparan derita

diatas tangis menderai bumi

Merintih tanpa ragu, mengguyur basah

Di tengah lembah ke nisbian yang mempertautkan cinta

Untuk menyatakan buah hati yang terpendam

Pada lubuk jiwa yang tersayat oleh duka kerinduan

Hendak berlabuh diatas dermaga cinta 



Langara, 18 Maret 2016


WAWONII BERSINAR
Share:

Angin Barat Mengancam Utara

ANGIN BARAT MENGANCAM UTARA
Oleh : Milga Deisyarika


Oleh peraduan sang waktu
Yang menunjuk titik hembus arah mata angin
Di alur lintasan tempat berlabuh
Sebuah dermaga indah
Tempat mengikat simpul tali yang utuh
Bagi kapal temberang biru
Yang siap berlayar menuju pulau harapan

Suasana damai di laut yang teduh
Terasa awan berseri menghias tepi langit
Rangkaian pertautan keindahan pantai
Untuk bersama mewujudkan impian
Di tengah semarak tanah yang asri

Pantai utara yang sejuk menawan
Tanpa terasa hingga laut beriak
Dengan ombak memutih membujur samudera
Dari bias yang dalam mulai menghempas
Arus gelombang memecah pantai

Angin barat berhembus kencang
Menembusi dinding-dinding batas cakrawala
Meliuk indah dan menari diatas peraduan
Untuk menelusuri jalan buntu
Tempat berlayar
Di negeri bebas tanpa aral dan badai
 
Walau pagi-pagi buta tanpa cahaya
Fajar yang gelap tanpa bintang
Kapal melaju dengan temberang yang putus
Namun dengan semangat yang tinggi
Menggapai bahagia ditengah samudera
Hingga sampai kedarat sejahtera

Gendang bertabuh dengan suara gemuruh
yang menyentak bumi
suara pekikan menyambut kemenangan
mengarak panji-panji keagungan
yang berkibar kemegahan
di antara waktu menyeruak angkasa
 
Wahai dengan tinta-tinta emas mengukir langit
rona senja yang memerah di ufuk
awan putih berjalan perlahan
melaju tanpa henti oleh angin barat
yang menerpa lebih lama mengancam utara
dalam perjalanan sang waktu
di tengah badai gurun yang meniup kencang

di kaki bukit yang terjal
menatap jurang dan lembah
menelusuri sebuah titian panjang
dengan kaki melangkah tertatih-tatih
deru suara gemuruh alam memberi sinyal
tanda akan datangnya kepastian
dari berita yang memberi anugerah
untuk semua yang patuh pada fatwa alam

Namun kita harus waspada pada bencana
Kuatkan jiwa minta permohonan
Yang kuasa pasti tahu
Dalam perjalanan yang tulus dan mulia

Kendari, 20 Maret 2016
BINTANG KECIL
Share:

Perlunya Revitalisasi Kearifan Lokal Wawonii Dalam Pembangunan Daerah Konawe Kepulauan

PERLUNYA REVITALISASI KEARIFAN LOKAL WAWONII DALAM PEMBANGUNAN DAERAH KONAWE KEPULAUAN

Oleh : Abdul Mutalib Taslim

Kearifan lokal sebagai suatu kekayaan budaya lokal dapat dimaknai sebagai filosofi hidup, pandangan cita-cita hidup yang mengakomodasi kebijakan dan kearifan akan nila-nilai hidup. Di Wawonii yang terdiri dari banyak suku dan etnis dan telah berinteraksi dan hidup bersama sejak lama berlapis generasi dapat dianggap sebagai miniatur peradaban holistik dan pluralisme Nusantara karena adanya berbagai suku dan interaksi sosial yang memiliki watak dan karakter dengan elaborasi budaya yang beragam sehingga kearifan lokal itu tidak hanya berlaku pada budaya atau etnik tertentu, tetapi dapat dikatakan bersifat lintas budaya atau lintas etnik yang membentuk nilai budaya yang bersifat elaborasi kebinekaan Indonesia.Walaupun suku Wawonii masih merupakan suku dominan atau suku asli yang memiliki bahasa, adat istiadat, budaya dan kearifan lokal yang secara turun-temurun menjadi warisan leluhur.

Dalam era globalisasi yang banyak menawarkan gaya hidup pragmatis dan konsumtif, praktik hidup dengan gaya modern, glamour dan kebebasan berekspresi adalah hal yang mereduksi tata nilai budaya dan kearifan yang menjadi pusaka leluhur nenek moyang.Secara faktual dapat kita saksikan bagaimana kearifan lokal yang sarat kebijakan dan filosofi hidup nyaris tidak terimplementasikan dalam praktik hidup yang makin pragmatis. Kebiasaan-kebiasaan tradisi yang bernilai kesantunan sosial seakan terkikis dan mulai ditinggalkan secara perlahan.

Kearifan Lokal juga dapat di maknai sebagai Identitas dan Ideologi Bangsa, yang menuntun masyarakat kedalam hal pencapaian kemajuan dan keunggulan, etos kerja, serta keseimbangan dan keharmonisan alam dan sosial. Sehingga dalam banyak hal tentang etika masyarakat terkait sikap hidup yang mencerminkan akan nilai-nilai budaya dapat mengimplikasi moral ajakan semangat dan etos kerja untuk meraih keunggulan, juga dalam hal keharmonisan sosial dan alam. Budaya wawonii pun yang mengenal prinsip gotong royong dan toleransi termasuk kearifan lokal yang bersifat menjaga dan melestarikan alam sehingga alam atau hutan harus dapat dimanfaatkan seperlunya bukan untuk dikuras habis yang berakibat pada dampak lingkungan yang lebih besar dan menyebabkan manusia menjadi korbannya. Peristiwa-peristiwa alam seperti banjir, longsor dll merupakan bencana yang timbul karena tidak adanya keseimbangan alam yang terjadi atas ulah manusia yang mengesampingkan kearifan lokal sebagai falsafah hidupnya.

Pulau Wawonii yang memiliki potensi dengan sumber daya alam yang melimpah idealnya,Wawonii dalam kurun waktu tertentu harus menjadi daerah yang maju, dengan konsep membangun Kota yang ramah lingkungan dengan hutan akan tetap terjaga kelestariannya. Perlu di ingat bahwaWawonii hanyalah pulau kecil yang jika eksploitasi lingkungan terus dilakukan maka akan terjadi gradasi struktur lingkungan yang ekstrim dan pada gilirannya akan terjadi kehancuran habitat dan ekosistem makhluk hidup terutama berkurangnya debit sumber daya air yang menjadi kebutuhan dasar manusia. Hal ini perlu upaya pelestarian alam atau lingkungan dengan melakukan gerakan lestari alam yang bertujuan untuk menjaga sendi-sendi lingkungan agar tidak terjadi penghancuran termasuk merevitalisasi hutan mangrove sebagai penyangga pantai bagi kehidupan sumber daya pesisir.

Dalam masyarakat Wawonii sendiri sering terjadi aktifitas ekstrim yang mereduksi nilai-nilai toleransi dan kearifan. Pada konteks perubahan nilai sosiokultural juga terjadi pergeseran orientasi nilai. Masyarakat yang cenderung makin pragmatis dan berorientasi pada budaya uang serta terperangkap dalam gaya hidup konsumtif yang disodorkan kekuatan global kapitalisme.Secara ekstrem dapat dikatakan bahwa kearifan lokal yang kita miliki mirip benda pusaka, yang kita warisi dari leluhur, kita simpan dan kita pelihara, tetapi kita tidak mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan nyata sehingga pusaka tersebut sia-sia merespons tantangan zaman yang telah berubah. Dalam kaitannya dengan kearifan lokal dan realitas yang terjadi kini bahwa pembangunan di Indonesia yang terpaku pada pertumbuhan ekonomi semata telah mengabaikan kearifan lokal dan menimbulkan potensi konflik vertikal dan horizontal di kemudian hari.

Kearifan lokal adalah warisan masa lalu yang berasal dari leluhur, yang tidak hanya terdapat dalam sastra tradisional sebagai refleksi masyarakat penuturnya, tetapi terdapat dalam berbagai bidang kehidupan nyata, seperti filosofi dan pandangan hidup, kesehatan, dan arsitektur. Dalam dialektika hidup-mati (sesuatu yang hidup akan mati), tanpa pelestarian dan revitalisasi, kearifan lokal pun suatu saat akan mati. . Kearifan lokal acap kali terkalahkan oleh sikap masyarakat yang makin pragmatis, yang akhirnya lebih berpihak pada tekanan dan kebutuhan ekonomi

Kearifan lokal hanya akan abadi kalau kearifan lokal terimplementasikan dalam kehidupan konkret sehari-hari sehingga mampu merespons dan menjawab arus zaman yang telah berubah. Kearifan lokal juga harus terimplementasikan dalam kebijakan negara, misalnya dengan menerapkan kebijakan ekonomi yang berasaskan gotong royong dan kekeluargaan sebagai salah satu wujud kearifan lokal kita. Untuk mencapai itu, perlu implementasi ideologi dalam berbagai kebijakan negara.

Revitalisasi kearifan lokal dalam merespons berbagai persoalan akut bangsa dan negara ini, seperti korupsi, kemiskinan, dan kesenjangan sosial hanya akan berjalan dengan dukungan kebijakan negara dan keteladanan. Tanpa itu, kearifan lokal hanya merupakan aksesori budaya yang tidak bermakna. Kearifan lokal di banyak daerah pada umumnya mengajarkan budaya malu (jika berbuat salah). Akan tetapi, dalam realitas sekarang, budaya malu itu telah luntur.

Kita memiliki “aset spiritual” berupa kearifan lokal dan etika agama yang ada. Namun, dalam perjalanan sejarah, tampaknya daerah kita semakin terkooptasi oleh berbagai kepentingan ekonomi dan politik global yang didominasi oleh negara maju. Tanpa revitalisasi, kearifan lokal yang sesungguhnya juga merupakan identitas bangsa, kita akan semakin kehilangan jati diri di tataran nasional dan dunia.

Langara, 20 Maret 2016
WAWONII BERSINAR
Share:

WAWONII.....!!! Apanya yang menarik...?

WAWONII....!!!!

Apanya yang menarik?


Oleh : Arief Gazali Sidek

Kalau kita perhatikan pada peta Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau-pulau nusantara akan terlihat sbuah pulau unik dan menarik berbentuk hati atau love, salah satu pulau unik di antara lima pulau di dunia yang menyerupai cinta dan pulau tersebut secara geografis berada di antara gugusan pulau-pulau di jazirah tenggara bagian timur pulau Sulawesi atau Sulawesi Tenggara. Pulau ini bernama pulau Wawonii yang sekarang telah menjadi cakupan wilayah kabupaten Konawe Kepulauan yang berdiri pada bulan Mei 2013.

Pulau Wawonii telah dikenal sejak lama sebagai salah satu pemerintahan kerajaan mandiri yang setara dengan kerajaan-kerajaan lai nusantara dengan pusat pemerintahannya bernama Tangkombuno sekitar 5 Km kearah utara dari Kelurahan Ladianta. Kerajaan Wawonii telah meninggalkan jejak sejarah yang ditandai dengan benteng Kerajaan yakni ; Benteng Kontara atau Tangkombuno, benteng Wawobuku, benteng Wawolelu, benteng Wawongkeuwatu, benteng Kontara II di Kecamatan Wawonii Selatan atau Bobolio dan Istana Raja yang megah dan artistik WATUNTINAPI diatas benteng TANGKOMBUNO. Tentu saja dengan melihat bentuknya pulau ini yang menyerupai love atau cinta telah menarik perhatian banyak orang untuk ingin mengetahuinya lebih dekat, apalagi pulau ini dahulu sangat terkenal karena image ilmu hitamnya yang memang terbukti sangat ampuh dan mumpuni sehingga kemudian pulau ini dinamai pulau GUNA-GUNA.

Tentang apa sesungguhnya yang ada dan menarik dibalik pulau ini tentunya telah menjadi bagian yang harus diungkap apalagi pulau wawonii memiliki potensi wisata yang tidak hanya menarik perhatian tetapi membuat decak kagum dunia para tourizm, karena ternyata pulau wawonii menyimpan galeri keindahan alam yang masih sangat perawan yang bisa di kembangkan sebagai destinasi wisata unggulan baik lokal maupun manca negara.

Pulau Wawonii yang berbentuk hati mengandung makna fiosofis bahwa pulai ini adalah pulau kecintaan atau pulau kebajikan dimana setiap manusia yang lahir dan berada di pulau ini akan memiliki kepribadian dan daya jiwa yang mencerminkan sikap-sikap yang rendah dan bijak, memiliki rasa kasih sayang terhadap sesama dan melahirkan inspirasi cinta pada alam dan lingkungan. Sungguhpun demikian manusia dalam berbagai aktifitasnya selalu menyimpang dari kondisi ideal tentang hakikat dan urgensi kehidupan, sehingga terjadi kerusakan lingkungan yang diakibatkan karena ulah manusia sendiri.



Apanya yang menarik !

Wawonii ibarat medan magnet yang dapat menangkap benda-benda logam disekitarnya, karena itu wawonii mendapat julukan sebagai pulau anugerah atau mustika yang terpendam “ The Greates eko island “. Banyak hal yang membuat pulau ini menjadi daya tarik mulai dari arsitektur alamnya yang eksotik dan indah,maupun potensi sumber daya alam yang terpendam untuk di kelola sebagai sumber-sumber pendapatan daerah. Disepanjang garis pantai pulau wawonii 178 Km merupakan spot-spot wisata yang menarik, karena itu pulau wawonii berpotensi menjadi surga bagi wisatawan.

Diantara spot-spot obyek wisata tersebut antara lain : Pantai Kampa, Air Terjun Tumburanao, Air Terjun Tiima dan Wonua Lelei di Dimba, pantai Kekea, Pantai Tengkera di Naambo jaya, Dermaga alam Dompo-dompo, Pantai Baku-baku, Pantai Sawaea, Pantai Wungkolo dan Telaga Air Panas Wungkolo, Air Terjun Kopea, Air Terjun Laa Wawonii, Pantai Oloa di Dimba serta Benteng Kerajaan Wawonii diTangkombuno. Dari sudut Sumber Daya Alam sejumlah potensi bahan tambang seperti nikel, pasir cromic, batubara, emas serta minyak bumi ada di pulau ini termasuk sumber daya lainnya seperti perikanan/kelautan, pertanian hortikultura, budaya dan pariwisata menjadi potensi yang sangat diharapkan menjadi potensi unggulan yang dapat memberi kontribusi sangat berarti untuk kemajuan bagi daerah ini. Pulau Wawonii menjadi lingkaran potensi emas yang kelak akan memberi sinar kesejahteraan. Dengan aset pembangunan yang ada akan mampu menjawab tantangan ketertinggalan bagi daerah ini sehingga masyarakat akan bisa menikmati kesejahteraan hidup dari potensi anugerah yang dimiliki pulau ini.

Kebijakan pemerintah pusat untuk membangun daerah tertinggal dan terpinggirkan adalah anugerah bagi Konawe Kepulauan sebagai daerah kepulauan adalah sangat tepat, karena memang tingkat sosial ekonomi masyarakat sangat rendah dan memungkinkan adanya keberpihakan pemerintah untuk melakukan upaya pengentasan kemiskinan di daerah ini. Untuk itu maka dibutuhkan kerjasama semua pihak baik pemerintah, unsur swasta dan masyarakat luas agar berjalan bersama dengan visi yang sama untuk menentukan cita-cita bersama.

Wawonii sebagai negeri impian yang menjanjikan akan memberi sinar hidup bagi setiap individu dan masyarakat dalam menentukan masa depan yang indah dan sejahtera.Disaat yang lalu sebelum wawonii mekar jadi kabupaten, pulau ini menjadi daerah yang terabaikan dan jarang mendapat perhatian, karena mungkin situasi kondisi wilayah yang amat sulit dijangkau. Di tambah dengan adanya image negatif yang telah menjadi label sejarah bahwa wawonii adalah daerah guna-guna, sehingga kemudian wawonii sangat jarang di kunjungi orang karena daerah ini tergolong sangat terisolir dan terpinggirkan. Namun kemudian berkah alam yang tuhan peruntukkan buat pulau ini dan menjadikannya sebagai daerah yang kaya akan potensi dan menjanjikan kesejahteraan bagi seluruhnya.

Orang tak perlu takut lagi ke wawonii karena berbagai image, ternyata Wawonii adalah surga yang di dambakan, negeri idaman bagi para pendewa dunia yang ingin menikmati hidupnya dengan santai. Walaupun pada tahun-tahun awal dimana daerah ini masih dalam proses mulai membangun sehingga hal-hal yang menjadi obsesi kenikmatan tidak akan instan untuk segera akan kita rasakan.

Dengan seabrek potensi yang dimiliki tentu amat logis jika pulau ini yang hanya berpenduduk kurang lebih 32.ooo jiwa, jika di kelola dengan bijak dan profesional tujuan untuk mewujudkan surga dalam kesejahteraan hidup akan dapat tercapai. Yang terpenting seluruh masyarkat dan pemerintah dapat menciptakan kondusifitas dan dinamika sosial yang sehat dalam membangun negeri ini kearah kemajuan.

AYO KE WAWONII,........ !


Langara, 18 Mey 2016

WAWONII BERSINAR
Share:

Bobolio

BOBOLIO
Karya : Arief Gazali Sidek

Bahtera indah titian hidup dalam perjalanan panjang
Disela – sela anugerah yang kuasa peruntukan kepada hambanya
Atas ikhtiar kepada manusia yang menjadi kodrat penciptaan diri
Untuk menjalankan amanah sebagai khalifah di bumi

Olah fikir dari kehendak nalar yang tuhan cipta
Agar manusia punya arti dan nilai hidup yang pasti
Dari martabat yang kelak membawa identitas kemuliaan
Sebagai hamba pada kedudukan yang tinggi dan tehormat

Bahagia tatkala manusia memperoleh kebajikan
Memberi kesejukan pada sisi- sisi kehidupan duniawi
Langkah – langkah indah menatap cerah seuntai harapan baru
Dengan jiwa suci terpendam kedalam samudera ma’rifat

Ombak beriring memutih memecah keseluruh pantai
Sebuah fenomena yang tercipta sebagai dirasah alamiah
Untuk memberi perbandingan pada sebuah ketetapan jiwa
Pada akhir pandangan untuk menyelami hakikat sebuah kehidupan

Laut yang rata dan telah menyatukan dunia tanpa sekat
Buih mengepul diatas bahari nan indah bertaburan tanpa arah
Walau diantara kita berbeda faham tapi satu keutuhan yang mengikat
Agar kita jaya dalam kehidupan yang nyaman dan sejahtera

Impian bertajuk harapan dengan doa – doa yang hikmat
Berita gembira dengan imajinasi sang dewi malam
Membelah bumi dengan fatwa akar – akar keinsyafan
Agar manusia kembali merenung akan nilai – nilai kebenaran
 
Obyek salju dengan keindahan panorama diatas angkasa
Putih berurai mencairkan hasrat – hasrat kerinduan
Cinta abadi pada loyalitas negeri berlapis keturunan
Dibumi kelapa tempat berpijak mendamaikan jiwa
Share:

SUARA HIKMAH DI BALIK ALAM

SUARA HIKMAH DIBALIK ALAM
Oleh : Destrit Ambarwati Taslim

Kalau saja kita sadar karena melihat bintang berkedip,
Itu berarti Allah sedang membuka nurani,
Seyogyanya kita berfikir jernih
Karena alam cerah menembusi jiwa untuk memberi pencerahan pandangan.
Walau itu seharusnya
Kita merenungi nasib dari kehendak yang terjadi
Di saat kita sedang terlupa,
Karena gembira menikmati dunia dengan segala kemewahannya.

Tapi apa yang terjadi
Tuhan sedang menguji hambanya
Dan manakala Tuhan mau apa yang dikehendakinya
Sudah pasti terjadi.
Mestinya kita mulai menundukkan kepala,
Melihat bumi yang setiap harinya terinjak-injak
Dengan kaki-kaki yang kotor dan tidak sopan.
Semuanya mengabaikan begitu saja,
Seharusnya tanpa suara pun kita patut melihat kegelapan
Dari mendung alam.
Betapa Tuhan sedang menunjukkan alamat
Bahwa manusia sudah harus siap menerima
Untuk kembali dengan tanpa pertimbangan.
Hiruk pikuk dengan suara gemuruh menggelegar diangkasa,
bunyi petir yang seakan memecah dunia.
Hari dengan butiran debu beterbangan
menghempas hendak membutakan mata,
telinga pekak dengan dentuman bunyi-bunyian
di setiap sudut kota.
Sebuah tanda yang terjadi akan datangnya peringatan
untuk menentukan apakah manusia
akan bahagia atau sengsara.

Namun itu semua akan datang
saat-saat kita sedang asyik dengan kemewahan,
sedang menikmati keindahan yang tanpa disadari
bahwa kita telah kehilangan penglihatan sesungguhnya.
Api sedang membakar walau asap tak kunjung mengepul,
hingga manusia gerah, gelisah dan galau
menyaksikan nyala yang sedang melalap keimanan
di tengah-tengah perapian padang yang luas.

Kita tak perlu menangis dan mengeluh,
Diantara hati-hati yang pedih karena panas terik.

Langara, 17 Maret 2016
WAWONII BERSINAR




Share:

Walau Dihempas Angin




Tanpa terasa 
Waktu membilang dengan angka-angka
Berjalan kerantau dengan tulus
Pada pengabdian negeriku

Yang setiap harinya
Memberiku nafas dan tenaga
Untuk pengembangan karir
Dan kesejahteraan hidupku

Rela berpisah dengan anak dan istri tercinta
Mengasah tabah
Dengan hidup menyendiri
Walau kerinduan terkadang datang menimpa

Namun
Semangatku tetap tinggi dan menggelora
Hari-hari yang kulalui

Tanpa lelah dan berasa capek

Yang kadang berjalan
Di atas jembatan penyeberangan
Laut berombak dan gelombang yang memecah
Dihempas angin

Dengan riak-riak yang memutih
Demi pengabdian
Yang mengalir deras pada jiwaku
Tanpa keraguan yang membelah

Atas keyakinanku
Mendobrak badai
Di antara kelesuan semangatku
Untuk berkarya

Pada persembahan akan negeriku
Pulau yang memberi berkah
Dan nafas kecintaan
Membangkitkan gairah dan SPIRIT yang tinggi

Bersama cahaya
Yang meliputi ruang dan waktu
Wawonii bersinar
Jaya, Makmur dan sejahtera

Langara, 18 Januari 2015
Share:

Ketika Timur Bersinar

KETIKA TIMUR BERSINAR

Pagi yang cerah di ufuk timur
Ketika cahaya kearifan menyelimuti alam
Mentari yang sepenggalan naik perlahan
Membias pada lingkar cakrawala

Angin berhembus kencang
Rona yang mengepul di pagi buta
Sembari daun-daun bergoyang
Membangunkan semangat dari jiwa yang beku
 
Hari-hari dengan pikiran hampa
Namun ketika timur bersinar
Sayup suara blantika yang menggema
Pada dinding-dinding asa dan harapan
Hendak meraup bahagia dengan gema doa
dari cahaya yang membimbing jiwa
meniti berkah dari penantian qalbu
untuk persembahan dunia seisinya

Langara, 10 Januari 2015
 
Share:

Wawonii Yang Asri

WAWONII YANG ASRI


Sinar mentari yang cerah merekah bumi
Pohon rindang menyejuk suasana
Dari keindahan alam penuh warna
Di batas ujung penantian sang waktu

Lingkungan yang indah dan mempesona
Cantik eksotik menghampar alam
Pada raut-raut bumi yang sejuk nan permai
Menyibak harapan dengan mutiara terpendam

Demi pada bulan yang bercahaya
Menatap langit dengan bias-bias yang cerah
Mahligai indah di taman surga
Tempat bertahta bidadari malam

Dengan perlahan berjalan bersama
Di pantai indah, santun dan nyaman
Menanti berkah alunan sang waktu
WAWONII pulau nan asri


Langara, 9 Januari 2016
Share:

Kembali Ke Kitta Perjuangan Awal Kabupaten Wawonii

 
KEMBALI KE KITTAH PERJUANGAN AWAL KABUPATEN “ WAWONII “
Oleh : Abdul Mutalib Taslim

Walau kelihatannya masih terlalu pagi untuk mengangkat isu ini kepermukaan, mengganti nama Konawe Kepulauan menjadi Wawonii namun hal ini mungkin menjadi sangat prinsip dan urgen bagi masyarakat terutama orang-orang yang selama ini merasa sebagai orang asli atau suku asli wawonii, karena menyandang predikat wawonii sebagai nama adalah sebuah identitas dan harga diri serta martabat yang harus dimiliki oleh orang wawonii sendiri.

Nama atau predikat Wawonii bukan hanya sekedar nama dari sebuah pulau atau nama tempat dimana Kabupaten Konawe Kepulauan berdiri sebagai daerah otonom dalam membangun sistem pemerintahan, tetapi wawonii adalah identitas jatidiri, suku, bahasa dan budaya serta harkat dan martabat yang dimiliki oleh sebuah komunitas etnis sebagai entitas masyarakat dominan yang mendiami pulau yang bernama Wawonii.
 
Membicarakan nama wawonii sebagai nama kabupaten memang menarik dan mengusik pikiran banyak orang, karena memang sejak lahirnya hembusan angin pemekaran nama Wawonii telah dicatumkan dalam draf usulan sebagai nama kabupaten yakni “ KABUPATEN WAWONII “. Namun Pemerintah Kabupaten Konawe sebagai induk pemekaran wawonii, dalam hal ini Bupati Konawe Lukman Abunawas ketika itu, tidak memberi restu sehingga nama Wawonii berganti menjadi KONAWE KEPULAUAN. Alhasil dengan nama itu sampai hari ini Konawe Kepulauan telah berdiri sebagai Kabupaten di pulau wawonii.

Sebenarnya apapun namanya bagi daerah ini bukanlah sebuah masalah apalagi keinginan dan tujuan masyarakat wawonii yang utama hanya semata-mata untuk menjadi daerah otonomi baru (DOB) yang bebas dan mandiri, sehingga persoalan nama bukanlah hal yang terlalu urgen untuk dipolemikkan sebagai nama sebuah kabupaten ketika itu.

Namun di lihat dari sudut pandang filosofis, sosiologis maupun historis nama Konawe Kepulauan tidak memiliki kaitan atau hubungan erat yang secara artikulalatif dapat memberi pemahaman jelas terhadap substansi keberadaan suku wawonii itu sendiri dalam kaitan kesejarahan dan struktur sosial budaya dengan Konawe Kepulauan sebagai nama kabupaten di wawonii, tapi karena Wawonii ( 7 Kecamatan ) telah menjadi bagian dari cakupan wilayah kabupaten Konawe ketika itu dan memiliki letak geografis wilayah kepulauan, sehingga alih-alih menjadi inspirasi dan dasar bagi Pemerintah Kabupaten Konawe untuk memberikan nama Konawe Kepulauan sebagai nama kabupaten pemekaran di pulau wawonii.

Urgensi perjuangan masyarakat wawonii sesungguhnya bukan hanya menjadikan wawonii sebagai kabupaten baru, namun lebih jauh ingin mengangkat harkat dan martabat masyarakat yang selama ini terkesan terpinggirkan dan tidak mendapat perhatian. Hal ini kemudian memberi spirit kejuangan untuk melepaskan diri dari ketertinggalan dan keterbelakangan ekonomi dan sosial budaya, sehingga dengan gigih, bangkit dan kemudian berjuangan untuk menjadikan Wawonii sebagai Kabupaten yang setara dengan Kabupaten lain.

Sebenarnya dahulu sebelum wawonii berdiri sebagai sebuah Distrik dibawah pemerintahan Onder Afdeling Buton, Wawonii telah berdiri menjadi sebuah Kerajaan mandiri yang setara dengan kerajaan-kerajaan di nusantara dengan nama Kerajaan Wawonii dengan Kepala Pemerintahannya yang bergelar LAKINO atau MOKOLE. Tercatat sebagai Raja terakhir atau Lakino Wawonii ke 10 yang juga dilantik sebagai Distrik Wawonii I ( Pertama )adalah seorang Ulama Besar, Penganjur agama islam di pulau Wawonii bernama H. MUHAMMAD GAZALI TASLIM

Keinginan untuk mengganti nama Konawe Kepulauan menjadi Wawonii bukan sekedar isu belaka namun hal ini telah menjadi wacana yang harus terus bergulir. Bagi masyarakat Wawonii penggantian nama tersebut merupakan tuntutan nurani untuk kembali ke kittah perjuangan awal pemekaran yakni mengembalikan nama wawonii sebagai nama kabupaten menggantikan nama Konawe Kepulauan. Terhadap eksistensi wawonii sebagai jatidiri yang memberi nilai, tentunya nama wawonii sangat tepat untuk menjadi identitas yang bukan hanya sebagai nama suku, bahasa dan pulau tetapi juga menjadi nama Kabupaten. Karena itu kemudian menjadi perhatian serius bagi masyarakat Wawonii terutama pihak Pemerintah daerah sebagai pemegang kebijakan kekuasaan politik dan DPRD Konawe Kepulauan sebagai representase rakyat, untuk memikirkan kehendak nurani masyarakat wawonii sebagai hal yang sangat substantif dan mendasar dalam mengembalikan identitas, nama dan kepribadian wawonii menjadi lebih bermartabat dengan mengganti nama Konawe Kepulauan menjadi “ Kabupaten Wawonii “ sebagai nama yang seyogyanya layak dan pantas..

Pekerjaan mengganti nama kabupaten bukanlah hal yang mudah, tetapi kemudian harus disadari bahwa wawonii sebagai dasar falsafah untuk membangun pulau ini adalah roh dan semangat yang menghidupkan bagi daerah ini. Sehingga menurut hemat penulis wacana penggantian nama kabupaten Konawe Kepulauan adalah hal yang urgen dan sangat penting untuk dilakukan segera. DPRD harus melakukan hak inisiatif untuk melakukan kajian –kajian spesifik terkait penggantian nama tersebut untuk mengangkat harkat dan jati diri manusia wawonii dalam konteks tatanan kemandirian sebagai entitas masyarakat yang memiliki ideologi, integritas serta bermartabat.


Langara, 14 Maret 2016
WAWONII BERSINAR
Share:

Recent Posts

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *